Musibah di Museum Ranggawarsita: Patung Hias Roboh Tewaskan Anak, Ini Penjelasan Disbudparekraf Jateng

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, Hanung Triyono.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, Hanung Triyono.


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Sebuah peristiwa memilukan mengguncang masyarakat, terjadi di kawasan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Senin (12/5/2026) lalu. Seorang siswa kelas II Sekolah Dasar berinisial AF (7 tahun), warga Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, meninggal dunia setelah tertimpa patung hiasan yang tiba-tiba roboh saat ia sedang bergelantungan di patung tersebut.

Menanggapi musibah yang menyita perhatian publik ini, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, Hanung Triyono, memberikan penjelasan resmi kepada awak media di Semarang, Jumat (22/5/2026). Ia menguraikan fakta terkait lokasi dan fungsi patung yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

“Perlu kami jelaskan, patung yang roboh itu adalah patung dekorasi atau hiasan taman. Lokasinya berada di pinggir pagar, bukan di jalur lintas utama pengunjung. Secara penempatan, itu bukanlah area yang diperuntukkan untuk bermain, melainkan area yang difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan,” tegas Hanung Triyono.

Lebih lanjut, Hanung mengakui bahwa standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang ketat selama ini lebih difokuskan pada area di dalam ruang museum tempat benda-benda bersejarah disimpan, sementara pengawasan di area luar ruangan belum seketat itu. Menyikapi hal ini, pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh.

“Selama ini SOP keselamatan lebih banyak diterapkan saat pengunjung memasuki ruang pameran atau bangunan museum utama. Namun dengan adanya kejadian ini, kami akan tetap melakukan evaluasi agar hal serupa tidak terulang kembali. Salah satu langkahnya adalah memperbanyak papan peringatan atau tulisan himbauan di berbagai titik,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Jateng Luncurkan SOP Sekolah Aman, Nyaman, dan Ramah Anak di Lingkungan Yayasan Kemala Bhayangkari

Selain penambahan rambu dan informasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Saat ini, jumlah petugas keamanan yang bertugas di lingkungan museum hanya berjumlah empat orang. Ke depannya, petugas akan diarahkan untuk lebih proaktif dan komunikatif.

“Saat ini memang hanya ada empat petugas keamanan atau satpam yang berjaga. Ke depannya, kami akan memaksimalkan peran mereka agar lebih komunikatif dan aktif mengingatkan para pengunjung, terutama yang membawa anak kecil, untuk senantiasa mengawasi putra-putrinya dan tidak mendekati objek yang berisiko,” tambahnya.

Sementara Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Agung Raharjo Wibowo Kusumo, mengatakan, pihak pengelola museum telah bertindak cepat dalam memenuhi tanggung jawab moral. Segera setelah kejadian, bantuan medis dan pendampingan telah diberikan, serta kunjungan ke rumah duka sebagai wujud bela sungkawa.

“Tanpa diminta pun, kami langsung memfasilitasi dan memberikan pertolongan pertama. Keesokan harinya setelah mendengar kabar duka, kami langsung mendatangi rumah duka, menyampaikan bela sungkawa, memberikan karangan bunga, dan sedikit santunan sebagai wujud kepedulian kami,” ungkap Agung.

Baca Juga :  Perhutani KPH Semarang Gelar Sosialisasi Hasil ESRA Pengunaan Pestisida Kimia di Kawasan Hutan

Kepala Disbudparekraf berjanji, perbaikan fasilitas, penambahan informasi keselamatan, dan peningkatan pengawasan akan segera direalisasikan agar kawasan Museum Ranggawarsita kembali menjadi tempat wisata edukasi yang aman, nyaman, dan bebas dari bahaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebelumnya diketahui, korban hadir ke lokasi bersama rombongan kegiatan wisata pendidikan. Saat rombongan bersiap melanjutkan perjalanan, korban sempat berlarian menuju sebuah patung berbentuk sosok manusia yang sedang memikul beban, berukuran tinggi sekitar 1,5 meter dengan berat sekitar 30 hingga 40 kilogram. Diduga karena rasa ingin tahu dan ingin bermain, anak tersebut memanjat serta bergelantungan pada bagian patung yang ternyata tidak tertanam kuat di dalam tanah. Secara tiba-tiba, patung tersebut terguling dan menimpa tubuh korban.

Saat kejadian, korban sempat masih dalam keadaan sadar dan langsung dipangku oleh neneknya yang mendampingi. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia Semarang untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Namun, nyawa si kecil tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa pagi, 13 Mei 2026, akibat pendarahan dalam pada organ tubuh.

(Vio Sari)

Editor : Portaljatengnews.com

Berita Terkait

Jaga Profesionalisme, Bid Propam Polda Jateng Lakukan Pengecekan Personel Sebelum Bertugas di Tugu Muda
Polda Jateng Imbau Peserta Aksi Mahasiswa di Semarang Sampaikan Aspirasi Tanpa Melanggar Hukum
Polda Jateng Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi Ajakan Aksi di Media Sosial
BNPT Dorong Ponpes Al Muttaqin Bangun Kemandirian Ekonomi
Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”
Kapolda Jateng Berikan Penghargaan Kepada 37 Personel Polri dan 12 Masyarakat yang Berprestasi
Alas Hak Sudah Dinyatakan Palsu Pengadilan, Perpanjangan SHGB No.722 Tetap Berjalan Tanpa Penindakan
Biddokkes Polda Jateng Bantu Warga Ketahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini Melalui Skrining TB Paru Gratis di Sam Poo Kong

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Jaga Profesionalisme, Bid Propam Polda Jateng Lakukan Pengecekan Personel Sebelum Bertugas di Tugu Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Polda Jateng Imbau Peserta Aksi Mahasiswa di Semarang Sampaikan Aspirasi Tanpa Melanggar Hukum

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Polda Jateng Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi Ajakan Aksi di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:43 WIB

BNPT Dorong Ponpes Al Muttaqin Bangun Kemandirian Ekonomi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”

Berita Terbaru