Bupati Pati Tindaklanjuti Arahan Mensos, Penerima Bansos Kesehatan Diperbarui

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pemutakhiran DTKS dan DTSEN terkait penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Senin (21/7/2025) sore.

Kegiatan pemutakhiran DTKS dan DTSEN terkait penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Senin (21/7/2025) sore.


PATI || Portaljatengnews.com – Guna melakukan pemutakhiran atau pembaruan data penerima bansos yakni Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan di wilayah Kabupaten Pati, sejumlah petugas PKH dikumpulkan, pertama dengan BPS, Asisten 1, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Sudewo di Pendopo Kabupaten saat memimpin kegiatan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Data Terpadu Elektronik Nasional (DTSEN) terkait penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Senin (21/7/2025) sore.

Baca Juga :  Bisik Kawan Gelar Khitanan Massal Gratis dan Santunan Anak Yatim di Desa Karaban Pati

Proses pemutakhiran data tersebut merupakan tindaklanjut dari arahan Menteri Sosial.

Menurutnya untuk memastikan keakuratan penerima bansos, perlu melibatkan instansi terkait dari mulai petugas PKH, BPS, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dinsos, Dinkes, para camat, kepala desa, serta operator data di tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, Dandim Pati Gelar Giat Komsos dengan KBT dan Masyarakat

Disebutkan, bahwa data yang valid akan menjamin penerima manfaat tepat sasaran.

Sudewo juga mengatakan bagi yang berhak mendapatkan bansos harusnya masuk, sedangkan yang tidak berhak harus dievaluasi.

Dikatakan, bahwa pemerintah pusat memberi batas waktu hingga akhir Juli 2025. Sudewo meminta agar bekerja aktif seluruh unsur sosial dan pemerintahan mulai dari tingkat bawah, agar tepat sasaran demi asas kemanusiaan dan keadilan.

Baca Juga :  Karaoke Ilegal di Desa Margomulyo Pati Dirobohkan Dinas Terkait

“Kami berharap semua petugas PKH yang ada dibantu oleh camat, kepala desa, dan operator menjalankan tugasnya dalam rangka pemutakhiran data ini,” kata Sudewo.

Kegiatan ini menurut Sudewo, tidak hanya soal data, tetapi juga soal keadilan dan kemanusiaan.

Laporan: Budi
Editor: Heri

Berita Terkait

Kuasa Hukum Warga Penambuhan Laporkan PT Fuhua ke Kejaksaan Negeri Pati
Polresta Pati Fasilitasi Penyidik KPK Lakukan Pemeriksaan Saksi Kasus OTT
Setelah Bupati Sudewo Jadi Tersangka, Ahmad Husein dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Berpotensi Diperiksa KPK
KPK Beber Karung Hijau Berisi Bukti Pemerasan Bupati Pati
Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diperiksa di Polres Kudus
Pabrik Tas di Pati Diduga Ilegal, Adv Bagas Pamenang: Warga Resah, 90 Persen Pekerja Diduga WNA
Berikan Rasa Aman dan Nyaman, Babinsa 21/ Trangkil   Laksanakan Pengamanan Ibadah Natal
Bela Negara di Lapas Pati: Disiplin dan Loyalitas Jadi Bukti Nyata

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

Kuasa Hukum Warga Penambuhan Laporkan PT Fuhua ke Kejaksaan Negeri Pati

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:02 WIB

Polresta Pati Fasilitasi Penyidik KPK Lakukan Pemeriksaan Saksi Kasus OTT

Kamis, 22 Januari 2026 - 05:41 WIB

Setelah Bupati Sudewo Jadi Tersangka, Ahmad Husein dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Berpotensi Diperiksa KPK

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:58 WIB

KPK Beber Karung Hijau Berisi Bukti Pemerasan Bupati Pati

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:39 WIB

Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diperiksa di Polres Kudus

Berita Terbaru