PAPAJI Sragen Resmi Berdiri, Siap Kembangkan Ayam Laga sebagai Warisan Budaya

- Redaksi

Jumat, 21 Maret 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN || Portaljatengnews.com – Tradisi sabung ayam mendapat pengakuan resmi sebagai bagian dari budaya lokal tanpa unsur perjudian dalam acara pengukuhan yang digelar di Basecamp Weton, Bener, Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pecinta ayam aduan, serta perwakilan dari pemerintah setempat. Jumat (21 Maret 2025).

Pengukuhan ini bertujuan untuk melestarikan sabung ayam sebagai warisan budaya yang mengedepankan aspek ketangkasan dan keindahan ayam tanpa adanya unsur taruhan atau perjudian. Dalam sambutannya, salah satu tokoh adat setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

“Kami ingin mengembalikan makna asli dari sabung ayam sebagai ajang tradisi yang menampilkan keunggulan dan keindahan ayam tanpa ada unsur perjudian. Ini adalah bagian dari kebudayaan yang harus dijaga,” ujar salah satu panitia acara.

Selain pertandingan ayam, acara ini juga diisi dengan diskusi mengenai pemeliharaan ayam aduan, pelestarian plasma nutfah unggas lokal, serta upaya meningkatkan kesejahteraan peternak ayam. Pemerintah setempat mendukung kegiatan ini dengan harapan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola tradisi tanpa melibatkan praktik ilegal.

Dengan pengukuhan ini, masyarakat berharap sabung ayam tanpa judi dapat terus berkembang sebagai ajang budaya yang sehat dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi peternak ayam aduan di Sragen dan sekitarnya.

Hobi memelihara dan melatih ayam laga telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak zaman nenek moyang. Untuk melestarikan tradisi ini secara positif, Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (PAPAJI) Pengurus Cabang (Pengcab) Kabupaten Sragen mengukuhkan panitia baru sebagai bagian dari upaya mengembangkan hobi ayam laga tanpa unsur perjudian.

Mengubah Stigma Negatif : PAPAJI adalah organisasi yang menaungi para penggemar ayam laga dengan menitikberatkan pada seni ketangkasan tanpa unsur perjudian. Berdiri sejak 12 Desember 2004, organisasi ini hadir untuk mengubah stigma negatif yang sering dikaitkan dengan praktik sabung ayam. Melalui berbagai kegiatan, PAPAJI berkomitmen menjadikan hobi ini sebagai ajang silaturahmi, persaudaraan, serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Kodim 0705/Magelang: Tidak Ada Intimidasi pada Warga Penolak Tambang Sambeng

Dalam rangka memperkuat eksistensi komunitas dan mengatur kegiatan yang lebih terstruktur, PAPAJI Pengcab Sragen mengukuhkan panitia pelaksana yang bertugas mengelola berbagai program dan event komunitas.

Meningkatkan Koordinasi dan Pariwisata Lokal : Pengukuhan panitia ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan, termasuk festival ayam laga, yang diharapkan dapat:

Mendorong perkembangan bisnis ayam laga, Memperkenalkan varietas ayam unggulan, dan Mendukung sektor pariwisata lokal.

PAPAJI Sragen menegaskan bahwa hobi ayam laga bukan sekadar adu ketangkasan, tetapi juga memiliki banyak manfaat positif. Selain mengasah sifat pantang menyerah, ketekunan, dan sportivitas, komunitas ini juga berkontribusi dalam memajukan ekonomi peternak ayam ras serta memperkenalkan potensi wisata daerah.

Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan persahabatan, PAPAJI Sragen berkomitmen meniadakan unsur perjudian, keributan, serta segala hal yang melanggar hukum. Dengan slogan:

“Jadikanlah Hobimu Pengikat Persaudaraan, Bukan Permusuhan – 1000 Kawan Sedikit, 1 Lawan Terlalu Banyak.”

