Polres Blora Dalami Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen BPJS Ketenagakerjaan

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ilustrasi

Gambar: Ilustrasi


BLORA || Portaljatengnews.com – Kasus dugaan pemalsuan dokumen BPJS Ketenagakerjaan yang diduga melibatkan oknum perangkat desa di wilayah Kecamatan Randublatung, Blora, mendapatkan perhatian serius dari pihak kepolisian. Laporan dari dua warga yang merasa dirugikan atas tindakan calo ini segera ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP. Arifin, mengonfirmasi bahwa pihaknya saat ini sedang memproses laporan tersebut. Meskipun belum dapat memastikan jadwal pemanggilan terhadap terlapor, ia menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan dengan segera dan profesional.

“Kasus ini sedang dalam proses penanganan, kita tunggu perkembangan selanjutnya,” ujarnya. Jumat (5/12/2025).

Kedua warga tersebut, berinisial WL dan S, melaporkan Kepala Dusun (Kadus) Ngrawut di Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung, beserta istrinya, NY, ke polisi. Laporan ini terkait dugaan pemalsuan dokumen BPJS Ketenagakerjaan yang belakangan ini mencuat ke publik. Mereka mendatangi SPKT Polres Blora pada Minggu, 30 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Kasus Guru dan Siswi SMPN Randublatung di Blora Disorot, DPRD: Prosedur Harus Dievaluasi Total

WL melaporkan Kadus Ngrawut dan istrinya dengan tuduhan tindak pidana pemalsuan dokumen. Sementara itu, P juga melaporkan orang yang sama dengan tuduhan pungli dan pemerasan.

Seorang pelapor, P, mengungkapkan bahwa dirinya merasa dirugikan karena adanya potongan biaya administrasi sebesar 50 persen yang dianggap cukup memberatkan. Ia merasa haknya diambil secara paksa karena uang yang masuk ke rekening terlapor tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya. “Uangnya masuk ke rekening mereka, saya tidak tahu berapa jumlah sebenarnya. Katanya saya hanya mendapatkan setengahnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Suasana Pagi Kelima Ramadhan Di Jalan Randublatung-Jati Blora, Jalanan Ramai Lancar

Pelapor menceritakan bahwa saat itu ia ditawari untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan dan dirayu agar semua proses diurus oleh P dan NY. Tanpa kesepakatan yang jelas, terlapor meminta setengah dari dana yang diperoleh. “Waktu di bank, mereka minta separuhnya. Akhirnya saya cuma menerima 3,8 juta. Tidak wajar, seharusnya ucapan terima kasih itu tulus, bukan seperti ini,” tambahnya.

Kasus ini tengah dalam penyelidikan untuk memastikan kebenaran dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

(Wawan)

Editor : Heri

Berita Terkait

Pemprov Jateng Tambah Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Blora Jadi Rp28,7 Miliar
HMI Blora Audiensi Ke DPRD Dorong Sumur Minyak Rakyat Bisa Menambah PAD
3 Rumah di Kedungtuban Terbakar Diduga Akibat Kelalaian Memasak
GRIB Jaya Blora Gelar Syukuran SK Ketua dan Konsolidasi Organisasi
Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu: Anggaran Disiapkan, Desain Akan Dievaluasi
KPH Randublatung dan BPBD Blora Gelar Apel Siaga Karhutla, Tekankan Deteksi Dini dan Gotong Royong
KPH Randublatung Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Tekankan Semangat Gotong Royong dan Integritas
Warga Blora Protes, Jalan Rusak Randublatung-Cepu Ditanami Pohon Pisang

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:33 WIB

Pemprov Jateng Tambah Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Blora Jadi Rp28,7 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 22:33 WIB

HMI Blora Audiensi Ke DPRD Dorong Sumur Minyak Rakyat Bisa Menambah PAD

Senin, 8 Juni 2026 - 12:36 WIB

3 Rumah di Kedungtuban Terbakar Diduga Akibat Kelalaian Memasak

Senin, 8 Juni 2026 - 10:41 WIB

GRIB Jaya Blora Gelar Syukuran SK Ketua dan Konsolidasi Organisasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:09 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu: Anggaran Disiapkan, Desain Akan Dievaluasi

Berita Terbaru

Grobogan

Monitoring Persemaian KPH Telawa Pastikan Bibit Berkualitas

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:58 WIB

Mahasiswa ilmu komunikasi USM saat memainkan musik DJ. Nampak warung jamu berdampingan dengan angkringan, menambah suasana klasik kekinian.

Semarang

Mahasiswa USM Buktikan Jamu Tetap Kekinian Lewat Festival DJ

Rabu, 10 Jun 2026 - 09:01 WIB