Penganiayaan Siswa SMA Semarang: Korban Dioperasi, Keluarga Lapor ke Polrestabes

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Kasus kekerasan kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Seorang siswa kelas XI salah satu SMA Negeri di Semarang berinisial NYK, menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh adik kelasnya sendiri, AF (Kelas X). Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka parah hingga harus menjalani tindakan operasi, dan pihak keluarga kini telah resmi melaporkan pelaku ke Polrestabes Semarang.

Peristiwa berawal pada Kamis, 7 Mei 2026, saat NYK hendak menemui temannya di kelas lain. Di perjalanan, ia berpapasan dengan rombongan siswa kelas X. Saat berinteraksi, NYK merasa jawaban yang diterimanya bernada mempermainkan, sehingga ia pun menegur kelompok tersebut. Tak lama setelah kejadian, NYK menerima pesan singkat yang berisi ajakan berduel. Menganggap hal itu tidak penting dan demi keselamatan diri, korban memilih untuk tidak meladeni ajakan tersebut.

Keesokan harinya, Jumat, 8 Mei 2026, NYK diajak ke area belakang sekolah dengan alasan untuk mendamaikan masalah agar tidak berlarut-larut. Berniat baik untuk menyelesaikan kesalahpahaman, NYK datang lebih awal sebelum pelaku tiba. Ia bahkan berinisiatif meminta maaf berulang kali atas tegurannya di hari sebelumnya, demi meredakan suasana. Namun, niat baik tersebut justru ditafsirkan sebagai bentuk ketakutan oleh pelaku.

Baca Juga :  Dugaan Penipuan Koperasi BLN, Satu Kepala Cabang Sudah Ditetapkan Tersangka

Sesampainya di lokasi, AF, yang diketahui merupakan seorang atlet tinju, langsung melakukan aksi kekerasan. Pelaku memukul wajah korban secara bertubi-tubi hingga NYK jatuh tersungkur. Meski korban sudah terkapar dan berulang kali meminta ampun, pemukulan tetap dilanjutkan secara brutal. Pelaku bahkan sempat menantang korban untuk “ronde kedua” dan menghalangi teman korban yang berusaha datang menolong.

Akibat hantaman keras di bagian wajah, korban sempat mengalami kejang dan kehilangan kesadaran di lokasi sebelum akhirnya diselamatkan oleh teman-temannya. Pasca-kejadian, korban sempat dibawa ke rumah teman untuk pertolongan pertama, lalu dilarikan ke klinik terdekat. Namun, pihak klinik menolak menangani karena luka yang diderita tergolong sangat parah. Korban baru tiba di kediamannya sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Melihat kondisi putranya yang memburuk, orang tua korban segera membawa NYK ke RS Columbia Asia Semarang. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya keretakan serius pada tulang pipi. Karena tingkat keparahannya, korban harus langsung dirawat intensif dan menjalani tindakan operasi.

Baca Juga :  Kebebasan Pers Terhambat, Vio Sari Desak Semua Pihak Hentikan Intimidasi Wartawan

Melihat penderitaan yang dialami anaknya, Diana, ibu kandung korban, merasa sangat terpukul dan menuntut tegas kebijakan dari pihak sekolah. Ia meminta pelaku dikeluarkan dari sekolah, mengingat tindakan tersebut dinilai sudah melampaui batas kenakalan remaja biasa.

“Ini bukan sekadar perundungan biasa. Apa yang dilakukan pelaku sudah mengarah pada premanisme dan tindak pidana murni. Seorang atlet bela diri menyerang siswa yang tidak berdaya hingga tulang wajahnya retak dan harus dioperasi, hal seperti ini tidak boleh ditoleransi di lingkungan pendidikan,” tegas Diana.

Demi menegakkan keadilan, pihak keluarga resmi melaporkan kejadian ini ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang. Dalam proses hukum ini, keluarga korban didampingi penuh oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ratu Adil agar kasus diusut tuntas dan transparan.

Di akhir pernyataannya, Diana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian Polrestabes Semarang yang dinilai sangat responsif dan sigap dalam menangani kasus yang menimpa anaknya tersebut.

(ttg/*)

Editor : Portaljatengnews.com

Berita Terkait

Polda Jateng Apresiasi Masyarakat, Konser dan Penyampaian Aspirasi di Borobudur Berlangsung Kondusif
Kembali Kunjungi Ulama di Magelang, Wujud Kedekatan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Dengan Tokoh Agama Sejak Awal Masa Jabatan
Ditpolairud Polda Jateng Gandeng Nelayan Cegah Kriminalitas Pesisir Lewat Program PANCANAKA PESISIR
Persoalan BPJS Pasien Kecelakaan, Keluarga Pasien Setuju Gunakan Pembiayaan Umum di RS Ketileng
Komitmen Kawal Investasi Daerah, Kapolda Jateng Siap Berantas Premanisme dan Pungli di Kawasan Industri
Dari Tempat Tinggal Hingga Antar-Jemput, Rumah Singgah SOS Semarang Penuhi Kebutuhan Pasien Tanpa Biaya
Aksi Unjuk Rasa di Semarang Berakhir Tertib, Kapolda Jateng Apresiasi Mahasiswa dan Personel Pengamanan
Propam Polda Jateng Periksa Personel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Gubernuran, Pastikan Tanpa Senjata dan Benda Berbahaya

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:10 WIB

Polda Jateng Apresiasi Masyarakat, Konser dan Penyampaian Aspirasi di Borobudur Berlangsung Kondusif

Minggu, 1 November 2026 - 09:02 WIB

Kembali Kunjungi Ulama di Magelang, Wujud Kedekatan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Dengan Tokoh Agama Sejak Awal Masa Jabatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ditpolairud Polda Jateng Gandeng Nelayan Cegah Kriminalitas Pesisir Lewat Program PANCANAKA PESISIR

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Persoalan BPJS Pasien Kecelakaan, Keluarga Pasien Setuju Gunakan Pembiayaan Umum di RS Ketileng

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Komitmen Kawal Investasi Daerah, Kapolda Jateng Siap Berantas Premanisme dan Pungli di Kawasan Industri

Berita Terbaru