PAPAJI Sragen berharap dapat terus memasyarakatkan hobi ayam laga sebagai warisan budaya yang positif dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Dengan pengukuhan panitia baru ini, diharapkan komunitas PAPAJI Sragen semakin solid dalam menjalankan berbagai program dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan hobi ayam laga di Indonesia.

Parno, atau yang lebih akrab disapa Galih, menegaskan bahwa sabung ayam bukan sekadar perjudian, melainkan hobi yang menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Pernyataan senada juga disampaikan oleh Widi (Sekretaris) dan Bahtiar (Bendahara) PAPAJI Sragen.

Baca Juga :  Kapolres Pekalongan: Pilkada Suskes Berkat Kerjasama Antar Elemen

Mereka berharap masyarakat tidak perlu merasa malu atau takut untuk menekuni hobi ayam laga. Seluruh agenda yang digagas PAPAJI Sragen berlandaskan silaturahmi, kekeluargaan, dan kekompakan antar anggota.

Sejak zaman nenek moyang, hobi memelihara ayam laga tetap eksis di berbagai kalangan, dari masyarakat kelas atas hingga bawah. Hal ini menunjukkan bahwa ayam laga merupakan bagian dari budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Namun, Parno juga mengakui bahwa masih ada pihak yang menyalahgunakan sabung ayam sebagai sarana perjudian.

“Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk membedakan antara hobi ayam laga dan praktik judi. Kami ingin menegaskan bahwa tidak semua penggemar ayam laga adalah penjudi. Justru, kami ingin memperkenalkan ayam laga sebagai hobi yang bersih dan memiliki nilai bisnis,” ujar Parno saat dihubungi oleh awak media Berita Istana.

Sosialisasi dan Potensi Ekonomi Ayam Laga, Sebagai bentuk sosialisasi ayam laga non-judi, PAPAJI Sragen berencana mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk:

Meningkatkan pemahaman masyarakat, Memotivasi generasi muda, dan Mendukung pelaku usaha ayam laga.

Parno menambahkan bahwa industri ayam laga memiliki potensi ekonomi yang besar dan menjadi bagian dari usaha mandiri di sektor informal.

“Dengan adanya komunitas seperti ini, kami berharap hobi ayam laga bisa semakin berkembang tanpa stigma negatif, serta memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak dan penggemarnya,” pungkas Parno.

Bagi yang tertarik untuk bergabung atau ingin mengetahui lebih lanjut, dapat langsung datang ke lokasi basecamp di Weton, Bener, Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. (Vio Sari)

Berita Terkait

Bahu-Membahu TNI dan Warga, Jalan Desa Gembyungan Mulai Berubah
Jaga Kekompakan, Squad Macan Tutul Korwil Gebog Gelar Pertemuan Rutin
Perhutani KPH Semarang Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Polres Semarang
Atasi Air Rob DPRD Demak Sahkan 4 Perda Baru
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Perangkat Kelurahan Kauman Jepara Evakuasi Lansia Sebatang Kara ke Panti Jompo
Satu Panggilan 110: Polres Jepara Evakuasi Korban Penipuan yang Pingsan di Masjid Agung
Kombes Pol. Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers
Paripurna Terakhir Sekda Komang Gede, DPRD Blora Beri Apresiasi Pengabdian

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:28 WIB

Bahu-Membahu TNI dan Warga, Jalan Desa Gembyungan Mulai Berubah

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:23 WIB

Jaga Kekompakan, Squad Macan Tutul Korwil Gebog Gelar Pertemuan Rutin

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:10 WIB

Perhutani KPH Semarang Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Polres Semarang

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:07 WIB

Atasi Air Rob DPRD Demak Sahkan 4 Perda Baru

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:12 WIB

Satu Panggilan 110: Polres Jepara Evakuasi Korban Penipuan yang Pingsan di Masjid Agung

Berita Terbaru

Demak

Atasi Air Rob DPRD Demak Sahkan 4 Perda Baru

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:07 WIB