Kirab Boyong Grobog dalam HUT ke-300 Kabupaten Grobogan Digelar Sederhana

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Grobogan, Setyo Hadi, saat nabuh gong dimulainya rebutan gunungan hasil tani. Selasa (3/3/2026).

Bupati Grobogan, Setyo Hadi, saat nabuh gong dimulainya rebutan gunungan hasil tani. Selasa (3/3/2026).


GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Ribuan warga Grobogan berkumpul di Alun-Alun Purwodadi untuk menyaksikan Kirab Boyong Grobog, acara khas yang kembali menghiasi perayaan Hari Jadi (HUT) ke-300 Kabupaten Grobogan pada Selasa (3/3/2026).

Meskipun diselenggarakan secara sederhana mengikuti nuansa bulan Ramadan, semangat kebersamaan dan makna budaya dalam prosesi ini tetap terasa mendalam.

Prosesi dimulai dari kawasan bekas kawedanan Grobogan dan Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, di mana pusaka Grobog dibawa. Rombongan kemudian menggunakan kendaraan masing-masing menuju kawasan Alun-Alun Purwodadi.

Baca Juga :  Upacara Hari Bhayangkara ke 79 di Mapolres Grobogan, Simak Dukungan Polri Terhadap Program Pemerintah

Sebelum sampai di Pendapa Kabupaten, sekitar 300 meter dari lokasi utama di depan kantor Dinas Kehutanan dan Pertanian (Dinarpusda), rombongan turun dari kendaraan dan melanjutkan perjalanan secara langsung.

Puncak acara berupa penyerahan Grobog berisi pusaka di Pendapa Kabupaten, di mana hadir Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar. Pejabat tinggi negara yang berasal dari Grobogan itu juga menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

Bupati Grobogan Setyo Hadi mengungkapkan kebanggaan atas kehadiran Wamentan, yang akan membantu memajukan sektor pertanian di daerahnya.

Baca Juga :  PMI Grobogan Salurkan Bantuan Kepada Korban Terdampak Banjir Bandang

“Beliau asli Grobogan. Nanti akan membantu perjalanan kami memajukan Grobogan, khususnya pertanian,” ujarnya.

Masyarakat Kabupaten Grobogan, saat rebutan gunungan hasil tani.

Acara diakhiri dengan rebutan 21 gunungan yang berisi berbagai tanaman, sayuran, dan buah-buahan di Alun-Alun Purwodadi. Bupati menjelaskan, jumlah 21 tersebut memiliki makna sebagai perlambang membuang sial.

“Tadi ada padi, jagung, mentimun, macam-macam,” tambahnya.

Prosesi Boyong Grobog tahun ini dinilai berjalan lancar dan penuh makna. (ttg/*)

Berita Terkait

Perhutani KPH Telawa Perkuat Sinergi dengan LMDH Manunggal Jati untuk Jaga Kelestarian Hutan
Perhutani bersama TNI,Polri dan Masyarakat Sosialisasikan Pencegahan Karhutla
Sidang Ilegal Logging: Kades Lebengjumuk Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Penasihat Hukum Ajukan Pembelaan
P3A Putatnganten Maksimalkan Proyek P3-TGAI, Bongkar Bangunan Lama dan Tambah Saluran Demi Lancarnya Irigasi
Senin Pagi Rumah Hangus Terbakar di Karanganyar Karangrayung, Diduga Korsleting Listrik
Pilkades Serentak Desember 2026, Amin Ahmadi Siap Menangkan dan Wujudkan Dempel Bermartabat
Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81: Warga Sambirejo RT 01 Putatnganten Gelar Jalan Sehat Bertabur Doorprize
Rayakan HUT ke-3, Portaljatengnews.com Teguhkan Komitmen Independensi dan Sinergitas Insan Pers

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:27 WIB

Perhutani KPH Telawa Perkuat Sinergi dengan LMDH Manunggal Jati untuk Jaga Kelestarian Hutan

Kamis, 10 September 2026 - 22:14 WIB

Perhutani bersama TNI,Polri dan Masyarakat Sosialisasikan Pencegahan Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Sidang Ilegal Logging: Kades Lebengjumuk Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Penasihat Hukum Ajukan Pembelaan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:04 WIB

P3A Putatnganten Maksimalkan Proyek P3-TGAI, Bongkar Bangunan Lama dan Tambah Saluran Demi Lancarnya Irigasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Senin Pagi Rumah Hangus Terbakar di Karanganyar Karangrayung, Diduga Korsleting Listrik

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani bersama masyarakat Percepat Kegiatan Tebangan E

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:26 WIB