Kebakaran Rumah Diduga Korsleting Listrik di Desa Dempel: Balita 11 Bulan Tewas Mengenaskan

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah usai kebakaran.

Kondisi rumah usai kebakaran.

 


GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Sebuah musibah menyayat hati terjadi di Desa Dempel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 07.45 WIB. Seorang balita berusia 11 bulan bernama Rendi Winanto bin Kasman tewas terbakar hingga meninggal dunia setelah kamar tempat ia tidur terbakar.

Diketahui kejadian bermula ketika ibu korban, Suprihatin pada pukul 07.40 WIB pergi keluar rumah untuk membeli bubur anaknya. Pada saat itu, Rendi Winanto ditinggal tidur di kamar dengan kipas angin menyala, sementara ayahnya, Kasman (57), sedang keluar membeli bahan untuk berjualan nasi goreng di Desa Sumberjosari.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 07.45 WIB, tetangga bernama Maryati yang sedang mencuci pakaian di rumahnya berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban, melihat kepulan asap muncul dari arah rumah Kasman. Maryati langsung berlari ke lokasi kejadian dan bertemu dengan Suprihatin yang baru pulang dari membeli bubur.

Baca Juga :  Perhutani KPH Telawa Laksanakan Monev Pengelolaan Wisata Embun Bening Kedungombo Park

Kedua wanita tersebut masuk ke rumah dan menemukan api besar menyala di kamar depan sebelah kanan. Mereka melihat balita Rendi menggeliat menangis di atas kasur yang terbakar, namun tidak dapat menolong karena api semakin membesar. Keduanya kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Setelah warga berhasil memadamkan api dengan alat seadanya, Rendi ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka bakar di seluruh tubuhnya. Kasman dan istrinya yang baru pulang serta melihat kondisi anaknya langsung mengalami syok dan sempat pingsan.

Mengetahui hal itu, kemudian pada pukul 08.00 WIB Kades Dempel, Soewarno, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrayung.

Tidak lama kemudian, petugas Polsek Karangrayung, bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan tenaga medis Puskesmas Karangrayung I, tiba di TKP untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian.

Keluarga korban telah menerima musibah ini dan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah, sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan yang dibuat oleh orang tua korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat istiadat.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi
Kondisi korban saat diperiksa tim Inafis Polres Grobogan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh konsleting pada jaringan listrik kipas angin yang menyala saat kejadian terjadi.

Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto, saat dihubungi Portaljatengnews.com via WhatsApp, menyampaikan turut berduka atas kejadian tersebut, dan mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya listrik.

“Kami mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mengecek keamanan instalasi listrik di rumah, seperti memastikan penggunaan perlengkapan jaringan instalasi yang berstandar SNI,” imbau Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto. Sabtu (17/1/2026).

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, saat meninggalkan rumah agar dipastikan tidak ada peralatan elektronik yang masih menempel di jaringan listrik.

“Sehingga kejadian kebakaran akibat listrik serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari,” pungkasnya. (ttg/*)

Berita Terkait

Atap Rumah Roboh Menghantam Punggungnya Demi Melindungi Anak, Nasib Nurul Warga Desa Putatnganten Grobogan: Pernah Terdata Bantuan RTLH Namun Beralih ke Orang Lain
Perhutani Tandatangani MoU Penanggulangan Bencana dengan BPBD Grobogan
Tragedi Sendang Theleng: Remaja Pelajar Tenggelam, Kapolsek Karangrayung Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Pernah Jadi Tersangka, Heri Sweke Kembali Berulah, Kali Ini Diduga Hina Wapres dan PSI
Dari Aspirasi Warga, Setu Wiyono Maju Pilkades, Bawa Harapan Baru untuk Desa Termas  
Teriakan “Salam Restorasi” Saat Pendaftaran Balon Kades Kapung, Netralitas Kadus di Grobogan Dipertanyakan
Dana RTLH Diduga Sudah Turun, Endang Janda Tiga Anak di Putatnganten Grobogan Masih Bertahan di Rumah Keropos
Ratusan Warga Kawal H. Moh. Asrori Serahkan Berkas Pendaftaran Bakal Calon Kades Putatnganten

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Atap Rumah Roboh Menghantam Punggungnya Demi Melindungi Anak, Nasib Nurul Warga Desa Putatnganten Grobogan: Pernah Terdata Bantuan RTLH Namun Beralih ke Orang Lain

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Perhutani Tandatangani MoU Penanggulangan Bencana dengan BPBD Grobogan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Tragedi Sendang Theleng: Remaja Pelajar Tenggelam, Kapolsek Karangrayung Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Pernah Jadi Tersangka, Heri Sweke Kembali Berulah, Kali Ini Diduga Hina Wapres dan PSI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Dari Aspirasi Warga, Setu Wiyono Maju Pilkades, Bawa Harapan Baru untuk Desa Termas  

Berita Terbaru