BLORA || Portaljatengnews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah anggaran perbaikan Jalan Randublatung-Cepu, Kabupaten Blora, dari Rp5,276 miliar menjadi Rp28,7 miliar. Kenaikan lebih dari 5 kali lipat itu untuk menuntaskan perbaikan sepanjang 2,6 kilometer yang sebelumnya sempat viral karena ditanami pohon pisang oleh warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro meninjau langsung lokasi perbaikan, Selasa 9 Juni 2026. Ia memastikan target Gubernur Jateng adalah seluruh ruas jalan provinsi tuntas 100% dan mantap.
“Alokasi awal hanya Rp5,276 miliar. Berdasarkan Peraturan Kepala Daerah terbaru, kita ditambah lagi Rp28,7 miliar. Target Pak Gubernur, ruas jalan provinsi di Jateng harus tuntas 100% dan mantap,” ungkap Henggar di lokasi.

Henggar menjelaskan, perbaikan jalan sepanjang 2.600 meter akan menggunakan konstruksi beton rigid agar lebih kuat dan tahan lama. Penambahan anggaran juga dilakukan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
Selain Randublatung-Cepu, Pemprov Jateng mengusulkan dua ruas jalan lain di Blora ke program IJD. Dua ruas tersebut adalah Blora-Kunduran dan Todanan-Ngawen. Ketiganya menjadi prioritas karena kondisi jalan memengaruhi mobilitas warga dan roda ekonomi daerah.
“Ada tambahan juga di ruas Kunduran-Ngawen sebesar Rp14,5 miliar, dan Todanan-Ngawen sebesar Rp3 miliar. Mudah-mudahan segera teratasi dengan baik,” tutup Henggar.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyebut pengerjaan Jalan Randublatung-Cepu dibagi dua tahap. Tahap pertama menggunakan anggaran Rp5,276 miliar, tahap kedua Rp28,7 miliar.
“Harapan kami sebagai wakil masyarakat Blora, Jalan Randublatung-Cepu ini selesai full kelas sesuai harapan Pak Gubernur tahun ini. Kita kolaborasi dengan IJD agar terlaksana baik,” ujar Sri Setyorini.
Dengan anggaran baru dan target 100% tuntas, warga Blora selatan yang selama ini mengeluh jalan rusak berharap ruas Randublatung-Cepu segera mulus tanpa lubang lagi.
Laporan: Wawan
Editor : Heri







