BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa, menerima kunjungan dosen fakultas kehutanan dari Universitas Gadjah Mada, Alnus Meinata, S.Hut. M.Sc., Ph.D dalam rangka koordinasi permohonan izin orientasi praktik Silvikultur Intensif (SILIN) mahasiswa fakultas kehutanan. Kamis, (05/12/2026).
Kegiatan tersebut juga melaksanakan survei lokasi di petak 41a tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) tahun tanam 2012 Resort Pemangkuan Hutan Larangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ketawar, Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Permohonan izin oleh UGM ini sebagai bentuk koordinasi dengan Perhutani rencana kegiatan praktik Silvikultur Intensif mahasiswa UGM yang rencana dilaksanakan di KPH Telawa mulai tanggal 19 Oktober 2026 s.d 18 Desember 2026.
Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, menyampaikan Perhutani menyambut baik kunjungan dari Diosen UGM dan mendukung penuh kegiatan magang praktik lapangan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan hutan di lapangan.
“Perhutani mendukung rencana kegiatan praktik mahasiswa UGM di KPH Telawa. Melalui kegiatan magang mahasiswa dapat memahami secara langsung praktik silvikultur intensif. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam pengembangan kehutanan berkelanjutan di masa depan,” ujar Titus.
Ia, menambahkan bahwa Perhutani, membuka ruang pembelajaran seluas-luasnya bagi mahasiswa dengan tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku di kawasan hutan. Dengan pendampingan oleh petugas lapangan bisa memberikan pengetahuan agar proses pembelajaran berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Kegiatan mahasiswa dilapangan nantinya sebagai sarana pertukarangan ilmu pengetahuan antara praktisi kehutanan dan akademisi.
Sementara itu Dosen fakultas kehutanan UGM, Alnus Meinata, S.Hut. M.Sc., Ph.D menyampaikan permohonan izin rencana kegiatan praktik Silvikultur Intensif mahasiswa UGM di KPH Telawa di wilayah hutan yang dikelola Perhutani KPH Telawa.
“Kegiatan praktik lapangan yang kami rencanakan sebagai bentuk pembelajaran langsung mahasiswa di lapangan. Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang silvikultur.” Kata Alnus Meinata.
Ia juga mengapresiasi ketersediaan Perhutani menerima dan mendukung kegiatan akademik, serta berharap kolaborasi dibidang pendidikan dan penelitian dapat terus berlanjut.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin kerjasama yang semakin erat antara Perhutani dan UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan kehutanan, sehingga kedepannya mampu melahirkan generasi sumber daya manusia yang unggul, berwawasansertaberkontribsi dalam pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
Laporan: Wahyu






