SEMARANG || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah dengan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Kodim 073/Diponegoro. Batalyon ini direncanakan akan berlokasi strategis di kawasan hutan wilayah BKPH Jembolo Utara, KPH Semarang.
Dukungan ini diwujudkan melalui peninjauan lapangan yang komprehensif di Petak 19b RPH Jragung, Senin (6/1/2026). Tujuannya adalah untuk memastikan lahan yang akan digunakan sebagai markas satuan baru benar-benar siap dan layak.
Kegiatan peninjauan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Erza Nathanael, Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto, perwakilan Koramil 13/Karangawen, Wakil Kepala Polsek Karangawen, Camat Karangawen beserta jajaran, serta Wakil Administratur/KSKPH Semarang Andi Henu beserta jajaran.
Kolonel Arm Erza Nathanael menjelaskan bahwa pengecekan ini adalah bagian dari proses penting untuk memastikan lokasi yang diusulkan memenuhi semua persyaratan teknis dan operasional. “Lahan ini dinilai strategis karena dekat dengan Bendungan Jragung dan memiliki akses jalan yang memadai,” ujarnya.
Andi Henu menambahkan bahwa peninjauan ini juga bertujuan untuk menilai kesesuaian lokasi dengan kebutuhan pembangunan markas batalyon, serta memastikan aset Perhutani di kawasan tersebut aman. “Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan kelestarian hutan,” tegasnya.
Keberadaan Yonif TP diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat sekitar. Perhutani KPH Semarang siap memberikan pendampingan teknis melalui jajaran Asper, mantri, dan petugas lapangan untuk mengawal proses ini.
“Pembangunan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan fungsi kawasan hutan,” pungkas Andi Henu.
Laporan: Wahyu
Editor : Heri







