Hutang Rp250 Juta, Rumah Rp1,5 Miliar Terancam Disita, John L Situmorang: Ini Perampokan Berkedok Hukum

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

John L. Situmorang, penasihat hukum pemilik rumah, saat menyampaikan protes resmi terkait panggilan eksekusi yang diterima kliennya.

John L. Situmorang, penasihat hukum pemilik rumah, saat menyampaikan protes resmi terkait panggilan eksekusi yang diterima kliennya.


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Proses eksekusi pengosongan rumah milik warga di Jalan Krakatau VII/21, Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur, dinilai merupakan perampokan berkedok putusan pengadilan. Meski gugatan yang menjadi dasar sengketa telah ditolak hingga tingkat Mahkamah Agung, sertifikat tanah dan bangunan itu justru beralih nama ke pihak lain, dan eksekusi tetap dijalankan. Pengacara yang menangani kasus ini meminta penundaan segera demi mencegah konflik fisik.

Hal ini diungkapkan John L. Situmorang, penasihat hukum pemilik rumah, saat menyampaikan protes resmi terkait panggilan eksekusi yang diterima kliennya pada 23 September 2026.

“Putusan pengadilan seolah-olah dijadikan senjata mafia tanah untuk merampok rumah tinggal klien kami,” tegas John L. Situmorang. Sabtu (3/10/2026).

Dasar Perkara yang Telah Ditolak

Sejak 2014, pihak yang kini mengajukan eksekusi, Lianawati (almarhum), Benny Raharjo, dkk, mengajukan gugatan wanprestasi. Namun melalui tiga jenjang peradilan, Pengadilan Negeri Semarang No. 225/PDT.G/2014/PN.SMG, Pengadilan Tinggi Semarang No. 195/PDT/2015/PT.SMG, hingga Mahkamah Agung No. 1110 K/PDT/2016, gugatan tersebut ditolak. Majelis hakim menilai penggugat gagal membuktikan telah membayar harga beli sebesar Rp750 juta, dan pemilik rumah tidak melakukan ingkar janji.

Baca Juga :  Plt Kadisperindag Kota Semarang: Gas Subsidi 3 Kg untuk Masyarakat Tidak Mampu

Faktanya, hubungan kedua belah pihak murni hutang-piutang. Sertifikat rumah hanya dijadikan jaminan atas pinjaman Rp250 juta dengan bunga 5 persen, yang langsung dipotong di muka sehingga yang diterima hanya Rp237,5 juta. Nilai properti itu sendiri pada 2013 sudah mencapai Rp1,5 miliar, mustahil dijual seharga Rp250 juta maupun Rp750 juta.

Sertifikat Beralih Tanpa Dasar Kuat

Anehnya, pada 27 November 2023, melalui Akta Jual Beli No. 172/2023, Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 545 seluas 242 m² atas nama pemilik berubah menjadi atas nama Linawati Hadiwardojo. Perpindahan ini terjadi meski putusan pengadilan menolak dasar jual beli tersebut.

Baca Juga :  Polda Jateng Perkuat Strategi Humas agar Lebih Dekat dengan Masyarakat dan Gen Z Melalui Podcast

Pihak pemilik telah melaporkan dugaan kejanggalan ke Polda Jawa Tengah (ditangani Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Semarang), sekaligus mengajukan mediasi di BPN Kota Semarang. Pemilik tetap bersedia melunasi utang pokoknya, namun mempertahankan hak atas rumahnya.

Eksekusi Dianggap Keliru dan Memicu Ketegangan

Pemanggilan eksekusi yang diterima pada 23 September 2026 pun dinilai keliru, nama pihak yang digugat tertulis tidak sesuai dengan identitas pemilik rumah.

“Kami meminta Ketua Pengadilan Negeri Semarang segera menunda eksekusi ini. Jangan sampai terjadi pertumpahan darah. Klien kami akan mempertahankan haknya dengan segala cara, karena merasa dirampok secara resmi,” tegas John L. Situmorang.

Publik menantikan keberanian Pengadilan Negeri Semarang meninjau ulang proses yang dinilai menyalahgunakan kewenangan dan mencederai rasa keadilan.

Vio Sari

Berita Terkait

Polrestabes Semarang Tetapkan AW Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan Sertifikat Rumah, BPR Arto Moro Disorot
IKADIN Bongkar Krisis Sistem Peradilan, Dorong Satu Standar Etik Advokat Nasional
Dr. Aan Tawli Kembali Pimpin DPD IKADIN Jawa Tengah Periode 2026–2030
Aksi Hari Tani Nasional di Semarang Berlangsung Tertib
Hadapi Kemarau, Polda Jateng: Pemetaan Rawan Kebakaran Diperketat, Bantuan Air Bersih Terus Disalurkan
PT. Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan Kalipancur
Respons Cepat Dit Siber Polda Jateng, Remaja Asal Sleman yang Sempat Hilang Berhasil Ditemukan
Tidak Ada Tarif “Nembak KTP” Rp500 Ribu, Isu Muncul Awal Agustus, Pembuat Video Sudah Minta Maaf

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Hutang Rp250 Juta, Rumah Rp1,5 Miliar Terancam Disita, John L Situmorang: Ini Perampokan Berkedok Hukum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Polrestabes Semarang Tetapkan AW Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan Sertifikat Rumah, BPR Arto Moro Disorot

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:10 WIB

IKADIN Bongkar Krisis Sistem Peradilan, Dorong Satu Standar Etik Advokat Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Dr. Aan Tawli Kembali Pimpin DPD IKADIN Jawa Tengah Periode 2026–2030

Jumat, 25 September 2026 - 10:26 WIB

Aksi Hari Tani Nasional di Semarang Berlangsung Tertib

Berita Terbaru