GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan mencatat sebanyak 803 orang diduga menjadi korban usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Gubug, Grobogan.
Kepala Dinkes Grobogan, Djatmiko, mengungkapkan bahwa kasus ini mulai dilaporkan sejak Jumat (9/1/2026).
“Total ada 803 orang yang terdampak,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (13/1/2026).
Djatmiko menjelaskan, dari total korban, sebagian besar telah menunjukkan pemulihan setelah mendapatkan perawatan intensif.
“Dari 803 orang itu, 115 di antaranya harus dirawat inap. Namun, kabar baiknya, hari ini sudah 61 orang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Saat ini, tinggal 54 orang yang masih menjalani perawatan,” tambahnya.
Kejadian ini bermula ketika program MBG dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Gubug pada Jumat (9/1/2026). Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah warga mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, dan diare. Kondisi ini menyebabkan banyak siswa sekolah tidak dapat masuk kelas pada hari Sabtu (10/1/2026).
“Pada Jumat malam, kami menerima laporan adanya puluhan siswa yang mengalami mual, muntah, dan diare. Keesokan harinya, tim kami langsung melakukan pengecekan dan pemeriksaan di lapangan. Ternyata, banyak siswa yang absen sekolah karena sakit,” jelas Djatmiko.
Pihak Dinkes Grobogan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan massal ini. Sampel makanan telah diambil dan diuji di laboratorium untuk mendeteksi adanya kandungan zat berbahaya. (Putra/*)
Editor : Heri







