Ruwatan Bumi Kudus Nusantara, Wujud Lestarikan Budaya dan Jaga Kondusivitas Alam

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


KUDUS || Portaljatengnews.com – Aliansi Grup Aktivis dan Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) menggelar kegiatan Ruwatan Bumi Kudus Nusantara di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, pada Sabtu malam (13/6/2026). Acara ini diselenggarakan sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan antarwarga.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Kesbangpol Andreas selaku perwakilan Bupati Kudus, tokoh budaya, tokoh agama, unsur pemerintah setempat, serta berbagai elemen masyarakat.

Ruwatan Bumi sendiri merupakan tradisi yang mengandung makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat keselamatan, kesejahteraan, dan hasil bumi yang diterima. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Rangkaian acara diisi dengan doa bersama dan rangkaian ritual sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

Baca Juga :  LKISS Gelar Diskusi Publik Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia

Ketua Aliansi, Muhammad Arwanni, menjelaskan makna di balik pelaksanaan kegiatan ini. “Ruwatan berarti pembebasan. Melalui kegiatan ini, kita memohon pembebasan dari segala sengkala atau kejadian yang tidak diinginkan, sehingga kondisi bumi dan kehidupan kita tetap terjaga baik,” ujarnya.

Ia menggunakan analogi sederhana untuk mempermudah pemahaman. “Bumi ini ibarat ponsel atau komputer yang jika terinfeksi banyak virus, kinerjanya akan terganggu. Untuk mengembalikannya normal, perlu di-restart atau diperbarui. Begitu juga dengan bumi, yang saat ini dihadapkan pada berbagai bencana alam, peristiwa tak terduga, hingga gejolak ekonomi dan politik, baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

Baca Juga :  Rayakan Ultah ke 40 Tahun, SMP 2 Gebog Komitmen Majukan Sekolah

Arwanni menambahkan, tradisi ini juga mengingatkan masyarakat pada peristiwa-peristiwa besar di masa lalu, seperti perubahan situasi politik pada tahun 1966 dan 1998, sebagai pelajaran berharga. “Ruwatan ini menjadi langkah agar bumi kembali kondusif, damai, dan terhindar dari hal-hal yang merugikan,” pungkasnya.

Laporan: Faizun
Editor: Portaljatengnews.com

Berita Terkait

Diduga Dipicu Masalah Asmara, Perempuan di Kudus Ditemukan Terluka di Kamar Hotel
Balap Liar Meresahkan Warga, Polisi Amankan 44 Motor dalam Operasi Dini Hari
Awali Senam Bersama, Kecamatan Kota Kudus Gelar Pelatihan dan Pemilahan Sampah
Bukan Mediasi Formal, PN Kudus Fasilitasi Pertemuan Cari Jalan Keluar Perkara Penipuan
Jawab Kasus Kekerasan Anak, Polres Kudus Tegaskan Komitmen Perlindungan
Personel Berprestasi Diberi Reward, Kapolres Kudus Dorong Semangat Melayani Masyarakat
Mediasi Kasus Dugaan Penipuan di Kudus Berakhir Buntu, Korban Minta Kepastian Penyelesaian Perkara
IOSKI Kudus Gelar Gebyar Senam, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pererat Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:38 WIB

Diduga Dipicu Masalah Asmara, Perempuan di Kudus Ditemukan Terluka di Kamar Hotel

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:22 WIB

Balap Liar Meresahkan Warga, Polisi Amankan 44 Motor dalam Operasi Dini Hari

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:15 WIB

Awali Senam Bersama, Kecamatan Kota Kudus Gelar Pelatihan dan Pemilahan Sampah

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:45 WIB

Bukan Mediasi Formal, PN Kudus Fasilitasi Pertemuan Cari Jalan Keluar Perkara Penipuan

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:15 WIB

Jawab Kasus Kekerasan Anak, Polres Kudus Tegaskan Komitmen Perlindungan

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani Telawa Bentuk Panitia memeriahkan HUT Ke-81

Selasa, 14 Jul 2026 - 23:22 WIB

Semarang

Kembali Marak, Judi Togel di Semarang Disorot Masyarakat

Selasa, 14 Jul 2026 - 23:07 WIB