Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma Jadi Simbol Pergantian Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Polda Jawa Tengah menggelar Upacara Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma sebagai simbol pergantian kepemimpinan dari Kapolda lama Irjen Pol Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolda Jateng, Selasa (6/10/2026) pagi.

Upacara serah terima Pataka diawali dengan prosesi penyambutan Kapolda Baru yang dipimpin oleh Wakapolda Jateng Brigjen Pol Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum. yang dihadiri oleh para pejabat utama Polda Jateng, pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, serta jajaran personel Polda Jateng.

Dalam prosesi tersebut, Waka Polda menyambut kedatangan Kapolda Jateng yang baru, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H. beserta ibu di gerbang Mapolda Jateng. Kapolda baru kemudian menerima pengalungan karangan bunga sebagai bentuk penyambutan, sebelum menuju lobi Mapolda melalui jajaran kehormatan pedang pora.

Setibanya di lobi, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan disambut oleh Kapolda Jateng sebelumnya, Irjen Pol Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. Prosesi penyambutan juga diwarnai penyerahan buket bunga kepada Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah yang baru sebagai bagian dari tradisi penyambutan keluarga besar Polda Jateng.

Rangkaian penyambutan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti, yakni Upacara Serah Terima Pataka Polda Jateng Maneka Tunggal Dharma. Kapolda lama dan Kapolda baru memasuki lapangan upacara, diikuti jajaran personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Jateng.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo selaku pejabat lama menyampaikan bahwa serah terima Pataka menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian sekaligus menandai estafet kepemimpinan Polda Jateng kepada pejabat Kapolda yang baru. Irjen Pol Ribut menjelaskan, Pataka yang diserahterimakan menjadi simbol kehormatan, jati diri, dan tanggung jawab pengabdian seluruh personel Polda Jateng.

Baca Juga :  Bambang Raya Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyediaan Pornografi

“Hari ini juga saya menyerahkan Pataka Kapolda Jawa Tengah sebagai simbol kehormatan, jati diri dan tanggung jawab pengabdian untuk mengingatkan kita bagaimana kita akan mengabdikan diri dengan lebih baik kepada masyarakat. Berbagai capaian yang kita raih bukanlah keberhasilan seorang Kapolda, tapi adalah hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Polda Jawa Tengah,” ungkapnya.

Kepada seluruh jajaran Polda Jateng, Irjen Pol Ribut juga berpesan agar memberikan dukungan, loyalitas, dan kerja sama terbaik kepada Kapolda yang baru serta melanjutkan berbagai program yang telah berjalan dengan baik.

“Karena itu saya berpesan, jaga kehormatan Pataka kita, jaga solidaritas, jaga integritas, dan jaga kepercayaan masyarakat. Lanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik. Kalau kemarin dukungan 100 persen, sekarang tingkatkan 200 persen. Semua loyalitas tetap lurus kepada Bapak Kapolda yang baru,” pesannya.

Sementara itu, pejabat baru Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyampaikan bahwa pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, tugas, tanggung jawab, dan pengabdian Polri kepada masyarakat akan terus berjalan.

Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Irjen Pol Ribut Hari Wibowo selama memimpin Polda Jateng. Berbagai kebijakan, capaian, inovasi dan nilai-nilai baik yang telah dibangun, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk dilanjutkan dan dikembangkan.

“Pataka ini bukan sekadar simbol seremonial. Di dalamnya terkandung sejarah perjuangan, nilai pengabdian para pendahulu, kehormatan institusi sekaligus amanah yang harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata Kapolda Jateng.

Dalam menjalankan amanah tersebut, Irjenpol. Roy Hardi menjabarkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui tiga penekanan utama dalam pelaksanaan tugas personel Polda Jawa Tengah. Pertama, Polri harus bertindak tegas terhadap tindak pidana yang sangat meresahkan masyarakat, seperti narkotika, perjudian, begal, pencurian dengan kekerasan, serta berbagai kejahatan lainnya yang mengganggu rasa aman masyarakat.

Baca Juga :  PMII Undip Menggebrak! Gebrak Niam 2025 untuk Sinergi Gerakan PMII Semarang

Kedua, ketegasan tersebut harus berjalan beriringan dengan sikap humanis terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan, penyandang disabilitas maupun masyarakat yang berada dalam posisi lemah. Ketiga, Polri harus bergerak cepat terhadap setiap laporan, pengaduan maupun permintaan pertolongan masyarakat, sehingga kehadiran polisi benar-benar dirasakan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Kita harus bertindak tegas terhadap tindak pidana yang sangat meresahkan masyarakat. Kemudian kita harus humanis kepada kaum rentan, perempuan, disabilitas maupun mereka yang dianggap kaum lemah. Dan kita harus bergerak cepat terhadap semua laporan atau pengaduan yang masyarakat sangat membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan tugas tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, dirinya meminta dukungan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah untuk bersama-sama menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami mohon dukungan dari seluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder. Mohon kami diterima sebagai warga Jawa Tengah dan sebagai Kapolda Jawa Tengah,” ujarnya.

Serah Terima Pataka “Maneka Tunggal Dharma” tersebut menjadi simbol bahwa kepemimpinan dapat berganti, tetapi kehormatan, tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat terus dilanjutkan. Di bawah kepemimpinan Kapolda Jateng yang baru, semangat tersebut diterjemahkan melalui ketegasan terhadap kejahatan, pelayanan yang humanis kepada kelompok rentan, serta respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. (VS)

Berita Terkait

Dua Bocah Tewas di Proyek Miliaran, Pengamanan Bendungan BKB Semarang Dipertanyakan
Lindu Aji Dibawah Kepemimpinan Erik Agus Susanto Dinilai Bakal Makin Berkembang
Hutang Rp250 Juta, Rumah Rp1,5 Miliar Terancam Disita, John L Situmorang: Ini Perampokan Berkedok Hukum
Polrestabes Semarang Tetapkan AW Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan Sertifikat Rumah, BPR Arto Moro Disorot
IKADIN Bongkar Krisis Sistem Peradilan, Dorong Satu Standar Etik Advokat Nasional
Dr. Aan Tawli Kembali Pimpin DPD IKADIN Jawa Tengah Periode 2026–2030
Aksi Hari Tani Nasional di Semarang Berlangsung Tertib
Hadapi Kemarau, Polda Jateng: Pemetaan Rawan Kebakaran Diperketat, Bantuan Air Bersih Terus Disalurkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma Jadi Simbol Pergantian Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Dua Bocah Tewas di Proyek Miliaran, Pengamanan Bendungan BKB Semarang Dipertanyakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lindu Aji Dibawah Kepemimpinan Erik Agus Susanto Dinilai Bakal Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Hutang Rp250 Juta, Rumah Rp1,5 Miliar Terancam Disita, John L Situmorang: Ini Perampokan Berkedok Hukum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Polrestabes Semarang Tetapkan AW Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan Sertifikat Rumah, BPR Arto Moro Disorot

Berita Terbaru