Nglebak, Desa di Blora Perbatasan Jateng dan Jatim Minim Akses

- Redaksi

Jumat, 25 April 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akses jalan di Desa Nglebak, Kec. Kradenan, Kab. Blora, nampak belum dibeton atau diaspal.

Akses jalan di Desa Nglebak, Kec. Kradenan, Kab. Blora, nampak belum dibeton atau diaspal.

BLORA || Portaljatengnews.com – Nglebak adalah nama Desa di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memiliki aksesibilitas terbatas karena keadaan geografi, transportasi, dan sosial budaya. Warga setempat mengeluhkan susahnya sinyal, akses transportasi minim, dan semua kebutuhan domestik didapat dari Ngawi, Jawa Timur.

Secara administrasi, Nglebak terbagi atas beberapa dukuh. Mulai dari Dukuh Nglebak, Kalikangkung, Plumbon dan Dukuh Ngandong. Akses antara dukuh tersebut pun relatif jauh dan harus ditempuh melewati jalur sepi alias hutan lebat dengan jalan yang tak beraspal namun hanya ditalud dan jalan makadam yang penuh bebatuan tajam. Menurut dia, yang diaspal hanya sedikit, itu pun sudah rusak karena menjadi jalur pengangkut pasir dan hasil pertanian.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, Menyampaikan, ada sejumlah keunikan tersendiri di Nglebak selama ini. Pertama, wilayah ini berpenghasilan besar di sektor pertanian, terutama padi, jagung dan Tebu.

“Jika dibandingkan dengan wilayah Blora lain, ya jauh beda, apalagi di sini dekat Bengawan Solo,” ujar Eko, Jumat (25/4/2025).

Kedua, kualitas jati yang teruji. “Banyak warga Ngawi mengambil bibit dari jati di sini,” tambah dia.

Baca Juga :  Tepis Isu Tutup Mata, Polres Blora Tindak Tegas Penambangan Minyak Ilegal
Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono.

Selanjutnya, menurut dia, potensi alam disana memang sangat menarik. Banyak wana wisata dan wisata sungai yang dekat Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang bisa digarap menjadi objek wisata lintas provinsi.

Menurut dia, Warga Nglebak mulai maju mengikuti era digitalisasi. “ warga sudah banyak yang mengenal HP. Meski ada HP, sinyal pun susah,” lanjut dia.

Selain itu, kalau ada warga setempat yang kerja di luar kota atau di luar provinsi, kebanyakan dari mereka tak mau kembali lagi ke desanya.

“Banyak yang sudah mengenal dunia luar, tapi mereka ya menetap di Jakarta, Kalimantan, Semarang, Surabaya dan daerah lain,” ujarnya.

Kalau kegiatan pemberdayaan masyarakat, kata dia, beberapa tahun ini sudah ada yang menyentuh.

“Hari ini ada mahasiswa KKN dari Universitas salah satunya dari UGM yang mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujar dia.

Kemudian, keunikan lain menurut Eko adalah banyak warga yang umurnya tua alias awet hidup.

Penyebab umur awet, menurut dia, mungkin karena banyak mengonsumsi makanan yang orisinil dan jauh dari unsur kimia. “La gimana lagi, makanannya ya nasi padi, nasi jagung, ketela, cemilannya ya jagung, kacang, wi, pisang,” papar dia.

Baca Juga :  Patroli Ngabuburit, Kapolres Blora Ingin Masyarakat Nyaman Saat Cari Menu Berbuka

Menurut Eko, warga setempat juga aman dari berbagai jenis kejahatan.Di sini motor jarang yang dimasukkan rumah. Karena aman dari curanmor.

Ia berharap, ke depan ada perhatian khusus dari pemerintah agar Desa Nglebak bisa semakin maju, baik dari segi infrastruktur, terutama jalan maupun SDM warga setempat.

Lebih lanjut saat tim Portaljateng menelusuri jalan yang menghubungkan Desa Nglebak menuju ke Desa Megeri, di situ menjumpai warga yang sedang bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak sebut saja lek man (50) nama panggilannya.

Saat ditanya tim Portaljateng mengenai biaya perbaikan jalan, LekMan menjelaskan bahwa masyarakat Desa Nglebak, saat ini memperbaiki jalan dengan Swadaya.

“Kegiatan gotong royong untuk jalan-jalan yang rusak ini swadaya masyarakat, dana iuran (patungan) dari petani tebu,”ujarnya.

Masyarakat Nglebak berharap agar pemerintah Kabupaten Blora, segera memperbaiki jalan yang rusak di desanya,agar perekonomian bisa meningkat seperti di desa desa yang lain.

Laporan: Wawan

Editor : Heri

Berita Terkait

KPH Randublatung Terima Kunjungan DLH Blora, Dukung Profil Keanekaragaman Hayati
KPH Randublatung Laksanakan Kegiatan Rutin Donor Darah
Kembali Beroperasi, Mesin Pemecah Batu di Jurangjero Blora Disorot Setelah Berhenti Aktif
BKPH Temanjang KPH Randublatung Ikuti Rapat Lintas Sektoral Kecamatan Banjarejo
Kunjungi Bayi Lahir di Hari Bhayangkara, Kapolres Blora Berharap Kelak Jadi Anggota Polri yang Gagah dan Berani
Manfaatkan Rumah Kosong, Pencuri Motor di Todanan Blora Ditangkap Polisi
Tingkatkan Mutu Bibit, Perhutani Divre Jateng Adakan Job Training di Randublatung
Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Semarang Meninggal di Hotel Blora

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:41 WIB

KPH Randublatung Laksanakan Kegiatan Rutin Donor Darah

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:53 WIB

Kembali Beroperasi, Mesin Pemecah Batu di Jurangjero Blora Disorot Setelah Berhenti Aktif

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:36 WIB

BKPH Temanjang KPH Randublatung Ikuti Rapat Lintas Sektoral Kecamatan Banjarejo

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:56 WIB

Kunjungi Bayi Lahir di Hari Bhayangkara, Kapolres Blora Berharap Kelak Jadi Anggota Polri yang Gagah dan Berani

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:45 WIB

Manfaatkan Rumah Kosong, Pencuri Motor di Todanan Blora Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Jepara

Polres Jepara Latih Bahasa Isyarat, Wujud Pelayanan Inklusif

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:52 WIB

Demak

DPRD Demak Terima KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027

Senin, 20 Jul 2026 - 12:13 WIB