Tanah Bergerak di Sukabumi: 90 Rumah Terdampak, 355 Jiwa Mengungsi

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 25 rumah ambruk atau rusak berat akibat tanah bergerak di desa Cijambe, Kec. Bantargadung, Kab. Sukabumi. Selasa (3/3/2026).

Sebanyak 25 rumah ambruk atau rusak berat akibat tanah bergerak di desa Cijambe, Kec. Bantargadung, Kab. Sukabumi. Selasa (3/3/2026).


SUKABUMI || Portaljatengnews.com – Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir memicu bencana tanah bergerak di Kampung Cijambe, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 90 rumah warga mengalami kerusakan hingga ambruk, yang memaksa ratusan warga mencari tempat tinggal yang lebih aman.

Pergerakan tanah menyebabkan retakan dan pergeseran yang berdampak langsung pada permukiman warga. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, hingga Selasa (3/3/2026), sebanyak 25 rumah ambruk dan rusak berat sehingga tidak dapat ditempati kembali. Sementara itu, 65 rumah lainnya mengalami kerusakan sedang.

Baca Juga :  KP3D Pertanyakan Transparansi Pengembalian Dugaan Dana Korupsi 2022-2023 Desa Muktiwari

Tak hanya rumah warga, sebuah bangunan pesantren di wilayah tersebut juga dilaporkan ambruk akibat pergerakan tanah. Sebelum kondisi bangunan semakin memburuk, warga terdampak telah secara mandiri mengevakuasi barang-barang berharga mereka.

Tenda pengungsian yang didirikan Pemda setempat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihab, menyebutkan total warga yang mengungsi mencapai 112 kepala keluarga atau 355 jiwa. Mereka sementara tinggal di rumah kerabat maupun tenda pengungsian yang didirikan BPBD setempat.

Baca Juga :  Puluhan Pedagang Korban Kebakaran Pasar Karanggede Boyolali Nganggur, Berharap Bantuan Dari Pemerintah

“112 KK atau 355 jiwa yang mengungsi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD Kabupaten Sukabumi tetap mewaspadai potensi pergerakan tanah susulan, mengingat hujan deras masih terus mengguyur sejumlah wilayah di Sukabumi. Petugas terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap retakan tanah baru maupun tanda-tanda pergerakan lanjutan.

Editor : Heri

Berita Terkait

Amankan Laga Persijap vs PSBS Biak, Polres Jepara Kerahkan Ratusan Personel Gabungan
SPKT Baru Polres Demak Resmi Diluncurkan, Dorong Pelayanan Transparan dan Akuntabel
Kapolres Demak Kukuhkan Perubahan Nomenklatur Polsek Demak Kota Menjadi Polsek Demak
Jelang Hari Buruh, Polres Demak Simulasikan Penanganan Aksi Unjuk Rasa
Tinjau Tanaman Gamal di Semarang, Dirut Perhutani Tekankan Pentingnya Keamanan Hutan
TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 Kodim 0721/Blora Resmi Dibuka, Perkuat Pemerataan Pembangunan Desa
Momentum Hari Kartini, IIK Cabang Semarang Apresiasi Dedikasi Pendidik TK Tunas Rimba Gablog
Masyarakat Soroti Kominfo Grobogan: “Efisiensi Kok Piknik Berjamaah”

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 21:23 WIB

Amankan Laga Persijap vs PSBS Biak, Polres Jepara Kerahkan Ratusan Personel Gabungan

Jumat, 24 April 2026 - 21:05 WIB

SPKT Baru Polres Demak Resmi Diluncurkan, Dorong Pelayanan Transparan dan Akuntabel

Jumat, 24 April 2026 - 21:00 WIB

Kapolres Demak Kukuhkan Perubahan Nomenklatur Polsek Demak Kota Menjadi Polsek Demak

Jumat, 24 April 2026 - 18:07 WIB

Jelang Hari Buruh, Polres Demak Simulasikan Penanganan Aksi Unjuk Rasa

Jumat, 24 April 2026 - 18:03 WIB

Tinjau Tanaman Gamal di Semarang, Dirut Perhutani Tekankan Pentingnya Keamanan Hutan

Berita Terbaru