Napak Tilas Sejarah, Gus Zainal Santri Ndeso Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan di Banten

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gus Zainal (kopiah hitam sarung motif kotak-kotak) berdiri bersama KH. Rafi'udin pengasuh Pesantren Nurul Falah Tebu Ireng 09.

Foto: Gus Zainal (kopiah hitam sarung motif kotak-kotak) berdiri bersama KH. Rafi'udin pengasuh Pesantren Nurul Falah Tebu Ireng 09.


LEBAK, BANTEN || Portaljatengnews.com – Gus Zainal Santri Ndeso memilih melaksanakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Pesantren Nurul Falah Tebu Ireng 09, Desa Pasir Malang, Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Senin (17/8/2026).

Peringatan yang berlangsung khidmat di lapangan pesantren tersebut dihadiri seluruh santri, dan dewan guru, serta tamu kehormatan Gus Zainal Santri Ndeso, Da’i setengah kondang, spiritual muda yang fenomenal serta Pengasuh Majelis Istighotsah Padepokan Santri Ki Ageng Selo di Grobogan Jawa Tengah. Selain itu ia membidangi sejarah serta pengobatan tradisional ala pesantren.

Gus Zainal menyampaikan, bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi napak tilas perjalanan spiritual dan refleksi, memperkenalkan fakta sejarah bahwa salah satu tokoh angkatan pertama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) cikal bakal TNI adalah seorang santri putra asli Banten, sekaligus pengasuh pesantren, yaitu Brigadir Jenderal KH Sam’un. Ia gugur dengan pangkat Kolonel dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Anumerta.

“Perlu disampaikan kepada para santri bahwa pesantren dan kaum santri yang digawangi para kiai memiliki andil besar dalam berdirinya negara ini. Sayangnya sejarah ini banyak tercatat di arsip negara, namun jarang tersampaikan di bangku sekolah,” ujar Gus Zainal.

Baca Juga :  Silaturahmi Kamtibmas di Jenawi, Kapolres Tekankan Kebersamaan Jaga Lingkungan

Ia juga merinci sejumlah tokoh pesantren yang langsung menjadi komandan perang, antara lain Brigjen KH Kholik Hasyim (putra Hadrotus Syeikh Hasyim Asy’ari, pendiri NU), Mayor Sungkono, Kiai Akhyar Kholid, Kolonel KH Aruji Karta Winata, Letkol KH Iskandar Idris, Letkol KH Yunus Anis, serta Letkol KH Iskandar Sulaiman tokoh NU dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Rata-rata pejuang kemerdekaan didominasi oleh kalangan santri dan kiai,” tegas Gus Zainal, yang juga merupakan Ketua Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis Provinsi Jawa Tengah, yang telah menjabat selama tiga periode di bawah komando langsung Brigjen Pol Purn. Parasian Simanungkalit, S.H., M.H.

Sementara itu, dalam pidato resminya, Pengasuh Pesantren Nurul Falah, KH Rafi’udin, menegaskan bahwa peringatan ini bertujuan meneguhkan semangat nasionalisme dan nilai hubbul wathan minal iman, cinta tanah air bagian dari iman di kalangan santri.

Baca Juga :  Vio Sari Kecam Keras Dugaan Penganiayaan Wartawan Oleh Aparat Desa di Tasikmalaya

“Maknai kemerdekaan dengan tindakan nyata, kedisiplinan, dan kelanjutan perjuangan para pendahulu. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi aktif mengisi kemerdekaan melalui prestasi, akhlak mulia, dan pengabdian,” pesan KH Rafi’udin.

Ia juga mengingatkan agar santri tidak berkecil hati. Banyak tokoh besar bangsa lahir dari lingkungan pesantren, antara lain Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang pernah menjabat Presiden, serta KH Ma’ruf Amin yang menjabat Wakil Presiden, keduanya tumbuh dan besar sebagai santri pesantren.

Di akhir pidato sebelum berdoa untuk keselamatan bangsa, KH Rafi’udin mengutip syair Arab:

لَيْسَ الْفَتَى مَنْ يَقُولُ كَانَ أَبِي وَلَكِنَّ الْفَتَى مَنْ يَقُولُ هَٰأَنَذَا
“Bukan pemuda sejati yang berkata ‘Itulah ayahku!’, tetapi pemuda sejati yang berkata ‘Inilah aku!’.”

“Para santri terdahulu sudah berjuang dengan darah dan fatwa. Sekarang giliran kita. Jangan hanya bangga dengan sejarah, tapi buktikan! Inilah kami para santri yang siap menjaga negeri ini,” pungkas KH Rafi’udin disambut semangat ratusan santri yang hadir. (ttg/*)

Berita Terkait

Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres
40 Hari Belum Ditetapkan Tersangka, Penanganan Pelaku Perusakan Mesin Senilai Rp  2 Miliar di Klaten Dipertanyakan
Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath
DPRD Blora Gelar Paripurna, Bupati Arief Rohman Sampaikan Raperda APBD 2027
PAW DPRD Semarang: Arif Wicaksono Lanjutkan Amanat Dapil 5 Tanpa Perubahan AKD
Korban Pencurian: 39 Hari Tanpa SP2HP, Dugaan Pencurian Mesin Rp2 Miliar di Klaten Diragukan Penanganannya
Setetes Darah, Sejuta Harapan: KPH Randublatung Rutin Gelar Donor Darah
Gerak Cepat Polres Jepara: Kapolres Sidak Langsung Layanan Call Center 110 Demi Kepuasan Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:23 WIB

40 Hari Belum Ditetapkan Tersangka, Penanganan Pelaku Perusakan Mesin Senilai Rp  2 Miliar di Klaten Dipertanyakan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:29 WIB

PAW DPRD Semarang: Arif Wicaksono Lanjutkan Amanat Dapil 5 Tanpa Perubahan AKD

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Korban Pencurian: 39 Hari Tanpa SP2HP, Dugaan Pencurian Mesin Rp2 Miliar di Klaten Diragukan Penanganannya

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani Telawa dan Polsek Juwangi Perkuat Pengamanan Hutan

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:29 WIB