WONOGIRI || Portaljatengnews.com – Paguyuban Wonogiri Manunggal Sedya (Pawonmas) kembali meneguhkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bakti sosial Gerakan Penghijauan Laskar Sadiman IV. Kegiatan ini diwujudkan dengan penanaman 5.000 bibit tanaman buah-buahan di Petak 11 RPH Cubluk, BKPH Wonogiri, KPH Surakarta, Minggu (28/12/2026).
Acara peresmian penanaman digelar di Pendopo Kabupaten Wonogiri dan dihadiri unsur Muspida, Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto, perwakilan Saka Bhayangkara, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), jajaran Perum Perhutani, serta relawan dan anggota Pawonmas.
Turut berpartisipasi dalam kegiatan lapangan jajaran karyawan BKPH Wonogiri dan BKPH Lawu Selatan.
Sebanyak 5.000 bibit tanaman produktif, terdiri dari jambu, alpukat, dan endhocovera, ditanam sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan hutan sekaligus penguatan ketahanan lingkungan dan pangan di wilayah Wonogiri.
Ketua Dewan Pengawas Pawonmas, Sarjono, yang juga mantan auditor BPK dan kini aktif di Danantara BUMN, menjelaskan bahwa Gerakan Laskar Sadiman telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2022.
“Tahun 2022 kami mulai di Slogohimo dan Jatiroto, 2023 di Eromoko, 2024 di Giritontro, dan tahun 2025 ini kami melanjutkan di RPH Cubluk BKPH Wonogiri dengan menanam 5.000 bibit buah-buahan,” jelasnya.
Menurut Sarjono, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Pawonmas terhadap program 17 Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mencapai swasembada pangan dan rehabilitasi hutan rusak. Skema kolaborasi yang diterapkan mengacu pada konsep PPPP (Public, Private, People, Partnership), dengan manfaat utama dirasakan oleh masyarakat sekitar hutan.
“Kita menanam hari ini bukan untuk dipanen esok hari, tetapi untuk memastikan anak cucu kita kelak masih dapat menghirup udara segar, menjaga mata air, serta terhindar dari bencana banjir dan longsor,” ujar Sarjono.
Ia juga menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang menyentuh tiga aspek utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan (planet, people, profit).
Mengakhiri sambutannya, Sarjono memberikan pesan penuh makna kepada para relawan.
“Tangan-tangan kalian yang kotor oleh tanah adalah tangan-tangan suci yang sedang melukis masa depan Indonesia yang hijau dan lestari,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonogiri Bahar, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pawonmas melalui Gerakan Laskar Sadiman IV. Ia menilai gerakan ini sejalan dengan semangat perjuangan almarhum Mbah Sadiman, tokoh lingkungan yang telah mengharumkan nama Wonogiri melalui dedikasinya dalam penghijauan.
“Wonogiri pernah dikenal sebagai daerah tandus dan kekurangan air. Kesadaran ekologis seperti yang ditunjukkan Mbah Sadiman menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air,” ujar Bahar.
Ia menambahkan, keteladanan Mbah Sadiman bukan hanya soal kepedulian lingkungan, tetapi juga tentang kesederhanaan dan ketulusan dalam berbuat.
Apresiasi juga disampaikan kepada Administratur KPH Surakarta atas dukungan penyediaan lahan penghijauan. Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat demi menjaga kelestarian kawasan hutan Wonogiri.
Administratur/KKPH Surakarta Ronni Merdyanto, yang diwakili Wakil Administratur Pirmansyah, menjelaskan bahwa sekitar 60 persen kawasan hutan KPH Surakarta berada di wilayah Kabupaten Wonogiri, dengan luas mencapai 20.057,49 hektare.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Pawonmas. Dengan keterbatasan personel, kolaborasi seperti ini sangat membantu dalam menjaga hutan dari ancaman kebakaran dan perusakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto turut memberikan penghargaan kepada Perum Perhutani dan Pawonmas atas terselenggaranya kegiatan penghijauan tersebut. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut hingga tanaman yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Laporan: Sinaga
Editor : Heri







