Korban Dugaan Keracunan MBG SPPG Pulongrambe Grobogan Naik Jadi 8 Orang

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, (Jumat 30/1/2026). Dok.Rubadi

SPPG Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, (Jumat 30/1/2026). Dok.Rubadi


GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Jumlah korban dugaan keracunan akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bertambah menjadi delapan orang pada Jumat (30/01/2026).

Awalnya, lima korban berasal dari SD Negeri 2 Pulongrambe. Kemudian, kasus menyebar dengan penambahan tiga siswa dari SD Negeri 3 Mayahan, yang segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pemilik SPPG, Muhammad Sodiq, mengungkapkan bahwa dari total 2.900 penerima manfaat yang mengalami gejala mual, sebagian telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjati Purwodadi. Sedangkan Kepala Desa Pulongrambe menambahkan indikasi awal menunjukkan gejala muncul setelah para penerima manfaat mengonsumsi susu.

Baca Juga :  Acara Puncak HPN 2025 Grobogan Network di RM KSK Toroh Diisi Acara Interaktif, Simak Pesannya

“Melihat indikasinya, saya menilai gejala tadi muncul setelah minum susu, kemudian diikuti rasa mual dan muntah,” jelasnya.

Dijelaskan, susu yang digunakan dibeli tiga hari sebelum distribusi dan memiliki masa kedaluwarsa hingga November 2026. “Kebijakan kita, untuk korban segera dibawa ke puskesmas agar bisa ditangani dengan cepat dan mencegah terjadinya kondisi yang lebih fatal,” tambahnya.

Baca Juga :  Dianggap Nunggak Padahal Rutin Bayar, Ini Penjelasan BRI Kedungjati Soal Kasus SL

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko, menyatakan bahwa setelah menerima laporan, pihak kepolisian dan dinas kesehatan segera melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Selain mengambil sampel dari bekas muntahan korban, tim juga mengumpulkan sampel makanan dari lokasi SPPG.

“Secara kronologis, gejala mual muncul setelah minum susu. Namun, untuk memastikan penyebab pasti, kami juga mengambil sampel seluruh menu makanan hari itu. Nantinya hasil pemeriksaan akan menjelaskan segala sesuatu dengan jelas,” ujarnya. (ttg/ru)

Berita Terkait

Teriakan “Salam Restorasi” Saat Pendaftaran Balon Kades Kapung, Netralitas Kadus di Grobogan Dipertanyakan
Dana RTLH Diduga Sudah Turun, Endang Janda Tiga Anak di Putatnganten Grobogan Masih Bertahan di Rumah Keropos
Ratusan Warga Kawal H. Moh. Asrori Serahkan Berkas Pendaftaran Bakal Calon Kades Putatnganten
Karyawan Perhutani KPH Telawa Peduli Bantu Air Bersih untuk Warga Cekel
Milad Pengasuh Padepokan Ki Ageng Selo, Pusaka Bersejarah Berusia 500 Tahun Dihadirkan untuk Kapolri Baru dan Presiden
Kedepankan Kode Etik dan Kekompakan, DPC INSPI Grobogan Resmi Terbentuk
Perhutani KPH Telawa Laksanakan Monev Pengelolaan Wisata Embun Bening Kedungombo Park
Kebakaran Rumah di Sambirejo Putatnganten, Api Bermula dari Kompor, Kerugian Capai Rp 150 Juta

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Teriakan “Salam Restorasi” Saat Pendaftaran Balon Kades Kapung, Netralitas Kadus di Grobogan Dipertanyakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Dana RTLH Diduga Sudah Turun, Endang Janda Tiga Anak di Putatnganten Grobogan Masih Bertahan di Rumah Keropos

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Ratusan Warga Kawal H. Moh. Asrori Serahkan Berkas Pendaftaran Bakal Calon Kades Putatnganten

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Karyawan Perhutani KPH Telawa Peduli Bantu Air Bersih untuk Warga Cekel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Milad Pengasuh Padepokan Ki Ageng Selo, Pusaka Bersejarah Berusia 500 Tahun Dihadirkan untuk Kapolri Baru dan Presiden

Berita Terbaru