SEMARANG || Portaljatengnews.com – Pimpinan Media Viosarinews.com, Vio Sari, menyoroti sekaligus mendesak pengusutan tuntas peristiwa keracunan massal yang menimpa 707 siswa dan tenaga pendidik SMK Negeri 6 Semarang setelah menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (30/7/2026).
Vio Sari menegaskan kelalaian pengawasan yang dinilai sangat fatal dan tidak dapat dimaafkan.
“Polsek Semarang Timur, Badan Gizi Nasional, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Pemerintah Kota Semarang wajib segera turun dan mengusut tuntas tanpa menunda waktu. Jangan ada yang menutupi atau memperlambat proses hukum bagi siapa pun yang lalai,” tegasnya.
Vio Sari juga mengingatkan, Program MBG adalah harapan bagi masa depan anak-anak bangsa, bukan sumber penderitaan.
“Siapa pun yang bersalah, baik penyedia makanan maupun pihak yang bertugas mengawasi, wajib bertanggung jawab sepenuhnya di hadapan hukum. Semoga seluruh korban segera pulih dan peristiwa kelam ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.
Diketahui, korban, yakni 698 orang, mendapat perawatan langsung di lingkungan sekolah. Sementara 9 orang yang kondisinya lebih berat dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Mereka mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, dan lemas mulai muncul pada malam hari hingga Jumat pagi (31/72026).
Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, menu yang disajikan berupa ayam bumbu rendang dan sayur daun singkong. Namun ditemukan fakta yang sangat memprihatinkan, daging ayam belum matang sempurna dan masih berdarah, sedangkan sayuran didapati berisi ulat.
Hingga kini, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah mengambil sampel makanan dan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium. Penyaluran makanan dari penyedia terkait juga telah dihentikan sementara.
(Tim)






