BLORA || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan atau KPH Randublatung menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin 1 Juni 2026. Upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor KPH Randublatung.
Upacara diikuti Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro beserta jajaran manajemen, karyawan-karyawati, tenaga outsourcing, Tenaga Pendamping Masyarakat atau TPM, serta karyawan-karyawati Penggergajian Mesin atau PGM Randublatung.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Komandan Regu Polhutmob KPH Randublatung. Pengibar Bendera Merah Putih ditugaskan kepada Joko P, Amin, dan Sutrisno.
Susunan acara meliputi pembacaan Naskah Undang-Undang Dasar 1945 oleh Endang Setyowati, pembacaan Naskah Pancasila oleh Inspektur Upacara, pembacaan doa oleh Imron Rosidi, dan pembaca naskah upacara oleh Sindi.
Dalam amanatnya, Rovi Tri Kuncoro membacakan Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Ia menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi untuk memupuk semangat gotong royong, persatuan, keadilan sosial, dan integritas harus tercermin dalam setiap aktivitas kerja, sehingga mampu mendukung terwujudnya pelayanan yang profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan,” ujar Rovi.
Lebih lanjut, Rovi menegaskan Pancasila sebagai pondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus dijaga, dipahami, dan diamalkan seluruh elemen masyarakat.
“Pancasilas juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai insan Perhutani,” tegasnya.
Rovi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi itu kunci keberhasilan pengelolaan hutan lestari yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Mengajak seluruh insan Perhutani untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan,” ajaknya.
Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan. Melalui peringatan tahun ini, seluruh peserta diharapkan semakin memperkuat rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi nilai kebhinekaan, serta terus berkontribusi positif mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Laporan: Wawan







