Enam Kepala Daerah Ditangkap, Eko Haryanto: OTT KPK di Jateng Belum Berakhir

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eko Haryanto, Penggiat Anti Korupsi, mantan Ketua KP2KKN Semarang.

Eko Haryanto, Penggiat Anti Korupsi, mantan Ketua KP2KKN Semarang.


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Setelah penindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, pada 15 Oktober 2026, peluang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penindakan serupa di wilayah Jawa Tengah dinilai sangat tinggi. Kasus ini merupakan OTT kepala daerah keenam di Jawa Tengah sepanjang tahun 2026, menyusul Bupati Pati, Bupati Pekalongan, Bupati Cilacap, Bupati Sukoharjo, dan Bupati Pemalang yang sebelumnya telah diciduk lembaga antirasuah.

Eko Haryanto, Penggiat Anti Korupsi, mantan Ketua KP2KKN Semarang, menilai rentetan penindakan ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah kini berada dalam sorotan utama KPK.

“Frekuensi penindakan yang tinggi ini mengirimkan sinyal kuat bahwa upaya pemberantasan korupsi di Jawa Tengah sedang berjalan intensif. Masyarakat berhak mengetahui transparansi pengelolaan keuangan daerah, dan media akan terus mengawal proses ini agar akuntabilitas terjaga,” ujar Eko Haryanto, Jumat (16/10/2026), yang saat ini mendampingi korban pembangunan Pakuwon Mall Semarang.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, Polda Jateng Salurkan Ratusan Sepatu PDL untuk Dukung Tugas Lapangan Banser

Berikut analisis mendalam mengapa OTT susulan di Jawa Tengah dinilai sangat mungkin terjadi:

Pola Kasus Berantai dan Efek Domino

OTT di Klaten tidak hanya menjerat Bupati, tetapi juga Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Dugaan suap proyek pengadaan, perizinan, serta rekayasa hasil audit laporan keuangan daerah membuka kemungkinan adanya praktik serupa di kabupaten/kota lain. Mengingat BPK mengaudit seluruh wilayah Jawa Tengah, skandal pengondisian opini WTP diduga bersifat sistemik dan melibatkan lebih dari satu daerah.

Pengembangan Hasil Pemeriksaan

Dalam operasi di Klaten, KPK mengamankan 20 orang, mulai dari ASN, pihak swasta, hingga pejabat BPK, beserta barang bukti awal sebesar Rp1 miliar. Pemeriksaan intensif berpotensi mengungkap jejak keterlibatan pihak lain. Jika ditemukan indikasi keterlibatan pejabat dari daerah lain, KPK dapat segera bergerak melakukan penindakan susulan dengan cepat.

Baca Juga :  Gelar Kegiatan di Peterongan, Dosen Magister Hukum USM: Parkir Sembarangan Bisa Diproses Hukum

Pengawasan Khusus di Jawa Tengah

KPK secara terbuka telah menyoroti maraknya dugaan korupsi kepala daerah di Jawa Tengah periode 2025–2026. Tingginya frekuensi OTT membuktikan wilayah ini masuk dalam daftar prioritas pengawasan, yang didukung oleh masifnya aduan masyarakat yang diterima lembaga antirasuah.

Kerentanan Pengelolaan Keuangan Daerah

Sebagian besar kasus mengikuti pola yang berulang: suap pengadaan barang dan jasa, perizinan, jual beli jabatan, serta rekayasa APBD. Selama kelemahan birokrasi dan pengawasan internal belum tertutup rapat, potensi transaksi koruptif tetap terbuka.

Kesimpulan

OTT di Klaten bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pengawasan menyeluruh terhadap integritas keuangan daerah. Keterlibatan oknum auditor BPK menjadi pintu masuk utama untuk menelusuri praktik yang mungkin melibatkan daerah lain. Selama penyidikan menemukan bukti transaksi yang sedang berjalan, OTT susulan di Jawa Tengah dinilai hanya tinggal menunggu waktu.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Kabid Humas Polda Jateng Ajak Masyarakat Awasi Polri; Laporkan Oknum Yang Melakukan Pungli
Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Ungkap Penipuan Siber Lintas Negara, Ditressiber Polda Jateng Terima Apresiasi FBI
Perjuangkan Hak Debitur, Pemuda Pancasila dan Grib Jaya Kawal Kesepakatan dengan PNM
Wartawan Viosarinews.com Triyono Meninggal di Kafe, Keterangan Saksi Munculkan Kejanggalan
Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata
Safari Kamtibmas di Gereja Santo Athanasius Agung Semarang, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Polisi Bersama Masyarakat
Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Kabid Humas Polda Jateng Ajak Masyarakat Awasi Polri; Laporkan Oknum Yang Melakukan Pungli

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Enam Kepala Daerah Ditangkap, Eko Haryanto: OTT KPK di Jateng Belum Berakhir

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Ungkap Penipuan Siber Lintas Negara, Ditressiber Polda Jateng Terima Apresiasi FBI

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Perjuangkan Hak Debitur, Pemuda Pancasila dan Grib Jaya Kawal Kesepakatan dengan PNM

Berita Terbaru