Sekjen IPJT Moch Safiq Meninggal Dunia, Menyisakan Duka Mendalam, Simak Kronologisnya

- Redaksi

Sabtu, 12 April 2025 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pemakaman jenazah Moch Safiq di TPU setempat. Jumat (11/4/2025).

Suasana pemakaman jenazah Moch Safiq di TPU setempat. Jumat (11/4/2025).

SEMARANG || Portaljatengnews.com – Moch. Safiq, Sekretaris Jenderal Insan Pers Jawa Tengah (Sekjen IPJT) meninggal dunia setelah jatuh tersungkur dari motor di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (10/4/2025) pukul 17.00 WIB.

Kemudian jasad korban dilarikan ke RSUP Kariadi Semarang. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa penyebab meninggalnya karena terkena serangan jantung mendadak.

Selanjutnya, jasad korban dipulangkan ke rumah Jl. cempaka 2 RT 3 RW 5, Gowongan Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Dan keesokan harinya dimakamkan di TPU wilayah setempat, pada Jumat (11/4/2025) pukul 10.30 WIB.

Moch Safiq meninggal dunia di usianya yang ke 58 tahun, dan meninggalkan dua orang anak.

Baca Juga :  KSPSI Minta Polisi Usut Kericuhan Aksi May Day di Depan Kantor Gubernur Jateng

Acara pemakaman jenazah Moch Safiq dikawal sedikitnya 250 orang, baik dari kalangan insan pers maupun ormas dan LSM.

Meninggalnya Moch Safiq menyisakan duka mendalam, hal itu disampaikan Heru Gun, jurnalis JMI. Dia menceritakan sebelum Moch Safiq meninggal dunia, bahwa saat itu dirinya bersama Moch Safiq sedang ada kegiatan di Semarang.

“Jadi pagi hingga siang menjelang sore, saya dan Pak Safiq ada kegiatan di Semarang, kemudian sorenya saya pulang ke Purwodadi, namun HP dalam keadaan silent. Setelah saya buka HP panggilan dan chat WhatsApp banyak. Ternyata informasi Pak Safiq meninggal, Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun, semoga amal dan ibadahnya diterima Alloh SWT,” ucapnya dengan meneteskan air mata.

Baca Juga :  Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng, Dorong Mobil Mogok Selamat Dari Tertabrak Kereta Api

Sementara menurut Mugiono Pemred Suara Javaindo mengungkapkan, bahwa Moch Safiq seorang sosok multitalenta dan seorang negosiator ulung.

“Pak Safiq itu orangnya serba bisa. Jadi setiap organisasi yang ditangani pasti hidup dan bisa menyatukan anggotanya. Beliau termasuk orang yang pekerja keras, buktinya dalam kondisi sakit dia tetap bekerja. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di Sisi Alloh SWT,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan anak pertamanya yakni Gunawan, bahwa sosok ayahnya semasa hidup dikenal penyabar dan ulet.

“Ayah saya orangnya penyabar dan pekerja keras. Saya sekeluarga merasa kehilangan,” ucap Gunawan dengan raut sedih. (Ttg)

Berita Terkait

Perhutani KPH Semarang Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Sarana TK Tunas Rimba II Gablog
Kasus Pengrusakan Rumah di Semarang Timur Berlarut Setahun, Permohonan SP2HP di Polrestabes Diabaikan?
Dit Resnarkoba Polda Jateng Ungkap Penyalahgunaan Sabu di Atas Perahu, Tiga Pria Diamankan di Demak
Dit Resnarkoba Polda Jateng Bongkar Jaringan Sabu Sistem Tempel di Klaten-Boyolali, Residivis Kembali Dibekuk
Tanah Warisan Orang Tua Terindikasi Diserobot, Wardi Minta BPN Kota Semarang dan Polisi Telusuri
Kembali Marak, Judi Togel di Semarang Disorot Masyarakat
Perhutani KPH Semarang Laksanakan Komunikasi Sosial Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Wiru
KPH Semarang Edukasi Pentingnya PKS Agroforestri: Kunci Akses Pupuk Subsidi bagi Petani Hutan Grobogan

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:26 WIB

Perhutani KPH Semarang Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Sarana TK Tunas Rimba II Gablog

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:32 WIB

Kasus Pengrusakan Rumah di Semarang Timur Berlarut Setahun, Permohonan SP2HP di Polrestabes Diabaikan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:55 WIB

Dit Resnarkoba Polda Jateng Ungkap Penyalahgunaan Sabu di Atas Perahu, Tiga Pria Diamankan di Demak

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:52 WIB

Dit Resnarkoba Polda Jateng Bongkar Jaringan Sabu Sistem Tempel di Klaten-Boyolali, Residivis Kembali Dibekuk

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:20 WIB

Tanah Warisan Orang Tua Terindikasi Diserobot, Wardi Minta BPN Kota Semarang dan Polisi Telusuri

Berita Terbaru