BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa optimalkan pendapatan melalui optimalisasi asset tanah Djawatan Kehutanan (DK). Hal ini dilakukan melalui konfirmasi rencana perjanjian kerjasama (PKS) skema sewa dengan pelaku usaha pada tanah DK di Telawa, pada kamis (16/07/2026).
Rencana kerjasama pemanfaatan lahan tanah DK persil C1 Bagian Hutan Karangsono yang berada di desa Kalimati Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali tersebut digunakan untuk kegiatan pertanian polowijo dalam usaha untuk peningkatan perekonomian masyarakat.
Hal tersebut dilakukan untuk menertibkan kegiatan pengelolaan lahan tanah DK oleh masyarakat agar legal dengan adanya pejanjian kerjasama (PKS) sesuai Perdir Perum Perhutani Nomor 07/PER/DIR/02/2024 tentang Pedoman Kerjasama Optimalisasi Asset Tetap Perum Perhutani.
Kegiatan Kepala Sub Seksi Sarana Prasarana dan Optimalisasi Asset, Sutejo bersama staf bertamu ke rumah Mbah Saji merupakan bentuk koordinasi sewa tanah DK (Djawatan Kehutanan) Perhutani yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan asset perusahaan secara tertib dan berkelanjutan. Langkah ini memastikan kesepahaman mengenai hak dan kewajiban penyewa.
Sementara Mbah Suji selaku petani dan juga anggota LMDH Sumber Rejeki Desa Kalimati mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama pemanfaatan lahan tanah DK ini merasa senang, karena sudah ada ijin dari Perhutani, sehingga kami merasa tenang karena sudah ada legalitas berupa PKS.
“Semoga dengan pemanfaatan lahan DK Perhutani digunakan untuk lahan pertanian ini membantu pendapatan perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan kami.”imbuh mbah Saji.
Sementara itu Ketua LMDH Sumber Rejeki Desa Kalimati, Sukamto, mengungkapkan rasa terbantunya dengan perjanjian kerjasama dan biaya sewa yang ditentukan Perhutani, karena pemanfaatan lahan Perhutani tersebut sangat mendukung perekonomian masyarakat Desa.
“Sewa tempat ini lebih terjangkau dibanding dengan lokasi lainnya, apalagi Perhutani memberikan kemudahan dan mendorong perkembangan usahanya, serta meningkatkan kesejahteraannya masyarakat yang mayoritas petani hutan,” tambah Sukamto.
Laporan: Wahyu






