BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2, Kabupaten Boyolali, memberikan klarifikasi tegas terkait isu lingkungan yang beredar. Manajemen menegaskan seluruh proses produksi hingga pengelolaan lingkungan telah berjalan ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sekaligus menegaskan keberadaan fasilitas ini justru menjadi motor penggerak ekonomi warga setempat.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro, Kumaidi, menyampaikan bahwa kebersihan dan kenyamanan lingkungan senantiasa menjadi prioritas utama. Fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun menggunakan teknologi terkini dan diawasi tenaga ahli guna menjamin keamanan air olahan sebelum dialirkan.
“Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup. Kunjungan petugas untuk mengambil sampel beberapa waktu lalu justru merupakan bagian dari prosedur rutin guna memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga sesuai ketentuan,” ujar perwakilan manajemen. Selasa (4/8/2026).
Di samping aspek lingkungan yang terjamin, keberadaan SPPG ini ternyata membawa dampak ekonomi yang nyata. Dengan kapasitas produksi mencapai 2.077 porsi per hari untuk 12 sekolah dan tiga desa, fasilitas ini telah menyerap puluhan tenaga kerja lokal, mulai dari tenaga memasak, pengemasan, hingga tenaga distribusi.
Sebagian besar warga sekitar yang ditemui menyatakan kondisi lingkungan relatif terjaga dan mengapresiasi kehadiran fasilitas ini yang secara langsung membuka peluang kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Pihak pengelola pun berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh isu sepihak, serta berkomitmen terus bersinergi dengan instansi terkait dan warga demi kelancaran program nasional pemenuhan gizi.
(tgh/*)






