Atap Rumah Roboh Menghantam Punggungnya Demi Melindungi Anak, Nasib Nurul Warga Desa Putatnganten Grobogan: Pernah Terdata Bantuan RTLH Namun Beralih ke Orang Lain

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nampak rumah tidak layak huni, atap ambruk.

Foto: Nampak rumah tidak layak huni, atap ambruk.


GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Hujan deras disertai angin kencang pada Kamis sore, 29 Oktober 2026 sekira pukul 17.00 WIB, menjadi momen yang nyaris menelan tragedi bagi Nurul Luksiyanti (33), warga Dusun Sambirejo, RT 01 RW 04, Desa Putatnganten, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Saat anak-anaknya terlelap, atap rumah tempat mereka berteduh tiba-tiba ambruk. Dengan naluri seorang ibu, Nurul langsung merangkul keempat anaknya, sehingga pecahan genteng yang jatuh menghantam punggungnya, bukan tubuh anak-anak yang masih kecil itu.

“Waktu itu hujan deras banget disertai angin kencang, anak-anak sedang tertidur. Tiba-tiba atap rumah ambruk dan reflek saya langsung merangkul anak-anak yang sedang tertidur, sehingga genteng yang jatuh menghantam punggung saya,” ujar Nurul dengan suara bergetar. Ia telah lama berjuang sendirian menghidupi keempat anaknya, karena suaminya telah lama pergi merantau dan jarang pulang.

Kondisi rumah yang ditempati Nurul selama ini sebenarnya sudah tidak layak huni. Dinding yang rapuh, atap yang bocor, dan lantai tanah yang lembap saat hujan menjadi pemandangan sehari-hari bagi keluarga kecil ini. Yang menyayat hati, Nurul ternyata pernah terdata sebagai penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun lalu. Namun entah mengapa, bantuan itu beralih ke warga lain, sementara rumahnya tetap berdiri rapuh menantang cuaca.

Baca Juga :  Perhutani KPH Telawa Laksanakan Monev Pengelolaan Wisata Embun Bening Kedungombo Park

Murtadlo, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan bahwa warga sekitar tidak tinggal diam. Meski kemampuan ekonomi warga sendiri terbatas, mereka sepakat mengumpulkan bantuan sukarela untuk membantu memperbaiki atap rumah yang ambruk.

“Yang ambruk hanya atap rumahnya, bukan rumahnya yang roboh. Dan sudah sepakat warga urunan minimal Rp 10 ribu, bisa Rp 20 ribu, dan lebih besar lebih baik,” ungkap Murtadlo. Semangat gotong royong warga memang patut diapresiasi, namun sumbangan warga tentu belum cukup untuk membangun kembali rumah yang secara keseluruhan sudah tidak layak dihuni. Jumat (30/10/2026).

Baca Juga :  Remaja Putatnganten Karangrayung Tewas Usai Tabrakan di Jalan Raya Depan RS Getas Pendowo

Kisah Nurul menyisakan pertanyaan besar. Mengapa warga yang rumahnya nyaris rubuh dan benar-benar membutuhkan justru tidak menerima bantuan yang sudah dijanjikan? Ke mana arah penyaluran program RTLH jika bukan kepada mereka yang paling membutuhkan? Warga berharap instansi pemerintah terkait segera turun ke lapangan, memverifikasi kondisi yang sebenarnya, dan memastikan warga yang benar-benar membutuhkan tidak harus menunggu tragedi menimpa baru mendapatkan perhatian.

Nurul dan keempat anaknya masih bertahan di rumah yang atapnya belum utuh kembali. Di tengah keterbatasan dan kesendiriannya, ia hanya berharap ada pihak yang peduli, agar anak-anaknya dapat tumbuh besar di rumah yang aman, layak, dan terlindung dari terjangan hujan dan angin.

Harapan penulis: Semoga kebaikan warga yang sudah menyisihkan rezekinya menjadi berkah, dan semoga perhatian pemerintah segera hadir di tengah mereka. (ttg)

Berita Terkait

Perhutani Tandatangani MoU Penanggulangan Bencana dengan BPBD Grobogan
Tragedi Sendang Theleng: Remaja Pelajar Tenggelam, Kapolsek Karangrayung Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Pernah Jadi Tersangka, Heri Sweke Kembali Berulah, Kali Ini Diduga Hina Wapres dan PSI
Dari Aspirasi Warga, Setu Wiyono Maju Pilkades, Bawa Harapan Baru untuk Desa Termas  
Teriakan “Salam Restorasi” Saat Pendaftaran Balon Kades Kapung, Netralitas Kadus di Grobogan Dipertanyakan
Dana RTLH Diduga Sudah Turun, Endang Janda Tiga Anak di Putatnganten Grobogan Masih Bertahan di Rumah Keropos
Ratusan Warga Kawal H. Moh. Asrori Serahkan Berkas Pendaftaran Bakal Calon Kades Putatnganten
Karyawan Perhutani KPH Telawa Peduli Bantu Air Bersih untuk Warga Cekel

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Atap Rumah Roboh Menghantam Punggungnya Demi Melindungi Anak, Nasib Nurul Warga Desa Putatnganten Grobogan: Pernah Terdata Bantuan RTLH Namun Beralih ke Orang Lain

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Perhutani Tandatangani MoU Penanggulangan Bencana dengan BPBD Grobogan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Tragedi Sendang Theleng: Remaja Pelajar Tenggelam, Kapolsek Karangrayung Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Pernah Jadi Tersangka, Heri Sweke Kembali Berulah, Kali Ini Diduga Hina Wapres dan PSI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Dari Aspirasi Warga, Setu Wiyono Maju Pilkades, Bawa Harapan Baru untuk Desa Termas  

Berita Terbaru

Daerah

Simulakrum Wawuk versus Feminisme (LGBT) — Bagian 1

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:17 WIB