Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Desa Waru Demak Dinilai Tak Sesuai BAP, Tim Hukum Akan Ajukan Praperadilan dan Gelar Perkara Khusus di Polda Jateng

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


DEMAK || Portaljatengnews.com – Rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan yang digelar oleh Polsek Mranggen di Polres Demak pada Jumat (24/10/2025) menuai sorotan tajam dari pihak kuasa hukum tersangka. Tim hukum dari Firma Legal Hukum Corporate yang dipimpin oleh HM. Asrori, SH., MH., menilai bahwa sejumlah adegan dalam rekonstruksi tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun fakta hukum di lapangan.

Rekonstruksi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Mranggen bersama Kanit Reskrim Polsek Mranggen serta beberapa jaksa yang menangani perkara. Meski berjalan lancar, pihak kuasa hukum menyatakan terdapat sejumlah kejanggalan dalam adegan yang diperagakan.

Tim Hukum Soroti Ketidaksesuaian Rekonstruksi

“Menurut kami, dalam rekonstruksi tersebut terdapat beberapa adegan yang tidak sesuai dengan fakta hukum,” ujar HM. Asrori, SH., MH. kepada awak media usai kegiatan.
Ia menjelaskan, pada adegan pertama, DS dan AW yang berboncengan sepeda motor dihentikan oleh tiga orang tak dikenal.

“DS kemudian dipukul di bagian leher dan kepala oleh korban hingga jatuh,” jelasnya.

Selanjutnya, pada adegan kedua, DS melakukan perlawanan dan berhasil melumpuhkan korban. Di adegan ketiga, DS memukul kepala korban menggunakan batu seadanya sebagai bentuk pembelaan diri setelah lebih dulu diserang.

“Adegan keempat memperlihatkan AW melawan dua orang teman korban. Namun yang menjadi kejanggalan, AW mengalami luka di kepala dan leher akibat pukulan kayu, tetapi hal tersebut tidak diperagakan dengan jelas oleh penyidik,” tambah Asrori.

Baca Juga :  Polres Demak Gelar Binrohtal, Wujudkan Personel Polri yang Beriman dan Humanis dalam Melayani Masyarakat

Pada adegan kelima, menurut tim kuasa hukum, AW justru diarahkan oleh penyidik untuk ikut memukuli korban.

“Padahal dalam fakta hukum, AW tidak melakukan hal itu. Ia hanya berusaha melerai dan mengajak DS pulang,” tegasnya.

Lalu di adegan keenam dan ketujuh, digambarkan DS dan AW pulang bersama, kemudian DS kembali ke lokasi sendirian membawa sebilah arit dan melakukan pembacokan terhadap korban sebanyak dua kali.

Pertanyakan Profesionalisme Penyidik

Dari rangkaian rekonstruksi tersebut, Asrori menilai penyidik terkesan tidak profesional dan terburu-buru dalam menetapkan tersangka.

“Seharusnya penyidik memastikan terlebih dahulu penyebab kematian korban, apakah akibat perkelahian atau faktor lain. Apalagi korban sempat mendapat penanganan medis di RS Pelita Anugerah Mranggen,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa DS bertindak dalam konteks pembelaan diri.

“Dari sisi hukum sangat jelas, DS membela diri karena dipukul terlebih dahulu oleh korban,” tegasnya.

Tim hukum juga menyayangkan dilewatkannya adegan keempat dan kelima tanpa penjelasan transparan.

“Dua orang yang memukul AW hingga luka di kepala dan leher tidak dijelaskan perannya. Ini menimbulkan tanda tanya besar: ada apa dengan penyidikan ini?” ungkap Asrori.

Baca Juga :  Kapolres Demak Kukuhkan Perubahan Nomenklatur Polsek Demak Kota Menjadi Polsek Demak

Pihaknya juga mempertanyakan penerapan Pasal 338 KUHP jo Pasal 170 KUHP oleh Polsek Mranggen. “Apakah penyidik sudah memeriksa hasil forensik kematian korban? Apakah dokter yang memeriksa merupakan dokter forensik atau hanya dokter umum? Semua ini penting untuk menentukan keabsahan penyebab kematian,” jelasnya.

Akan Tempuh Praperadilan dan Gelar Perkara di Polda Jateng

Menurut Asrori, langkah penyidik yang menetapkan DS dan AW sebagai tersangka terlalu tergesa-gesa dan tidak objektif.

“Kami menilai Polsek Mranggen tidak obyektif dalam penanganan perkara ini. Oleh karena itu, kami akan menempuh jalur hukum berupa praperadilan serta mengajukan gelar perkara khusus di Polda Jawa Tengah agar duduk persoalan ini terang benderang,” tegasnya.

Rencana langkah hukum tersebut akan dilakukan oleh tim kuasa hukum Firma Legal Hukum Corporate yang beranggotakan HM. Asrori, SH., MH., Febryan Alam Susatyo, SH., MH., R. Widyanta, SH., MH., dan Kumarudin, SH.

“Langkah ini kami ambil agar hukum tidak hanya tegak secara formal, tetapi juga adil dan berpihak pada fakta,” pungkas Asrori dalam wawancara di kantor Firma Legal Hukum Corporate, Genuk, Semarang.

(Angger S)

Editor : Heri

Berita Terkait

Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres
Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath
Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila
SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara Dibuka hingga 28 Oktober 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Polres Demak Kembali Bangun Sumur Bor untuk Warga Ngaluran
Peringati Hari Jadi Propam Polri ke-24, Polres Demak Gelar Donor Darah
Tambang Galian C di Kebonbatur Mranggen Diduga Tanpa Izin, Puluhan Truk Beroperasi
Pelajar Demak Berikrar Tinggalkan Tawuran dan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:45 WIB

SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara Dibuka hingga 28 Oktober 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Polres Demak Kembali Bangun Sumur Bor untuk Warga Ngaluran

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani Telawa dan Polsek Juwangi Perkuat Pengamanan Hutan

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:29 WIB