SURAKARTA || Portaljatengnews.com – Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) secara resmi mengalihkan pengelolaan Wana Wisata Puncak Lawu, Pringgodani, dan Taman Saraswati kepada PUD Aneka Usaha sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Selasa (3/3/2026).
Langkah ini berdasarkan Surat Bupati Karanganyar Nomor 000/1194 tanggal 19 Desember 2025 serta hasil koordinasi dengan Perhutani KPH Surakarta terkait perpanjangan kerja sama pengelolaan kawasan wisata berbasis hutan.
Kebijakan itu bertujuan untuk menata tata kelola destinasi agar lebih profesional, terintegrasi, dan akuntabel.
Wakil Administratur Perhutani KPH Surakarta, Pirmansyah, menyampaikan dukungan penuh terhadap skema kerja sama ini dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.
“Kawasan Puncak Lawu dan sekitarnya berada dalam pengelolaan Perhutani, sehingga pengembangan wisata harus tetap menjaga fungsi lindung, konservasi, dan produksi hutan. Kami siap bersinergi dengan PUD Aneka Usaha dengan dasar kerja sama yang jelas serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Nugroho, menegaskan bahwa pengalihan pengelolaan bertujuan meningkatkan efektivitas manajemen destinasi wisata unggulan daerah.
“Pengelolaan sebelumnya oleh pemerintah daerah kini dialihkan kepada PUD Aneka Usaha agar lebih fokus secara bisnis, profesional, dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Kami tetap memastikan koordinasi dengan Perhutani berjalan baik karena kawasan ini merupakan kawasan hutan negara yang dikelola bersama,” jelasnya.
Dengan penguatan kelembagaan dan kerja sama yang lebih terstruktur, diharapkan ketiga destinasi wisata tersebut dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing tinggi, tetap lestari, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sinergi antara Pemkab Karanganyar, Perhutani, dan PUD Aneka Usaha menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan wisata berbasis hutan yang profesional dan berkelanjutan.
Laporan: Wahyu
Editor : Heri







