TAWANGMANGU || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani KPH Surakarta menggelar Apel Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor yang dirangkaikan dengan Forum Group Discussion (FGD) Penanggulangan Bencana, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Forkopimcam Tawangmangu, Polri, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Apel siaga berlangsung di wilayah Tawangmangu dan diikuti oleh jajaran BKPH Lawu Selatan dan BKPH Lawu Utara. Senin (29/12/2025).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno, Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo, Kapolsek Tawangmangu AKP Eling Adi Utomo, Danramil Tawangmangu Kapten Inf. Mawit Hadi Wibowo, serta Wakil Administratur KPH Surakarta Pirmansyah.
Administratur/Kepala KPH Surakarta Ronny Merdyanto dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.
“KPH Surakarta mengelola kawasan hutan negara seluas 32.394,48 hektare dengan jumlah karyawan sekitar 100 orang. Artinya, satu petugas harus mengawasi rata-rata 323 hektare kawasan hutan. Kehadiran relawan MPA dan MMP sangat membantu, terutama saat terjadi bencana. Kami sangat mengapresiasi peran mereka,” ujarnya.
Ronny juga menyoroti masih adanya anggapan keliru yang menyalahkan pengelola hutan saat terjadi bencana. Menurutnya, bencana alam dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor alam, nonalam, hingga sosial. Bahkan di kawasan hutan dengan tegakan rapat sekalipun, longsor tetap bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
“Oleh karena itu, diperlukan edukasi, sosialisasi, pelatihan, simulasi, pemberdayaan masyarakat, identifikasi risiko lokal, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan kearifan lokal. Mari kita siaga dan antisipasi bersama,” tegasnya menutup sambutan.
Dalam sesi FGD, Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan bahwa terdapat sejumlah wilayah di Karanganyar yang memiliki potensi bencana. Potensi longsor berada di Kecamatan Tawangmangu, Jenawi, Matesih, Karangpandan, Jatiyoso, Ngargoyoso, sedangkan potensi banjir berada di Kecamatan Jaten, Kebakramat, dan Gondangrejo.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menyiapkan sembilan langkah strategis, meliputi pelaksanaan apel siaga, penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, penyediaan sarana prasarana, pemetaan daerah rawan bencana, penyusunan rencana kontinjensi, pemasangan rambu-rambu, penyediaan alat peringatan dini, hingga penetapan SK Bencana Kabupaten.
“Atas nama Pemkab Karanganyar, kami mengapresiasi Perhutani KPH Surakarta yang telah menggandeng Forkopimcam, MPA, dan MMP dalam Apel Siaga Bencana ini. Mari kita perkuat kekompakan dan kebersamaan dalam memitigasi bencana banjir dan tanah longsor,” pungkas Hendro Prayitno.
Laporan: Wahyu
Editor: Heri







