SOLO || Portaljatengnews.com – Peneliti digital forensik Rismon Sianipar menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), terkait tudingan mengenai keaslian ijazah yang pernah ia sampaikan sebelumnya. Pertemuan penuh makna ini berlangsung di kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, pada Kamis (12/3/2026), didampingi oleh pengacaranya, Jahmada Girsang.
Dalam pertemuan tersebut, Rismon tidak hanya menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi, tetapi juga kepada publik, sambil menegaskan dengan tegas bahwa ijazah milik mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah asli. “Tentu saja saya meminta maaf kepada publik, dan lebih lagi kepada pihak yang terkait langsung, yaitu Bapak Jokowi,” ujar Rismon dengan penuh kesungguhan.
Keputusan ini merupakan hasil dari penelitian terbaru yang dilakukan Rismon, yang mengubah kesimpulan yang pernah ia sampaikan sebelumnya mengenai adanya dugaan kejanggalan pada dokumen tersebut. Ia kini memastikan tidak ada hal yang mencurigakan pada ijazah tersebut, baik versi yang diunggah oleh Dian Sandi Utama maupun yang diperiksa dalam gelar perkara khusus.
“Hasil penemuan baru saya menunjukkan bahwa watermark dan emboss yang terdapat pada dokumen yang diunggah Dian Sandi Utama konsisten dengan yang saya lihat saat gelar perkara khusus. Saya telah menyampaikan hal ini kepada penyidik seminggu yang lalu,” jelasnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana yang hangat dan bersahabat, menjelang bulan suci Ramadan. Jokowi menerima kedatangan mereka dengan baik, memberikan harapan bahwa kasus ini dapat diselesaikan secara damai dan beradab. “Sangat bersahabat, bahkan kami sempat tertawa bersama. Menjelang puasa seperti ini, pertemuan ini benar-benar sesuai dengan harapan kami. Kami diterima secara pribadi oleh Bapak Jokowi,” tambah Rismon.
Jahmada Girsang, pengacara Rismon, juga menuturkan bahwa suasana pertemuan sangat akrab. Ia membawa oleh-oleh berupa makanan dan kain ulos khas Batak sebagai simbol perdamaian dan niat baik untuk menyelesaikan perkara yang dilaporkan oleh Jokowi pada 30 April lalu.
“Tadi klien saya, Rismon, diterima lebih dulu beberapa menit sebelum saya, karena saya sedang menata makanan yang kami bawa. Pertemuan ini sangat bersahabat, dan itulah tujuan kami—menyelesaikan perkara ini, khususnya antara Rismon dan Bapak Jokowi,” pungkas Jahmada.
Vio Sari
Editor : Heri







