KUDUS || Portaljatengnews.com – Dua bocah malang ditemukan tewas tenggelam di sebuah kubangan bekas galian C di Dukuh Pedak, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, pada Sabtu siang (22/12/2025). Insiden pilu ini menambah daftar panjang korban akibat aktivitas penambangan yang tak terkendali.
Kejadian nahas ini bermula ketika tiga sekawan yakni Ahmad Syukron Ma’mun dan Abraham Dhiyauddin, keduanya berusia 8 tahun, serta Rizqi Maulana yang juga berumur 8 tahun memutuskan untuk bermain di area tambang. Tanpa disadari, kubangan yang terisi air hujan itu menjadi jebakan maut bagi Syukron dan Abraham.
Menurut keterangan saksi mata, Syukron dan Abraham nekat menceburkan diri ke dalam kubangan sedalam 2,5 meter itu. Malang tak dapat ditolak, keduanya ternyata tak bisa berenang. Rizqi yang panik melihat kedua temannya tenggelam, segera berlari pulang untuk meminta pertolongan.
Halimatus Sa’diyah, ibu dari Syukron, bergegas menuju lokasi kejadian setelah mendengar kabar tragis tersebut. Setibanya di sana, ia histeris dan berteriak meminta bantuan para pekerja tambang. Dengan sigap, para pekerja tambang berusaha menyelamatkan kedua korban dari dalam air.
“Anak saya memang biasa main siang-siang, tapi saya tidak tahu kalau mainnya ke situ,” ujar Halimatus Sa’diyah dengan mata berkaca-kaca.
“Dia itu kembar, yang satu Syukron, yang satu Rizqi. Tiba-tiba Rizqi pulang bilang Syukron dan Abah tenggelam,” imbuhnya.
Rizqi, saudara kembar Syukron yang selamat dari maut, menuturkan bahwa mereka bertiga awalnya berniat untuk berenang di kubangan tersebut.
“Syukron sama Abah langsung nyebur duluan, terus langsung tenggelam. Aku takut, terus pulang kasih tahu Ibu,” katanya dengan nada polos.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban dilarikan ke RSI Sunan Kudus. Namun sayang, nyawa keduanya tak dapat diselamatkan. Jenazah Syukron dan Abraham kemudian dibawa kembali ke rumah duka di Dukuh Pedak untuk disemayamkan.
Pemakaman kedua korban rencananya akan dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Laporan: Faizun
Editor : Heri







