Geger Keracunan Massal di Grobogan, Puluhan Santri Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban keracunan MBG saat hendak dilarikan ke Rumah Sakit.

Korban keracunan MBG saat hendak dilarikan ke Rumah Sakit.


GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Suasana panik menyelimuti Kecamatan Gubug, Grobogan, setelah puluhan santri dari berbagai pondok pesantren dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan makanan. Insiden ini memaksa RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug untuk membuka ruang perawatan tambahan demi menampung lonjakan pasien.

Menurut pantauan di lapangan, hingga Minggu (11/1), sedikitnya 83 santri harus menjalani rawat inap. Mereka tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD dr. Soedjati Purwodadi, serta beberapa puskesmas di wilayah Kedungjati, Godong, dan Karangrayung. Lebih dari 600 warga diperkirakan terdampak, dengan keluhan mulai dari mual, muntah, diare, hingga dehidrasi.

“Pasien dengan kondisi dehidrasi langsung kami rawat inap,” ujar dr. Djatmiko, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, yang memastikan bahwa kondisi pasien secara umum mulai membaik meski beberapa masih memerlukan pengawasan ketat.

Baca Juga :  Dianggap Nunggak Padahal Rutin Bayar, Ini Penjelasan BRI Kedungjati Soal Kasus SL

Satgas MBG Turun Tangan

Ketua Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Grobogan, Sugeng Prasetyo, bersama Sekretaris Daerah Grobogan, Anang Armunanto, langsung turun tangan meninjau RSUD Ki Ageng Getas Pendowo. Mereka menyapa para santri dan keluarga, menggali informasi terkait kronologi kejadian dan keluhan yang dirasakan setelah menyantap menu MBG.

“Biasanya makanan datang jam 9 pagi, tapi kemarin baru datang jam 11,” ungkap salah seorang santri. Keluhan lain yang muncul adalah perubahan rasa pada telur dan nasi kuning yang disajikan. “Telurnya beda, kurang enak. Nasi kuningnya juga aneh, bagian bawahnya lembap dan lengket,” timpal santri lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Sugeng meminta para santri untuk tidak trauma dengan program MBG. Ia berjanji akan melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh. “Jangan sampai trauma. Dapur dan seluruh proses MBG akan kami benahi agar lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Beredar Rekaman Telepon Diduga Kades Jeketro dengan Wartawan Viral di Medsos, "Konfirmasi Tak Ditanggapi"

Investigasi Intensif Dilakukan

Untuk mengungkap penyebab keracunan, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, puskesmas, dan SPPI telah mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka memeriksa kemungkinan adanya SOP yang terabaikan dalam proses pengolahan dan distribusi makanan.

“Tim juga mengambil sampel menu hari Jumat, yakni nasi kuning, telur dadar, orek tempe, dan abon. Seluruhnya akan diperiksa untuk mengetahui sumber dugaan keracunan,” jelas dr. Djatmiko. Sampel tersebut akan dikirim ke Labkesda untuk dianalisis lebih lanjut.

Insiden ini menjadi pukulan telak bagi program MBG yang baru saja diluncurkan. Masyarakat berharap, pemerintah daerah dapat segera menemukan penyebab keracunan dan melakukan langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (ttg/*)

Berita Terkait

Monitoring Persemaian KPH Telawa Pastikan Bibit Berkualitas
Tokoh dan Masyarakat Desa Putatnganten Sepakat Dukung Asrori Maju Pilkades 2026
Baru Jadi Pondasi, Proyek GOR di Pengkol Grobogan Terhenti Hampir Dua Tahun, Warga Sesalkan Prioritas Pembangunan
Api Abadi Mrapen, Awal Perjalanan Spiritual Menuju Puncak Waisak 2570 BE
Kades Lebengjumuk Grobogan Resmi Jadi Tersangka: Terlibat Pencurian 107 Batang Kayu Jati Milik Perhutani 
Bantah Mandek Usut Kasus, Kapolsek Karangrayung: Pelaku Penganiayaan Masih Diburu
Dianggap Nunggak Padahal Rutin Bayar, Ini Penjelasan BRI Kedungjati Soal Kasus SL
BRI Unit Boloh Akui Kelalaian Layanan, Rekening Grib Jaya Resmi Aktif

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:58 WIB

Monitoring Persemaian KPH Telawa Pastikan Bibit Berkualitas

Senin, 8 Juni 2026 - 08:17 WIB

Tokoh dan Masyarakat Desa Putatnganten Sepakat Dukung Asrori Maju Pilkades 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:21 WIB

Baru Jadi Pondasi, Proyek GOR di Pengkol Grobogan Terhenti Hampir Dua Tahun, Warga Sesalkan Prioritas Pembangunan

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:03 WIB

Api Abadi Mrapen, Awal Perjalanan Spiritual Menuju Puncak Waisak 2570 BE

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:58 WIB

Kades Lebengjumuk Grobogan Resmi Jadi Tersangka: Terlibat Pencurian 107 Batang Kayu Jati Milik Perhutani 

Berita Terbaru