BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Perum Perhutani, Sandy Mukhlisin, melakukan kunjungan kerja ke Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa, wilayah kerja Divisi Regional Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026). Diketahui, kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya sebagai direktur pembina di KPH Telawa, dengan rencana untuk mengunjungi kembali di masa depan.
Rombongan Sandy Mukhlisin didampingi Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah A. Fadjar Agung Susetyo, Kepala Departemen SDM Umum IT dan Keuangan Dian Tri Atmoko, Kepala Divisi Keuangan Kantor Pusat Ahmad Andria Reza, serta Kepala Divisi PKB Nur Rohman. Kedatangan mereka disambut oleh Administratur/KKPH Telawa Heri Nur Afandi beserta jajaran termasuk Wakil Administratur/KSKPH, Asper/KBKPH, Kepala Sub Seksi, perwakilan KRPH, dan seluruh karyawan KPH Telawa.
Dalam sambutannya, Heri Nur Afandi memperkenalkan personil KPH Telawa, menyampaikan profil singkat, pencapaian kinerja tahun 2025, serta rencana kerja tahun 2026. Di antaranya adalah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan dan Koperasi Desa Merah Putih.
Ia juga menyampaikan beberapa permasalahan yang belum terselesaikan, seperti usulan KKP/KKPP Agroforestri (jagung, kelengkeng) dan wisata yang belum mendapatkan persetujuan dari Kantor Pusat, yang berpotensi menyebabkan hilangnya pendapatan. Selain itu, KPH Telawa memiliki persediaan minyak kayu putih sebanyak 14 ton dan membutuhkan kebijakan dari pusat terkait hal tersebut.
Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah A. Fadjar Agung Susetyo mengingatkan tagline Divisi Regional Jawa Tengah “Pasti yang Terbaik”, dengan penjelasan bahwa nilai-nilai profesional, amanah, sinergis, tanggung jawab/tangguh, dan inovatif menjadi landasan kerja di tahun 2026.
Sandy Mukhlisin mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia menyampaikan beberapa poin penting, antara lain terkait keseimbangan jumlah karyawan laki-laki dan perempuan yang perlu diperhatikan.
Ia juga mengharapkan kerja sama yang solid untuk kemajuan perusahaan, menjadikan pengalaman tahun 2025 sebagai pelajaran dalam menghadapi kendala, serta menekankan pentingnya tanggung jawab, disiplin, dan efisiensi anggaran untuk mencapai target pendapatan tahun 2026.
Sebelum pulang, rombongan menyempatkan diri untuk berfoto bersama di “Lodji Papak” rumah dinas Administratur yang merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda yang masih terjaga dengan baik.
Laporan: Wahyu
Editor : Heri
Sumber Berita : Humas KPH Telawa







