MAKI‑ICW Peringatkan Potensi Korupsi Besar, Laporan Rangkap Jabatan Demak Diteruskan ke KPK

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


DEMAK || Portaljatengnews.com – (29/10/2026) – Kontroversi seputar dugaan transaksi jabatan dengan modus rangkap jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak semakin bergema setelah lembaga antirasuah nasional MAKI dan ICW turut menyoroti persoalan ini. Bersama koalisi masyarakat sipil, keduanya mendesak aparat penegak hukum turun tangan dan bahkan mendatangi Gedung Merah Putih KPK untuk menyerahkan berkas‑berkas temuan di lapangan.

Di lingkaran terdekat Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, terlihat sejumlah manuver untuk meredam isu yang muncul. Namun hingga kini, baik Bupati maupun Sekda Ahmad Sugiarto, ST, MT, tetap belum memberikan pernyataan apa pun. Permintaan konfirmasi yang dikirim melalui pesan dan telepon tidak mendapatkan jawaban, meskipun pesan berhasil terkirim dan panggilan tersambung.

Koalisi yang didukung MAKI dan ICW tidak berhenti di situ. Mereka terus memperkuat jaringan nasional, sementara KP2KKN menerjunkan tim dan relawan untuk memantau serta mendalami modus‑modus yang diduga berlangsung sejak periode pertama kepemimpinan sekarang.

Baca Juga :  Kapolres Demak : Mari Jadikan Keselamatan Sebagai Kebutuhan

“Rangkap jabatan karena keadaan darurat masih logis. Tetapi jika dipertahankan bertahun‑tahun, pasti ada yang salah,” ujar Prof Dr Trubus Rahardiansah, pakar kebijakan publik Universitas Tri Sakti Jakarta.

Boyamin Saiman, penggiat antikorupsi dari MAKI, menegaskan, “Jika rangkap jabatan dijadikan kebiasaan berkelanjutan, hal itu tidak dapat dibenarkan. Legislatif perlu memanggil pihak terkait, karena hal ini merusak sistem meritokrasi birokrasi.”

Senada dengan itu, ICW mendorong gerakan masyarakat sipil untuk terus menyuarakan indikasi maladministrasi dan dugaan penyimpangan proyek ke KPK.

Mohamad Abror, tokoh asal Demak yang bermukim di Jakarta, mengungkapkan keprihatinan atas kemandegan pembangunan. “Demak makin kumuh, lalu lintas semrawut, dan potensi wisata religi belum tergarap maksimal. Diduga ada distorsi akibat praktik dugaan jual‑beli jabatan melalui rangkap jabatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ziarah ke Makam Raja, Forkopimda Berdo'a Untuk Keamanan Kabupaten Demak

Sejumlah politisi senior DPRD Demak juga menyoroti kinerja Sekda yang dinilai belum mampu mengonsolidasi birokrasi, sehingga kebijakan sering saling bertabrakan. Mereka menyarankan evaluasi mendalam, bahkan pergantian jika diperlukan demi kepentingan masyarakat.

Jajaran DPRD Demak menyatakan mendukung langkah koalisi sipil. “Kami akan mengkaji, mengoordinasikan dengan komisi terkait, dan menjalankan fungsi pengawasan demi perbaikan layanan publik,” tegas salah satu pimpinan fraksi PKB.

Hingga berita ini ditulis, Bupati dan Sekda masih belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi yang disampaikan. (Vio Sari)

Berita Terkait

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Ops Patuh Candi 2026 kepada Pengemudi Ojek Online
Rotasi Pejabat Polres Demak, Kapolsek Diminta Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Demak Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi Selama 14 Hari
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Polres Demak Salurkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
Siswa SMAN 3 Demak, Dimas Putra Linardi Raih Emas Kejuaraan Menembak Piala PPAD 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:12 WIB

MAKI‑ICW Peringatkan Potensi Korupsi Besar, Laporan Rangkap Jabatan Demak Diteruskan ke KPK

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Ops Patuh Candi 2026 kepada Pengemudi Ojek Online

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Rotasi Pejabat Polres Demak, Kapolsek Diminta Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Demak Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani Telawa Lakukan Pengecekan Pohon Rawan Tumbang

Kamis, 29 Okt 2026 - 12:52 WIB