Suami di Kudus Bongkar Kebohongan Istri yang Nikah Siri dengan Pria Idaman Lain

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Dari kanan, Heri (suami sah N), Hartono (Ketua BPAN LAI Kudus)

Foto:Dari kanan, Heri (suami sah N), Hartono (Ketua BPAN LAI Kudus)


KUDUS || Portaljatengnews.com – Kasus dugaan pemalsuan dokumen pernikahan siri menggemparkan warga Kudus. N, seorang wanita berusia 19 tahun asal Karangaji, Kedung, Jepara, diduga nekat menikah siri dengan pria lain, Wawan asal Winong, Kaliwungu, Kudus, meskipun masih terikat pernikahan sah dengan Heri Kiswanto (29), seorang sopir truk asal Puyoh, Dawe, Kudus.

Heri Kiswanto, suami sah N, merasa geram dan melakukan penelusuran dibantu oleh Hartono, Ketua DPC BPAN LAI Kudus. Kecurigaan muncul setelah N mengirimkan foto Kartu Keluarga (KK) melalui aplikasi WhatsApp.

Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa N, didampingi ibunya, Nita, diduga meminta bantuan seorang modin desa Karangaji untuk membuat Surat Keterangan Kematian palsu atas nama Heri. Surat keterangan ini kemudian digunakan untuk mengubah status perkawinan di KK menjadi “Cerai Mati,” yang menjadi dasar bagi N untuk melangsungkan nikah siri dengan Wawan di Cengkalsewu, Sukolilo, Pati.

Baca Juga :  Mall Kuliner Hadir di Kota Kudus, Ada Juga Berbagai Kerajinan Tangan

“Saya sangat terpukul dan tidak menyangka istri saya tega melakukan ini,” ujar Heri dengan nada kecewa.

Setelah upaya kekeluargaan tidak membuahkan hasil, Heri akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Kaliwungu Kudus pada Jumat (2/1/2026). Diketahui bahwa N dan Wawan kini tinggal bersama di wilayah Kaliwungu, Kudus.

Kasus ini berpotensi menjerat pelaku dengan pasal berlapis, termasuk pemalsuan dokumen, pelanggaran Undang-Undang Kependudukan, Undang-Undang Perkawinan, serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Ancaman pidana meliputi penjara hingga 6 tahun dan denda hingga Rp 6 miliar bagi pelaku yang memalsukan data pribadi atau dokumen kependudukan.

Baca Juga :  Pencarian 24 Jam di Sungai Gelis, Warga Kudus Ditemukan Tak Bernyawa

UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP) yang mulai berlaku penuh di tahun 2026 mengatur sanksi lebih detail, termasuk ancaman pidana bagi penyalahgunaan dan penyebaran data pribadi.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku,” tegas Hartono dari BPAN LAI Kudus.

Kasus ini menjadi perhatian serius di tengah masyarakat Kudus, menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam administrasi kependudukan dan perlindungan data pribadi. (Ajis/*)

Berita Terkait

Polisi Telusuri Konten Remaja Bawa Sajam
Polisi Sita 40 Botol Miras dari Dua Penjual di Dawe Kudus
Polres Kudus Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Glagahwaru
Usai Tarik Rp 208 Juta di Bank, Uang dan Laptop Warga Kudus Raib dari Mobil
Polres Kudus Latih 399 Siswa SMKN 1 Kudus Pahami AI dan Waspadai Kejahatan Siber
HUT Kejaksaan ke-81, Kapolres Kudus Tekankan Pentingnya Sinergitas Antarlembaga
Sugianto Bantah Mabuk: Proses Tukar Tanah Desa Jatiwetan Sesuai Aturan
Kecelakaan Kerja di PG Rendeng Kudus, Seorang Pekerja Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:36 WIB

Polisi Telusuri Konten Remaja Bawa Sajam

Sabtu, 12 September 2026 - 10:22 WIB

Polisi Sita 40 Botol Miras dari Dua Penjual di Dawe Kudus

Sabtu, 12 September 2026 - 10:18 WIB

Polres Kudus Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Glagahwaru

Selasa, 8 September 2026 - 21:53 WIB

Usai Tarik Rp 208 Juta di Bank, Uang dan Laptop Warga Kudus Raib dari Mobil

Selasa, 8 September 2026 - 07:47 WIB

Polres Kudus Latih 399 Siswa SMKN 1 Kudus Pahami AI dan Waspadai Kejahatan Siber

Berita Terbaru

Kudus

Polisi Telusuri Konten Remaja Bawa Sajam

Sabtu, 19 Sep 2026 - 16:36 WIB