Jalan Provinsi Randublatung-Cepu Rusak Parah dan Terus Makan Korban, Warga Blora: “Gubernur Tidak Malu?”

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: mobil ringsek saat melalui jalan tersebut, dan tulisan di jalan:

Foto: mobil ringsek saat melalui jalan tersebut, dan tulisan di jalan: "Dalane bosok".


BLORA || Portaljatengnews.com – Kondisi Jalan Provinsi ruas Randublatung–Cepu sepanjang kurang lebih 2 kilometer di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini memprihatinkan dan telah menelan sejumlah korban kecelakaan. Kerusakan berupa lubang besar serta lapisan aspal yang mengelupas membuat jalur penghubung utama antara Jawa Tengah dan Jawa Timur itu sangat berbahaya, terutama saat malam hari maupun ketika curah hujan tinggi turun.

Kemarahan dan kekecewaan warga semakin memuncak setelah beredar luas foto sebuah kendaraan roda empat yang mengalami kerusakan parah akibat kecelakaan di lokasi tersebut. Sebelumnya, insiden serupa juga kerap menimpa pengendara sepeda motor. Warga menilai kondisi jalan yang rusak parah ini tidak layak lagi dilalui, padahal jalur tersebut menjadi lintasan utama kendaraan logistik, bus, maupun truk angkutan barang.

Ahmad, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, menyampaikan rasa kecewanya.
“Jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer itu merupakan jalan provinsi. Kami warga sangat berharap segera diperbaiki. Masa jalan di provinsi lain sudah bagus, jalan di sini masih rusak parah begitu? Apa Gubernur Jawa Tengah tidak merasa malu? Sudah banyak kendaraan rusak, bahkan orang terluka gara-gara jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan sama sekali,” ungkap Ahmad dengan nada penuh kekecewaan. Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga :  Waka Adm KPH Randublatung Pimpin Patroli Gabungan, Tekankan Sinergi Pengamanan Hutan

Ia juga menambahkan bahwa kondisi jalan semakin parah saat hujan turun.
“Kalau hujan lubangnya tertutup air, pengendara tidak tahu di mana jalan yang bolong. Sudah banyak yang terperosok dan celaka. Ini sangat membahayakan nyawa kami,” lanjutnya.

Ketidakpuasan masyarakat semakin besar mengingat berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan, pengelolaan, pemeliharaan, dan pembiayaan jalan provinsi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Blora dalam hal ini hanya berwenang menyampaikan usulan, namun tidak memiliki wewenang maupun anggaran untuk melaksanakan perbaikan.

Sebelumnya, gelombang protes sudah disampaikan warga melalui pemasangan spanduk bertuliskan “MASYARAKAT RABUTUH GUBERNUR NGECE BLORA”. Bahkan rencananya pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang akan digelar aksi simbolis bertajuk “Gerakan Menanam Pisang” sebagai bentuk peringatan keras atas lambannya penanganan infrastruktur yang sangat vital bagi perekonomian wilayah Blora, Cepu, hingga Bojonegoro.

Baca Juga :  Polres Blora Tangkap Pemuda Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Warga mengingatkan, jika kerusakan dibiarkan terus berlanjut, dampaknya tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, namun juga akan melumpuhkan arus distribusi barang dan menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah lintasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun kepastian waktu perbaikan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi maupun jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah.

Masyarakat setempat pun kembali mendesak agar pihak berwenang segera turun tangan dan memperbaiki jalan tersebut secepatnya.

“Jangan menunggu kejadian semakin parah atau baru ramai dibicarakan baru mau bertindak. Ini jalan tanggung jawab provinsi, bukan jalan desa. Kami tunggu tindakan nyatanya, bukan janji saja,” tegas Ahmad.

Laporan: Wawan

Editor : Portaljatengnews.com

Berita Terkait

KPH Randublatung Terima Kunjungan DLH Blora, Dukung Profil Keanekaragaman Hayati
KPH Randublatung Laksanakan Kegiatan Rutin Donor Darah
Kembali Beroperasi, Mesin Pemecah Batu di Jurangjero Blora Disorot Setelah Berhenti Aktif
BKPH Temanjang KPH Randublatung Ikuti Rapat Lintas Sektoral Kecamatan Banjarejo
Kunjungi Bayi Lahir di Hari Bhayangkara, Kapolres Blora Berharap Kelak Jadi Anggota Polri yang Gagah dan Berani
Manfaatkan Rumah Kosong, Pencuri Motor di Todanan Blora Ditangkap Polisi
Tingkatkan Mutu Bibit, Perhutani Divre Jateng Adakan Job Training di Randublatung
Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Semarang Meninggal di Hotel Blora

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:41 WIB

KPH Randublatung Laksanakan Kegiatan Rutin Donor Darah

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:53 WIB

Kembali Beroperasi, Mesin Pemecah Batu di Jurangjero Blora Disorot Setelah Berhenti Aktif

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:36 WIB

BKPH Temanjang KPH Randublatung Ikuti Rapat Lintas Sektoral Kecamatan Banjarejo

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:56 WIB

Kunjungi Bayi Lahir di Hari Bhayangkara, Kapolres Blora Berharap Kelak Jadi Anggota Polri yang Gagah dan Berani

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:45 WIB

Manfaatkan Rumah Kosong, Pencuri Motor di Todanan Blora Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Jepara

Polres Jepara Latih Bahasa Isyarat, Wujud Pelayanan Inklusif

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:52 WIB

Demak

DPRD Demak Terima KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027

Senin, 20 Jul 2026 - 12:13 WIB