SEMARANG || Portaljatengnews.com – Di sela agenda kegiatannya di Jawa Tengah, Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia berkunjung ke kawasan Jateng Valley di BKPH Penggaron, wilayah kerja Perhutani KPH Semarang, pada Sabtu (21/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung potensi kawasan yang dinilai memiliki peluang untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat), sekaligus berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangannya di masa mendatang sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, S.Hut. didampingi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Drs. Heri Pudyatmoko, beserta jajaran, serta jajaran Perhutani KPH Semarang yang terdiri dari Administratur/KKPH Semarang, Wakil Administratur KPH Semarang, Asper/KBKPH Penggaron, Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) KPH Semarang, serta pejabat terkait lainnya. Rombongan meninjau beberapa titik di kawasan Jateng Valley untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi lapangan, potensi kawasan, dan peluang pengembangannya.
Administratur KPH Semarang. Misa Ekaristi menyampaikan bahwa Perhutani senantiasa membuka ruang bagi berbagai peluang kerjasama di kawasan hutan yang sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan lestari serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa setiap rencana pengembangan tetap harus melalui mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Perhutani pada prinsipnya mendukung berbagai inisiatif kerja sama kawasan hutan yang bersifat positif dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya. Namun demikian, seluruh proses tetap harus ditempuh sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku agar pengelolaan kawasan berjalan tertib, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, S.Hut., menyampaikan bahwa kunjungannya ke Jateng Valley masih bersifat awal untuk melihat kondisi lapangan serta mempelajari potensi yang ada di kawasan tersebut. Menurutnya, setiap rencana pemanfaatan kawasan perlu dikaji secara menyeluruh sebelum masuk pada tahap lebih lanjut.
“Saat ini kami baru melihat dan mempelajari potensi yang ada di kawasan ini. Apabila nantinya dinilai sesuai dan memiliki prospek yang baik untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan, maka proses selanjutnya akan ditempuh sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh diskusi. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan potensi yang dimiliki Jateng Valley dapat semakin dikenal dan menjadi salah satu alternatif lokasi pengembangan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kehutanan, sekaligus tetap menjaga prinsip pengelolaan hutan lestari.
Laporan: Wahyu






