SEMARANG || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melalui Asper/KBKPH Tempuran, Mujiono, turut mendampingi kunjungan Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 455/Satria Pandanaran di Dusun Jatisari, Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Selasa (15/09/2026).
Kunjungan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.04 WIB tersebut diikuti sekitar 35 orang. Selain Danrem 073/Makutarama, hadir Dandim 0714/Salatiga, Danyonif TP 455/Satria Pandanaran beserta jajaran, unsur Forkopimcam Bancak, jajaran TNI, pemerintah desa, pihak pelaksana pembangunan, serta Asper/KBKPH Tempuran Perhutani KPH Semarang, Mujiono beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Danrem menerima paparan dari Manager Proyek, Agung Saefudin, terkait perkembangan pembangunan sekaligus sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan.
Setelah paparan, Danrem bersama rombongan melakukan pengecekan secara langsung terhadap sejumlah barak dan bangunan di kompleks Yonif TP 455/Satria Pandanaran.
Berdasarkan laporan perkembangan pembangunan, pekerjaan dilaksanakan oleh PT Aryasatya Kayana Utama berdasarkan SPMK Nomor SPMK/1674.t/IV/2026/PUSKON. Pekerjaan dimulai pada 13 Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada 30 September 2026.
Adapun sasaran pembangunan meliputi empat unit barak siaga, satu unit dapur yon, satu unit shelter alber, pematangan lahan gudang MKK, pematangan lahan rumah dinas K-45 sebanyak empat kepala keluarga, serta pematangan lahan rumah dinas H-70 sebanyak satu kepala keluarga.
Hingga Selasa (15/09/2026), progres pembangunan telah mencapai 90,56 persen. Sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung antara lain pengecatan eksterior barak, pengecatan plafon, pekerjaan saluran, pemasangan pintu UPVC, pemasangan lisplank dapur, pengecatan bangunan dapur, serta fabrikasi struktur baja untuk garasi alber.
Dalam paparannya, pihak pelaksana juga menyampaikan kendala terkait ketersediaan air dari sumur bor yang memiliki rasa asin atau payau. Untuk mengatasi persoalan tersebut, telah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi agar kebutuhan air di kompleks batalyon dapat terpenuhi dengan baik.
Sementara itu, kebutuhan daya listrik juga telah mendapatkan penambahan.
Menanggapi kendala tersebut, Danrem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, menyampaikan apresiasi kepada pihak pelaksana pembangunan dan memastikan persoalan air akan dicarikan solusi dengan melibatkan tenaga ahli.
“Terima kasih kepada pimpinan proyek. Untuk kendala air asin atau payau nanti akan kita atasi dan akan kita datangkan tenaga ahli. Untuk permasalahan daya listrik juga sudah dilakukan penambahan dan akan kita koordinasikan dengan pihak PLN agar kebutuhan listrik di batalyon ini dapat terpenuhi,” ujar Ezra.
Ia juga mengapresiasi perkembangan pembangunan Yonif TP 455/Satria Pandanaran yang dinilai berjalan relatif cepat.
“Yonif TP 455/Satria Pandanaran termasuk salah satu yang paling cepat pembangunannya,” tambahnya.
Asper/KBKPH Tempuran Perhutani KPH Semarang, Mujiono, mengatakan bahwa Perhutani terus mendukung koordinasi dan sinergi dengan unsur TNI serta para pihak terkait dalam rangka memastikan kegiatan di wilayah kerja dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
“Perhutani KPH Semarang melalui jajaran di lapangan siap mendukung koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kami berharap pembangunan Yonif TP 455/Satria Pandanaran dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” ungkap Mujiono.
Kunjungan Danrem 073/Makutarama diakhiri dengan pengecekan sejumlah bangunan dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 90,56 persen, penyelesaian pembangunan Yonif TP 455/Satria Pandanaran diharapkan dapat tercapai sesuai target pada 30 September 2026.
Laporan: Wahyu






