Ribuan Warga Kudus Meriahkan Kirab Taksis Menara Kudus ke-491

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan masyarakat Kudus saat memeriahkan peringatan Taksis Menara Kudus yang ke-491.

Ribuan masyarakat Kudus saat memeriahkan peringatan Taksis Menara Kudus yang ke-491.


KUDUS || Portaljatengnews.com – Ribuan masyarakat Kudus memadati halaman Pendapa Kabupaten Kudus pada Sabtu malam (3/1/2026) untuk mengikuti tradisi Kirab Laku Banyu Panguripan. Dengan membawa obor dan mengenakan pakaian adat Kudusan, mereka berjalan kaki menuju Kompleks Menara Kudus, memeriahkan peringatan Taksis Menara Kudus yang ke-491.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kirab Laku Banyu Panguripan, yang juga dikenal sebagai Kirab Punden dan Belik, merupakan wujud pelestarian budaya dan tradisi religi, sekaligus mengenang berdirinya Kabupaten Kudus yang dianggap bersamaan dengan berdirinya Menara Kudus pada bulan Rajab 956 Hijriah (1444 Masehi).

Baca Juga :  Pengurus KONI Kudus Geruduk Gedung DPRD, Protes Anggaran.

Sebanyak 166 pengelola punden dan belik dari seluruh Kabupaten Kudus ikut serta dalam kirab yang menempuh jarak sekitar 700 meter. Mereka membawa air suci (banyu panguripan) yang diambil dari 554 belik dan punden, serta air dari Wali Songo, Sultan Fatah, Ibrahim Asmoroqondi, dan air Zamzam dari Mekah. Air-air tersebut disatukan dan didoakan melalui khataman Qur’an sebanyak 19 kali.

Baca Juga :  Seleksi Penerimaan Murid KKO SMP3 Kudus, Kabid Disdikpora: Harus Fair Jangan Ada Titipan

Air dari sumur punden dan belik itu kemudian dikirabkan secara simbolis menuju Kompleks Masjid Al Aqsha Menara Kudus sebagai wujud rasa syukur dan pelestarian tradisi agama, sekaligus napak tilas dakwah Sunan Kudus melalui budaya.

Ketua panitia kirab, Dr. Jalil, menyampaikan bahwa kehadiran Kudus adalah hasil dari laku batin, tirakat, dan doa.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Menawan Kudus Gelar Pertunjukan Wayang Kulit

“Pada malam hari ini, kita memprosesi 491 tahun yang lalu, saat daerah ini belum berdiri. Sejak itulah Kudus berdiri,” ujarnya.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam sambutannya menyatakan bahwa kirab ini menjadi kekuatan, destinasi falsafah, dan budaya di Kabupaten Kudus.

“Kami mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini,” katanya.

Laporan: Faizun

Editor : Heri

Berita Terkait

Suami di Kudus Bongkar Kebohongan Istri yang Nikah Siri dengan Pria Idaman Lain
Ribuan Tenaga Non-ASN Kudus Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Bupati Beri Pesan Khusus
Tragedi Galian C di Kudus: Dua Bocah Meregang Nyawa dalam Kubangan Maut!
SMPN 1 Mejobo Rayakan HUT ke-42 dengan Semangat Harmoni dan Humanis
LKISS Gelar Diskusi Publik Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia
Pameran Seni Rupa dan Rus Stuff SMK Raden Umar Said Kudus: Ajang Kreativitas Guru dan Siswa
Gedung Serbaguna SMP N 2 Gebog Diresmikan: Kado Istimewa untuk HUT ke-40
IOSKI Kudus Bersinar di FORDA KORMI Jateng, Raih 8 Gelar Juara

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Ribuan Warga Kudus Meriahkan Kirab Taksis Menara Kudus ke-491

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:05 WIB

Suami di Kudus Bongkar Kebohongan Istri yang Nikah Siri dengan Pria Idaman Lain

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:54 WIB

Ribuan Tenaga Non-ASN Kudus Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Bupati Beri Pesan Khusus

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:05 WIB

Tragedi Galian C di Kudus: Dua Bocah Meregang Nyawa dalam Kubangan Maut!

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:23 WIB

SMPN 1 Mejobo Rayakan HUT ke-42 dengan Semangat Harmoni dan Humanis

Berita Terbaru