Vio Sari: Kelalaian Fatal Menu MBG di SMKN 6 Semarang Wajib Ditindak Tegas

- Redaksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vio Sari

Vio Sari


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Pimpinan Media Viosarinews.com, Vio Sari, menyoroti sekaligus mendesak pengusutan tuntas peristiwa keracunan massal yang menimpa 707 siswa dan tenaga pendidik SMK Negeri 6 Semarang setelah menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (30/7/2026).

Vio Sari menegaskan kelalaian pengawasan yang dinilai sangat fatal dan tidak dapat dimaafkan.

“Polsek Semarang Timur, Badan Gizi Nasional, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Pemerintah Kota Semarang wajib segera turun dan mengusut tuntas tanpa menunda waktu. Jangan ada yang menutupi atau memperlambat proses hukum bagi siapa pun yang lalai,” tegasnya.

Baca Juga :  Perhutani Raih Penghargaan Polsus Teladan Tingkat Jawa Tengah 

Vio Sari juga mengingatkan, Program MBG adalah harapan bagi masa depan anak-anak bangsa, bukan sumber penderitaan.

“Siapa pun yang bersalah, baik penyedia makanan maupun pihak yang bertugas mengawasi, wajib bertanggung jawab sepenuhnya di hadapan hukum. Semoga seluruh korban segera pulih dan peristiwa kelam ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Diketahui, korban, yakni 698 orang, mendapat perawatan langsung di lingkungan sekolah. Sementara 9 orang yang kondisinya lebih berat dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga :  Mudik Lebaran 2026: Polda Jateng Hadirkan Valet Ride dan Chatbot Si Polan

Mereka mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, dan lemas mulai muncul pada malam hari hingga Jumat pagi (31/72026).

Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, menu yang disajikan berupa ayam bumbu rendang dan sayur daun singkong. Namun ditemukan fakta yang sangat memprihatinkan, daging ayam belum matang sempurna dan masih berdarah, sedangkan sayuran didapati berisi ulat.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah mengambil sampel makanan dan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium. Penyaluran makanan dari penyedia terkait juga telah dihentikan sementara.

(Tim)

Berita Terkait

BNPT Dorong Ponpes Al Muttaqin Bangun Kemandirian Ekonomi
Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”
Kapolda Jateng Berikan Penghargaan Kepada 37 Personel Polri dan 12 Masyarakat yang Berprestasi
Alas Hak Sudah Dinyatakan Palsu Pengadilan, Perpanjangan SHGB No.722 Tetap Berjalan Tanpa Penindakan
Biddokkes Polda Jateng Bantu Warga Ketahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini Melalui Skrining TB Paru Gratis di Sam Poo Kong
Polda Jateng Tindak Tegas Tawuran Antar Kelompok, 4 Remaja Ditetapkan Tersangka, 17 Lainnya DPO
“Tak Enak Tak Bayar”, Durian Pak Eko Semarang Tuai Kepercayaan Warga
Ditresnarkoba Polda Jateng Berhasil Gagalkan Peredaran 23 Paket Sabu di Wilayah Karanganyar

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Kapolda Jateng Berikan Penghargaan Kepada 37 Personel Polri dan 12 Masyarakat yang Berprestasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Alas Hak Sudah Dinyatakan Palsu Pengadilan, Perpanjangan SHGB No.722 Tetap Berjalan Tanpa Penindakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Biddokkes Polda Jateng Bantu Warga Ketahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini Melalui Skrining TB Paru Gratis di Sam Poo Kong

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Polda Jateng Tindak Tegas Tawuran Antar Kelompok, 4 Remaja Ditetapkan Tersangka, 17 Lainnya DPO

Berita Terbaru