BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa, Titus Aryanto bersama Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Darmanta dan didampingi Asper KBKPH Guwo Karna, KRPH Ngrombo Suryanto dan jajaran kru Tebang, melaksanakan pengecekan langsung ke lokasi tebangan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Guwo, Rabu, (8/7/2026).
Kegiatan pengecekan dilakukan pada lokasi tebangan A, di petak 81b dan 84a1 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngrombo, BKPH Guwo, KPH Telawa. Kegiatan pengecekan tebangan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses produksi tebangan berjalan sesuai ketentuan teknis serta memastikan target produksi dapat tercapai sesuai tata waktu dan rencana operational perusahaan.
Dalam kegiatan ini, Administratur KPH Telawa bersama jajaran melakukan pemeriksaan langsung terhadap pelaksanaan tebangan di lapangan, mulai, prosedur penebangan, pengukuran kayu, hingga pengawasan terhadap angkutan hasil produksi kayu menuju Tempat Penimbunan Kayu berjalan sesuai ketentuan dan aman.
Langkah ini, merupakan bagian dari upaya pengendalian internal perusahaan agar proses produksi berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Administratur, Perhutani KPH Telawa, Titus Aryanto, menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan tebangan merupakan bagian upaya untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan bentuk komitmen dalam menjaga integritas dan menghindari keterlambatan kegiatan produksi kayu.
“Kegiatan kami lakukan untuk memastikan seluruh proses tebangan berjalan sesuai standar prosedur kerja dan tidak ada penyimpangan di lapangan sehingga seluruh kegiatan produksi kayu dapat berjalan efektif , aman dan dipertanggungjawabkan secara administrasi,” ujar Titus Aryanto.
Sementara itu, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, KPH Telawa, Darmanta, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring tebangan dilakukan rutin guna memastikan standar operasional prosedur (SOP) produksi kayu benar-benar dilaksanakan petugas dilapangan.
“Melalui pengecekan ini, kami memastikan setiap tahapan mulai dari penebangan, pengukuran hingga pencatatan produksi kayu dilaksanakan sesuai ketentuan. Dengan pengawasan yang ketat, kami berharap kegiatan produksi dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan,” jelasnya.
Ketua LMDH Yosowono Desa Kemusu, Supeno, menyambut baik kegiatan jajaran Perhutani melaksanakan kegiatan pengecekan tebangan, sehingga control pelaksanan produksi kayu dan kendala-kendala yang dialami petugas lapangan bersama tenaga tebang dapat sedini mungkin, sehingga produksi kayu dapat trus berjalan dengan baik sesuai target produksi.
“Dengan adanya pengecekan langsung dari pimpinan, masukan dan arahan kepada kami sehingga semakin termotivasi untuk bekerja sesuai aturan dan menjaga kepercayaan yang diberikan oleh Perhutani,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring langsung di lapangan ini, Perhutani menegaskan komitmen untuk terus menerapkan pengelolaan hutan yang professional, serta tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan demi keberlanjutan sumber daya hutan untuk kepetingan negara dan kesejahteraaan masyarakat.
Laporan: Wahyu






