Kasus Perdata Korban Perumahan Permata Puri Tahap Mediasi, Kasus Pidana Diselidiki, Simak Penjelasan Oki Wicaksono

- Redaksi

Rabu, 25 Desember 2024 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oki Wicaksono Nurindra, SH, Kuasa Hukum korban tanah longsor Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, Kota Semarang. (Dok.Ist)

Oki Wicaksono Nurindra, SH, Kuasa Hukum korban tanah longsor Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, Kota Semarang. (Dok.Ist)

SEMARANG || Portaljatengnews.com – Sidang ke tiga gugatan perdata korban tanah longsor Perumahan Permata Puri (PP) Ngaliyan Kota Semarang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Semarang memasuki tahap mediasi. Selasa (24/12/2024).

Menurut Oki Wicaksono Nurindra,SH kuasa hukum korban, dalam sidang lanjutan ini yang hadir sudah dianggap lengkap walaupun pihak Pemkot Semarang tidak hadir. Disebutkan Oki, bahwa sidang tahap mediasi lengkap prinsipal ditunda tanggal 7 Januari 2025.

Oki juga menyebut, bahwa kasus dugaan korupsi yang diadukan ke Kejaksaan Negeri Kota Semarang oleh pihak korban terkait dugaan penjualan tanah negara yang dilakukan oleh terduga PP, sudah ditangani tim pidana khusus (pidsus) Kejari Kota Semarang. Hal itu diketahui setelah adanya pemanggilan terhadap pengadu.

Baca Juga :  Pelecehan Seksual Bu Guru Terhadap Siswa SMP di Grobogan Mendapat Kecaman Keras Komisioner KPAI

“Jadi Minggu kemarin pak Ahmad dipanggil oleh kejaksaan untuk memberikan keterangan dalam rangka penyelidikan atas pengaduannya sebagai saksi,” jelasnya.

Lanjut kata Oki, kasus dugaan korupsi itu terkait sungai yang ditutup atau diurug kemudian alirannya dibelokan.

“Sungai yang ditutup kemudian dipetak-petak dan dibuat sertipikat lalu dijual belikan kepada Ahmad Subaidi dan Christoper Alun. Itu yang kami nilai masuk keranah tindak pidana korupsi, karena itu dilakukan oleh BUMN,” ujarnya.

Baca Juga :  Erry Sadewo Pimpin INKAI Jateng Periode 2026-2030, Targetkan Dominasi Prestasi
Tim kuasa hukum korban tanah longsor Perumahan Permata Puri, Kota Semarang.

Lebih lanjut Oki membeberkan terkait sejumlah bukti pendukung adanya dugaan korupsi, diantaranya sertipikat, gambar situasi (GS), kemudian dikuatkan surat keterangan dari BBWS Pemali Juana.

“Jadi dari BBWS Pemali Juana menerangkan bahwa itu sungai yang dibelokan. Selain itu dari PU juga sudah memberikan keterangan bahwa itu ranahnya BBWS dan itu sungai,” kata Oki.

Oki berharap kepada pemerintahan yang baru, untuk mengusut tuntas persoalan dugaan korupsi ini.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Aksi Hari Tani Nasional di Semarang Berlangsung Tertib
Hadapi Kemarau, Polda Jateng: Pemetaan Rawan Kebakaran Diperketat, Bantuan Air Bersih Terus Disalurkan
PT. Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan Kalipancur
Respons Cepat Dit Siber Polda Jateng, Remaja Asal Sleman yang Sempat Hilang Berhasil Ditemukan
Tidak Ada Tarif “Nembak KTP” Rp500 Ribu, Isu Muncul Awal Agustus, Pembuat Video Sudah Minta Maaf
Detasemen Intelijen Kodam IV/Diponegoro Ucapkan Selamat Kepada Letkol Arh Agus Fithriyanto, S.A.P. Mengikuti Dikjab Golongan V
Penganiayaan di Semarang Utara, Warga Minta Penegakan Hukum Cepat dan Tegas
Perhutani KPH Semarang Dampingi Kunjungan Danrem 073/Makutarama Tinjau Progres Pembangunan Yonif TP 455

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 10:26 WIB

Aksi Hari Tani Nasional di Semarang Berlangsung Tertib

Kamis, 24 September 2026 - 07:23 WIB

Hadapi Kemarau, Polda Jateng: Pemetaan Rawan Kebakaran Diperketat, Bantuan Air Bersih Terus Disalurkan

Selasa, 22 September 2026 - 19:57 WIB

PT. Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan Kalipancur

Selasa, 22 September 2026 - 19:44 WIB

Respons Cepat Dit Siber Polda Jateng, Remaja Asal Sleman yang Sempat Hilang Berhasil Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 19:36 WIB

Tidak Ada Tarif “Nembak KTP” Rp500 Ribu, Isu Muncul Awal Agustus, Pembuat Video Sudah Minta Maaf

Berita Terbaru