Penganiayaan di Semarang Utara, Warga Minta Penegakan Hukum Cepat dan Tegas

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Warga wilayah Semarang Utara menyuarakan kegelisahan mendalam atas terjadinya tindak penganiayaan yang menimpa salah satu warga di jalan raya, yang mempertaruhkan rasa aman masyarakat. Warga meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan cepat mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Peristiwa penganiayaan dialami warga berinisial A.W.S. pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB saat dalam perjalanan pulang kerja. Korban dihadang dua orang tak dikenal yang menaiki sepeda motor, diteriaki kata-kata kasar, dikejar hingga jatuh, leher dicekik, dipukuli berulang kali, dan nyawanya sempat terancam saat pelaku mengangkat batu untuk menghantamnya.

Baca Juga :  Lebih dari 2 Abad Berdiri, Pasar Tertua Semarang Kini Menuju Destinasi Wisata Heritage

Korban selamat berkat pertolongan warga yang segera melerai, namun menderita luka memar di siku, cakaran di leher dan dagu, serta nyeri hebat di punggung.

Laporan resmi telah diterima oleh Polsek Semarang Utara pada Selasa (8/9/2026) pukul 02.15 WIB dengan nomor: STTLP/67/IX/2026/SPKT/RES TBS SMG/SEK SMG UTR.

Kepada pihak kepolisian, masyarakat menyampaikan seruan tegas.

“Tugas mulia Bapak dan Ibu bukan sekadar menerima laporan, melainkan memastikan laporan itu tidak berdebu. Kewenangan yang diemban adalah amanah dari rakyat, bukan untuk didiamkan, tetapi untuk dijalankan dengan segenap kemampuan, kecepatan, dan ketegasan yang dimiliki,” ujarnya. Rabu (16/9/2026).

Baca Juga :  Kapolrestabes Semarang Berbagi Takjil Ramadan di Simpang Lima

Warga menuntut agar pelaku segera dilacak, ditemukan, dan ditangkap. Penganiayaan bukan pertengkaran sepele, melainkan pelanggaran hak asasi paling mendasar, hak untuk hidup aman. Warga juga berharap kehadiran aparat patroli benar-benar dirasakan, terutama di jam-jam rawan, sehingga rasa aman yang nyata dapat dipulihkan kembali.

“Keadilan yang terlambat adalah keadilan yang dikhianati. Warga berhak mendapatkan perlindungan yang nyata, bukan janji yang kosong,” tegas warga.

Vio Sari

Berita Terkait

Ditpolairud Polda Jateng Gandeng Nelayan Cegah Kriminalitas Pesisir Lewat Program PANCANAKA PESISIR
Persoalan BPJS Pasien Kecelakaan, Keluarga Pasien Setuju Gunakan Pembiayaan Umum di RS Ketileng
Komitmen Kawal Investasi Daerah, Kapolda Jateng Siap Berantas Premanisme dan Pungli di Kawasan Industri
Dari Tempat Tinggal Hingga Antar-Jemput, Rumah Singgah SOS Semarang Penuhi Kebutuhan Pasien Tanpa Biaya
Aksi Unjuk Rasa di Semarang Berakhir Tertib, Kapolda Jateng Apresiasi Mahasiswa dan Personel Pengamanan
Propam Polda Jateng Periksa Personel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Gubernuran, Pastikan Tanpa Senjata dan Benda Berbahaya
Operasi Peredaran Narkotika: Tim Gabungan Gelar Razia Hiburan Malam di Semarang
Jelang Aksi Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kapolda Jateng Tekankan Pengamanan Humanis dan Berwibawa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ditpolairud Polda Jateng Gandeng Nelayan Cegah Kriminalitas Pesisir Lewat Program PANCANAKA PESISIR

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Persoalan BPJS Pasien Kecelakaan, Keluarga Pasien Setuju Gunakan Pembiayaan Umum di RS Ketileng

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Komitmen Kawal Investasi Daerah, Kapolda Jateng Siap Berantas Premanisme dan Pungli di Kawasan Industri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Dari Tempat Tinggal Hingga Antar-Jemput, Rumah Singgah SOS Semarang Penuhi Kebutuhan Pasien Tanpa Biaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa di Semarang Berakhir Tertib, Kapolda Jateng Apresiasi Mahasiswa dan Personel Pengamanan

Berita Terbaru

Daerah

Simulakrum Wawuk versus Feminisme (LGBT) — Bagian 1

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:17 WIB