Misteri Asal-Usul Beton U-Ditch Diproyek Rp64 Miliar, FMPP Desak BBWS Pemali-Juana Buka Dokumen Proyek Daerah Irigasi Kumisik

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

U-ditch dalam proyek prestisius Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kumisik di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

U-ditch dalam proyek prestisius Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kumisik di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.


KABUPATEN TEGAL || Portaljatengnews.com – Penggunaan material beton pracetak U-ditch dalam proyek prestisius Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kumisik di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, menuai sorotan tajam. Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP) mendesak transparansi ketat terkait asal-usul, legalitas, serta dokumen pendukung pengiriman material yang menelan anggaran negara bernilai fantastis lebih dari Rp64 miliar tersebut.

Ketua FMPP, Irwan Jaelani, mengungkapkan bahwa sorotan ini bermula dari temuan di lapangan di mana sejumlah unit U-ditch yang terpasang di sepanjang jalur proyek sempat dipertanyakan kejelasan identitas pabrikannya. Meskipun pada beberapa bagian fisik material mulai tampak label atau cetakan identitas produsen, FMPP tetap menekankan pentingnya pembuktian dokumen administratif yang sah untuk menjamin mutu dan akuntabilitas proyek pemerintah.

“Pertanyaan kami mendasar, kalau U-ditch ini memang dikirim dari pabrik resmi, kemana faktur pengirimannya? Dokumen ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen penting untuk memastikan keterlacakan material dalam proyek senilai puluhan miliar rupiah,” tegas Irwan Jaelani, Senin (21/9/2026).

Baca Juga :  Kapolsek Adiwerna Tegal Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Warga

Menurut Irwan, transparansi rantai pasok material sangat krusial agar publik tidak dibiarkan meraba-raba keaslian spesifikasi teknis yang digunakan. Ia mengingatkan bahwa pengadaan barang dalam proyek infrastruktur strategis harus disertai bukti administratif yang akurat, mulai dari faktur pengiriman (delivery order), volume kuantitas, spesifikasi teknis, hingga sertifikat uji mutu (lab test).

“Kalau material itu berasal dari pabrik tertentu, harus ada bukti administrasinya yang jelas. Jangan sampai asal-usul material hanya berdasarkan keterangan lisan di lapangan,” ujarnya.

Meski melayangkan kritik tajam, FMPP menegaskan posisinya sebagai kontrol sosial yang objektif. Pihaknya menyatakan belum mengambil kesimpulan adanya pelanggaran, namun mendesak pihak pelaksana proyek maupun instansi berwenang untuk bersikap terbuka kepada publik.

​“Kami tidak sedang menuduh, tetapi mempertanyakan dan meminta keterbukaan. Kalau memang semuanya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi kontrak, tinggal tunjukkan dokumennya secara transparan. Dari situ masyarakat bisa melihat dan menilai sendiri,” tandas Irwan.

Baca Juga :  LPK Nakula Kesatria di Tegal Tutup Misterius, Ratusan Juta Uang Korban Lenyap

FMPP mendesak agar dokumen pengiriman, asal pabrik, spesifikasi teknis, hingga hasil pengujian laboratorium terkait material beton tersebut dapat diakses atau dijelaskan secara terbuka kepada publik. Mengingat proyek Rehabilitasi DI Kumisik merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pekerjaan Umum di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana melalui Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Pemali-Juana, aspek akuntabilitas dan kualitas fisik bangunan air mutlak harus dikawal ketat.

​“Proyek ini nilainya besar dan bersumber dari uang negara. Oleh karena itu, setiap jengkal material yang dipasang harus jelas asal-usulnya serta dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun teknis demi kepentingan jangka panjang petani dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Laporan: Bambang Amin

Berita Terkait

Karpet Merah Rp12 Juta untuk Anak Kades: Pelantikan Senyap Kasi Kesra Kaliwadas Berbau Nepotisme
Hak Jawab dan Tanggapan Kepala DPUPR Tegal: Klaim Tanggung Jawab Kontraktor, Teknis Diserahkan ke Kabid
Topeng Pengawasan DPUPR Tegal Terbuka: Proyek Jalan Senilai Rp4,4 Miliar Rusak Parah, Kabid Akui Blokir Wartawan
Lulus 100 Persen Tanpa Celah, Aroma “Kondusif” dan Kebocoran Soal Warnai Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna
Sandiwara Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna: Diatur Penguasa atau Murni Kompetisi?
Proyek Revitalisasi SMPN 3 Adiwerna Rp739 Juta Abaikan K3, Petugas Keamanan Justru Batasi Jurnalis
LPK Nakula Kesatria di Tegal Tutup Misterius, Ratusan Juta Uang Korban Lenyap
Pungut Puluhan Juta Tanpa Pelatihan, LPK Nakula Kesatria Indonesia Tegal Kini ‘Menghilang’ dan Tutup

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:06 WIB

Misteri Asal-Usul Beton U-Ditch Diproyek Rp64 Miliar, FMPP Desak BBWS Pemali-Juana Buka Dokumen Proyek Daerah Irigasi Kumisik

Jumat, 25 September 2026 - 13:21 WIB

Karpet Merah Rp12 Juta untuk Anak Kades: Pelantikan Senyap Kasi Kesra Kaliwadas Berbau Nepotisme

Senin, 21 September 2026 - 12:10 WIB

Hak Jawab dan Tanggapan Kepala DPUPR Tegal: Klaim Tanggung Jawab Kontraktor, Teknis Diserahkan ke Kabid

Sabtu, 19 September 2026 - 09:12 WIB

Topeng Pengawasan DPUPR Tegal Terbuka: Proyek Jalan Senilai Rp4,4 Miliar Rusak Parah, Kabid Akui Blokir Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:49 WIB

Lulus 100 Persen Tanpa Celah, Aroma “Kondusif” dan Kebocoran Soal Warnai Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna

Berita Terbaru