Jelang Peresmian Oleh Bupati, Wisata Petik Melon P4S Joyo Tentrem Sudah Dikunjungi Warga

- Redaksi

Sabtu, 19 April 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto: Warga saat berkunjung di Kebun Buah Village Farm P4S Joyo Tentrem.

Kolase foto: Warga saat berkunjung di Kebun Buah Village Farm P4S Joyo Tentrem.

BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Bupati Boyolali Agus Irawan akan meresmikan kegiatan wisata petik melon pada Minggu (20/4/2025) di Kebun Buah Village Farm yang dikelola oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem di Dusun Kembangsawit, Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Selain wisata petik buah, P4S Joyo Tentrem juga menyediakan wisata edukasi peternakan sapi dan pengelolaan limbah kotoran hewan.

Ketua P4S Joyo Tentrem Wisnu Wijaya Adi Putra, mengatakan wisata petik melon yang digelarnya terbuka untuk umum bagi warga Boyolali dan sekitarnya. Melon yang ditanamnya termasuk melon berkualitas tinggi yang dikelola dengan sistem hidropronik. Selain memiliki warna kuning cerah keemasan, melon bermerek Village Farm yang ditanamnya memiliki kadar kemanisan istimewa, yakni di angka 16 berdasarkan pengetesan refraktometer brix.

“Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar kemanisan buah. Dengan alat ini kami bisa menentukan waktu panen yang tepat dan mengklasifikasikan buah berdasarkan tingkat kemanisannya,” jelas Wisnu di Sambi, Boyolali, Jumat (18/4/2025).

Baca Juga :  Gencar Berantas Miras dan 'Es Moni', Polres Demak Amankan Puluhan Botol Miras

Meski baru akan dibuka Bupati hari Minggu nanti, masyarakat sekitar sudah berduyun-duyun mendatangi Kebun Buah Village Farm di Dusun Kembangsawit. Bahkan sebagian sudah melakukan petik buah melon.

Wisnu menjelaskan selain bisa petik buah sendiri, pengunjung juga bisa menikmati peternakan sapi dan sistem pengelolaan limbah yang dikelola P4S Joyo Tentram yang berada disebelah kompleks kebun buah.

Bila kelelahan, lanjut dia, pengunjung bisa beristirahat di saung-saung penginapan berbentuk limas yang berada di kompleks kebun buah.

“Ini bagian dari upaya P4S Joyo Tentrem untuk menumbuhkan pertanian pedesaan swadaya melalui memadukan wisata agro-edukasi, sekaligus menarik minat generasi muda untuk mau kembali terjun ke bidang pertanian atau peternakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Patroli Ngabuburit, Kapolres Blora Ingin Masyarakat Nyaman Saat Cari Menu Berbuka
Ketua P4S Joyo Tentrem Wisnu Wijaya, saat beraudiensi dengan Bupati Boyolali Agus Irawan di Kantor Bupati, Rabu (16/4/2025). (Foto Ist)

Anggota DPR RI periode 2019-2024 itu menuturkan, pupuk untuk asupan kebun buah diproduksi sendiri dari hasil pengelolaan limbah kotoran sapi. P4S Joyo Tentrem telah mengembangkan vermikompos, yaitu pupuk protein tinggi dari hasil pengelolaan kotoran hewan melalui penguraian cacing.

“Vermikompos yang kami produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk kebun kami dan kelebihannya kita jual untuk umum. Kami juga sedang mengembangkan pupuk cair dari air kencing sapi,” paparnya.

Dukungan Bupati Wisnu menegaskan, pengembangan pertanian yang dikelola P4S Joyo Tentrem mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Boyolali Agus Irawan. Dukungan Bupati disampaikan saat pihaknya melakukan audiensi di Kantor Bupati pada Rabu (16/4/2025).

“Apa yang dilakukan P4S Joyo Tentrem ini harus kita dukung. Ini bentuk inisiatif dan swadaya masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian di Boyolali. Pemkab Boyolali akan support penuh keberadaan P4S Joyo Tentrem,” ungkap Bupati saat menerima audiensi pengurus P4S Joyo Tentrem.

Baca Juga :  Sinergi Kodim Pati, DLH dan Pakar Mikroba Tangani Bau Sampah di TPA Sukoharjo

Selain mendukung kegiatan wisata petik buah, lanjut Wisnu, Bupati juga akan membantu upaya lembaganya untuk mengelola limbah kotoran sapi di Boyolali. Mengingat jumlah sapi di Boyolali berdasarkan data BPS 2024 mencapai 144.899 ekor meliputi sapi potong dan sapi perah. Jika tiap hari satu sapi mengeluarkan kotoran rata-rata 20 kg maka selama sebulan ada 2.897.980 kg atau 2.897 ton/hari.

“Limbah kotoran sapi ini kalau tidak dikelola akan menjadi masalah lingkungan. Tapi kalau dikelola dengan baik bisa menjadi pupuk organik yang bergizi dan bernilai ekonomi sangat tinggi. Saat ini kami mengelolanya menjadi pupuk vermikompos dan pupuk cair,” jelasnya.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Perhutani KPH Telawa Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Gubug, Boyolali
Polres Blora Ukir Aksi Kasih di Perayaan Natal, Bantu Kakek Beribadah, Masyarakat Terpukau
Moh. Yunus Mahasiswa FH USM Sabet Dua Gelar Regional: Bukti Keseimbangan Prestasi dan Organisasi
Yayasan MMI Kembali Gelar Jumat Berkah, Tebar Kebahagiaan di Boja
Perhutani KPH Telawa Bersinergi dengan Polri Hijaukan Lereng Merapi 
Bisik Kawan Gelar Khitanan Massal Gratis dan Santunan Anak Yatim di Desa Karaban Pati
Perhutani KPH Telawa Gencarkan Sosialisasi Agroforestri Jagung 2026, Libatkan Masyarakat Desa Hutan
Kodam IV/Diponegoro Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:43 WIB

Perhutani KPH Telawa Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Gubug, Boyolali

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:15 WIB

Polres Blora Ukir Aksi Kasih di Perayaan Natal, Bantu Kakek Beribadah, Masyarakat Terpukau

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:59 WIB

Moh. Yunus Mahasiswa FH USM Sabet Dua Gelar Regional: Bukti Keseimbangan Prestasi dan Organisasi

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:38 WIB

Yayasan MMI Kembali Gelar Jumat Berkah, Tebar Kebahagiaan di Boja

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:09 WIB

Perhutani KPH Telawa Bersinergi dengan Polri Hijaukan Lereng Merapi 

Berita Terbaru