Perhutani KPH Surakarta Gelar Apel Siaga Bencana, Perkuat Sinergi Mitigasi Banjir dan Longsor di Tawangmangu

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


TAWANGMANGU || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani KPH Surakarta menggelar Apel Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor yang dirangkaikan dengan Forum Group Discussion (FGD) Penanggulangan Bencana, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Forkopimcam Tawangmangu, Polri, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Apel siaga berlangsung di wilayah Tawangmangu dan diikuti oleh jajaran BKPH Lawu Selatan dan BKPH Lawu Utara. Senin (29/12/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno, Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo, Kapolsek Tawangmangu AKP Eling Adi Utomo, Danramil Tawangmangu Kapten Inf. Mawit Hadi Wibowo, serta Wakil Administratur KPH Surakarta Pirmansyah.

Administratur/Kepala KPH Surakarta Ronny Merdyanto dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.

Baca Juga :  Perhutani KPH Semarang Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Polres Semarang

“KPH Surakarta mengelola kawasan hutan negara seluas 32.394,48 hektare dengan jumlah karyawan sekitar 100 orang. Artinya, satu petugas harus mengawasi rata-rata 323 hektare kawasan hutan. Kehadiran relawan MPA dan MMP sangat membantu, terutama saat terjadi bencana. Kami sangat mengapresiasi peran mereka,” ujarnya.

Ronny juga menyoroti masih adanya anggapan keliru yang menyalahkan pengelola hutan saat terjadi bencana. Menurutnya, bencana alam dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor alam, nonalam, hingga sosial. Bahkan di kawasan hutan dengan tegakan rapat sekalipun, longsor tetap bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

“Oleh karena itu, diperlukan edukasi, sosialisasi, pelatihan, simulasi, pemberdayaan masyarakat, identifikasi risiko lokal, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan kearifan lokal. Mari kita siaga dan antisipasi bersama,” tegasnya menutup sambutan.

Baca Juga :  Hadapi Musim Kemarau, Perhutani KPH Telawa Bersama LMDH Lakukan Pengecekan Tanaman Hutan

Dalam sesi FGD, Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan bahwa terdapat sejumlah wilayah di Karanganyar yang memiliki potensi bencana. Potensi longsor berada di Kecamatan Tawangmangu, Jenawi, Matesih, Karangpandan, Jatiyoso, Ngargoyoso, sedangkan potensi banjir berada di Kecamatan Jaten, Kebakramat, dan Gondangrejo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menyiapkan sembilan langkah strategis, meliputi pelaksanaan apel siaga, penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, penyediaan sarana prasarana, pemetaan daerah rawan bencana, penyusunan rencana kontinjensi, pemasangan rambu-rambu, penyediaan alat peringatan dini, hingga penetapan SK Bencana Kabupaten.

“Atas nama Pemkab Karanganyar, kami mengapresiasi Perhutani KPH Surakarta yang telah menggandeng Forkopimcam, MPA, dan MMP dalam Apel Siaga Bencana ini. Mari kita perkuat kekompakan dan kebersamaan dalam memitigasi bencana banjir dan tanah longsor,” pungkas Hendro Prayitno.

Laporan: Wahyu
Editor: Heri

Berita Terkait

Perhutani Telawa Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih di Lingkungan TPK Antisipasi Kebakaran
Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres
40 Hari Belum Ditetapkan Tersangka, Penanganan Pelaku Perusakan Mesin Senilai Rp  2 Miliar di Klaten Dipertanyakan
Perhutani Telawa dan Polsek Juwangi Perkuat Pengamanan Hutan
Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath
DPRD Blora Gelar Paripurna, Bupati Arief Rohman Sampaikan Raperda APBD 2027
PAW DPRD Semarang: Arif Wicaksono Lanjutkan Amanat Dapil 5 Tanpa Perubahan AKD
Korban Pencurian: 39 Hari Tanpa SP2HP, Dugaan Pencurian Mesin Rp2 Miliar di Klaten Diragukan Penanganannya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Perhutani Telawa Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih di Lingkungan TPK Antisipasi Kebakaran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:23 WIB

40 Hari Belum Ditetapkan Tersangka, Penanganan Pelaku Perusakan Mesin Senilai Rp  2 Miliar di Klaten Dipertanyakan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Perhutani Telawa dan Polsek Juwangi Perkuat Pengamanan Hutan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani Telawa dan Polsek Juwangi Perkuat Pengamanan Hutan

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:29 WIB