BLORA || Portaljatengnews.com – Program Randublatung ASRI yang mengusung konsep Aman, Sedap, Resik dan Indah terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Jumat Bersih dengan menyasar tumpukan sampah di aliran sungai bawah Jembatan Sawahan, Kecamatan Randublatung, Jumat (25/9/2026).
Camat Randublatung, Tarkun mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi kondisi sungai yang dipenuhi sampah. Pembersihan dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus mencegah potensi banjir akibat sumbatan sampah.
“Kegiatannya membersihkan sampah di sungai bawah Jembatan Sawahan supaya sungai jadi bersih dan untuk mencegah banjir karena tumpukan sampah,” ujar Tarkun.
Kegiatan gotong royong itu melibatkan berbagai unsur. Mulai dari jajaran Kecamatan Randublatung, TNI, Polri, lurah beserta perangkat, Ormas Squad Nusantara, hingga masyarakat sekitar lokasi. Dua armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora turut dikerahkan untuk mengangkut sampah.
Menurut Tarkun, sampah yang berhasil dibersihkan didominasi sampah rumah tangga. Bahkan, petugas menemukan sampah pembalut dan limbah rambut dari usaha pangkas rambut.
“Rata-rata sampah softex, sampah rambut dari tukang pangkas rambut dan dari rumah tangga,” katanya.
Ia menilai, penyebab utama menumpuknya sampah di kawasan tersebut adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga masih membuang sampah sembarangan tanpa memahami pentingnya hidup bersih.
“Mungkin warga sekitar, bisa juga warga lain. Penyebabnya kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah di sembarang tempat,” jelasnya.
Tarkun menyebut, tumpukan sampah tersebut tidak hanya menyumbat aliran sungai dan memicu banjir, tetapi juga menimbulkan bau busuk yang mengganggu pengguna jalan dan permukiman sekitar.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya akan memasang banner larangan buang sampah sembarangan di atas jembatan sebagai peringatan.
“Langkah kita membersihkan dengan gotong royong bersama instansi terkait dan warga. Dan dengan memasang banner larangan buang sampah sembarangan yang kita pasang di atas jembatan guna warning,” tegasnya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat Randublatung untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah di bantaran sungai dan jembatan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat merintis kembali budaya swadaya dan gotong royong.
“Harapan saya dengan gotong royong, wujud kekompakan di antara dinas instansi terkait dan masyarakat, tidak membeda-bedakan trah dan kita rintis kembali budaya swadaya gotong royong,” pungkasnya.
Laporan: Wawan






