Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Kapolri Tekankan Keimanan sebagai Landasan Pengabdian kepada Masyarakat

- Redaksi

Senin, 28 September 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


REMBANG || Portaljatengnews.com – Penguatan keimanan dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Pondok Pesantren LP3iA Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti secara hybrid oleh sekitar 700 peserta secara langsung, terdiri dari 300 santri dan 400 personel Polri dari sejumlah wilayah sekitar Rembang. Secara daring, kegiatan diikuti 41.449 personel Polri dari 36 Polda dan 517 Polres jajaran.

Kegiatan diawali pembacaan kalam Ilahi QS Ali Imran ayat 133-135 oleh Ipda Asraldi, S.Ag. dan santri Ahmad Dzul Fahmi Al-Fakhomi, sebelum dilanjutkan dengan sambutan Kapolri dan tausiyah kebangsaan oleh Gus Baha.

Dalam sambutannya, Kapolri mengungkapkan bahwa Polri sebagai umara memiliki perjalanan panjang dalam menjalankan tugas bersama para ulama. Menurutnya, kehadiran ulama memberikan tuntunan spiritual bagi personel Polri agar tetap berada pada jalan pengabdian, menjaga amanah, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat.

“Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menekankan bahwa keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan. Polri bersama seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan.

“Umara dan ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI. Dengan tiang yang kokoh, akan terbentuk bangunan yang kokoh sehingga melindungi seluruh warga masyarakat yang bernaung di bawahnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Perhutani KPH Surakarta Gelar Apel Siaga Bencana, Perkuat Sinergi Mitigasi Banjir dan Longsor di Tawangmangu

Sementara itu, Gus Baha dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi dalam membimbing masyarakat menuju kebaikan. Menurutnya, kesadaran untuk menaati aturan tidak semata-mata lahir karena adanya aparat, tetapi juga karena keyakinan bahwa setiap perbuatan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

“Orang yang bertakwa itu takut melakukan kesalahan bukan hanya karena ada polisi, tetapi karena sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukan. Karena itu, keimanan harus melahirkan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Gus Baha.

Gus Baha juga mengingatkan bahwa sifat kebangsaan dan nasionalisme perlu diwujudkan dalam perilaku sosial, antara lain dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan menyampaikan hal-hal baik tentang bangsa. Ia mengibaratkan hubungan Polri dengan masyarakat seperti hubungan orang tua dan anak, yang harus terus mencintai dan membimbing dengan kesabaran agar terus berada di jalan yang benar.

“Kalau anak melakukan kesalahan, orang tua tidak kemudian berhenti menyayangi. Begitu juga masyarakat, ketika ada yang salah harus dibimbing dan diarahkan. Harapannya, Polri terus menjaga dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sehingga masyarakat dengan kesadarannya sendiri ikut menjaga keamanan dan ketertiban,” pesan Gus Baha.

Dalam keterangannya Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, kehadiran Polri di tengah ulama juga menjadi momentum untuk belajar dari keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sosok Gus Baha yang dikenal sederhana dan menghadirkan keteduhan dapat menjadi inspirasi bagi personel Polri untuk mengedepankan kesederhanaan, kerendahan hati dan sikap humanis dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

“Menurut saya pribadi, Gus Baha ini ulama yang luar biasa, membawa keteduhan untuk siapa saja. Dalam keseharian beliau juga senantiasa menampilkan kesederhanaan. Mudah-mudahan kesederhanaan dan keteladanan beliau ini juga dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri,” kata Kabid Humas.

Baca Juga :  Eks Manajer Koba Mirai Japan Ditetapkan Tersangka, Risman Harefa, S.H Apresiasi Kinerja Polres Metro Depok

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha menjadi momentum penting bagi personel Polri untuk memperkuat kembali landasan moral dan spiritual dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pesan yang disampaikan Gus Baha tidak hanya relevan dalam konteks kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki makna yang sangat kuat bagi pelaksanaan tugas kepolisian. Keimanan dan ketakwaan diharapkan dapat membentuk karakter personel yang mampu menjalankan kewenangan secara bijaksana, rendah hati, serta senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari pengabdian.

“ Ngaji Kebangsaan ini menjadi ruang bagi anggota Polri untuk kembali mengingat hakikat pengabdian. Pesan Gus Baha sangat relevan dengan tugas Polri yang senantiasa hadir untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ujar Kombes Pol Yuliyanto.

Kabid Humas berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diterjemahkan dalam perilaku nyata personel ketika berada di tengah masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan kepolisian pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan profesional, tetapi juga oleh integritas, empati dan ketulusan anggota dalam menjalankan tugas.

“Harapannya, apa yang kita dengarkan dan renungkan bersama hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi sikap dan perilaku dalam pelaksanaan tugas. Ketika anggota Polri memiliki landasan iman yang kuat, bekerja dengan hati, rendah hati dan menghormati masyarakat, maka kehadiran Polri akan semakin dirasakan sebagai bagian dari solusi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

PAW DPRD Semarang: Arif Wicaksono Lanjutkan Amanat Dapil 5 Tanpa Perubahan AKD
Korban Pencurian: 39 Hari Tanpa SP2HP, Dugaan Pencurian Mesin Rp2 Miliar di Klaten Diragukan Penanganannya
Setetes Darah, Sejuta Harapan: KPH Randublatung Rutin Gelar Donor Darah
Gerak Cepat Polres Jepara: Kapolres Sidak Langsung Layanan Call Center 110 Demi Kepuasan Masyarakat
Momen Haru di Mako Polres Jepara: Apel Farewell Tandai Pergantian Pucuk Pimpinan
Konfirmasi SP3 Diduga Bermasalah, Nomor Ponsel Vio Sari Diduga Diblokir Penyidik Polda Jateng
Uang Sudah Ditransfer Hampir Rp 40 Juta, Kendaraan Tak Tiba, Korban Lapor ke Polrestabes Semarang
Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:29 WIB

PAW DPRD Semarang: Arif Wicaksono Lanjutkan Amanat Dapil 5 Tanpa Perubahan AKD

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Korban Pencurian: 39 Hari Tanpa SP2HP, Dugaan Pencurian Mesin Rp2 Miliar di Klaten Diragukan Penanganannya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: KPH Randublatung Rutin Gelar Donor Darah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Gerak Cepat Polres Jepara: Kapolres Sidak Langsung Layanan Call Center 110 Demi Kepuasan Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Konfirmasi SP3 Diduga Bermasalah, Nomor Ponsel Vio Sari Diduga Diblokir Penyidik Polda Jateng

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani KPH Telawa road show Monev Persiapan Tanaman 2026

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:16 WIB