Trans Semarang Kejar Ketepatan Waktu, Organda: Kondisi Jalan Berbeda dengan Trans Jakarta

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Pranoto Purnomo, Ketua DPC Organda Kota Semarang sekaligus Wakil 1 DPD Organda Jawa Tengah.

Bambang Pranoto Purnomo, Ketua DPC Organda Kota Semarang sekaligus Wakil 1 DPD Organda Jawa Tengah.


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Masalah ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan sering kali menjadi sorotan pengguna Trans Semarang. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Organda Kota Semarang sekaligus Wakil 1 DPD Organda Jawa Tengah, Bambang Pranoto Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal, namun kondisi di lapangan memiliki tantangan tersendiri yang berbeda dengan transportasi massal di kota besar lain.

“Untuk ketepatan waktu kami sudah upayakan semaksimal mungkin. Namun perlu dipahami, perjalanan Trans Semarang beriringan dan bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas umum. Berbeda dengan Trans Jakarta yang memiliki jalur khusus sendiri. Oleh karena itu, kemungkinan adanya keterlambatan dalam interval waktu yang ditetapkan masih bisa terjadi, dan kami mohon pengertian dari masyarakat,” ungkap Bambang saat ditemui, Selasa (26/5/2026).

Ia menegaskan bahwa komitmen pihaknya tetap mengutamakan kepuasan dan kenyamanan penumpang.

“Tentunya kami akan berusaha semaksimal mungkin melayani masyarakat Semarang, khususnya bagi para pengguna setia Trans Semarang,” tambahnya.

Peningkatan kualitas pelayanan ini dinilai sangat diperlukan mengingat lonjakan jumlah penumpang yang terjadi belakangan ini. Sejak diterapkannya kebijakan Pemkot Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota baru yang memberikan layanan gratis bagi pelajar, mahasiswa, dan lansia, animo masyarakat meningkat tajam.

Baca Juga :  Bangunan Rumah Makan di Semarang Diduga Langgar Aturan Diminta Agar Dibongkar

“Dari 12 koridor yang beroperasi, jumlah pengguna kini tembus mencapai 66 ribu orang per hari. Padahal sebelumnya angka tersebut masih di bawah 40 ribu penumpang. Kenaikan yang sangat signifikan ini tentu menuntut Pemerintah Kota untuk segera menyiapkan langkah strategis, salah satunya penambahan armada di setiap koridor,” jelasnya.

Sebagai bentuk nyata perbaikan, bulan Juni ini akan dilakukan peremajaan armada di tiga jalur utama, yaitu Koridor 4, Koridor 8, serta rute yang melintasi jalan dengan kondisi cukup ekstrem. Sebanyak 12 unit bus baru akan mulai beroperasi, di mana 6 unit di antaranya akan menyusul pada pertengahan bulan yang sama. Selain itu, armada pengumpan atau feeder rute 1, 2, dan 4 juga telah diperbarui dan akan melayani penumpang mulai bulan Juni nanti.

Bahkan, terobosan besar juga disiapkan untuk rute Mangkang hingga Penggaron. Pada November mendatang, jalur tersebut sudah akan dilayani menggunakan armada bus listrik, setelah proses lelang dimenangkan oleh PT 99 Cahaya.

Baca Juga :  Tasyukuran Diklatsus Satgas Provos PP MPC Kota Semarang Berlangsung Khidmat

“Kemajuan teknologi juga akan kami hadirkan. Ke depannya kami sangat berharap sistem pembayaran nontunai bisa segera direalisasikan, selain memudahkan penumpang hal ini juga bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran keuangan,” ujar Bambang.

Ia juga menyoroti keseriusan Pemerintah Kota Semarang dalam memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Menurutnya, Semarang menjadi salah satu dari hanya dua daerah di Indonesia yang sudah memiliki payung hukum kuat berupa Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2024 khusus angkutan massal, setelah Kota Pekanbaru pada tahun 2022.

“Dalam Pasal 170 Ayat 3 Perda tersebut telah diatur dengan jelas, bahwa APBD Kota Semarang wajib mengalokasikan dana minimal 5 persen khusus untuk penyelenggaraan angkutan massal. Ini bukti nyata bahwa perhatian pemerintah terhadap transportasi umum sangat besar dan semakin baik ke depannya,” pungkasnya.

(Vio Sari)

Editor : Portaljatengnews.com

Berita Terkait

Kisah Suseno Penasihat LBH Ratu Adil: Rawat dan Beri Makan Kucing Jalanan di Semarang
Pengacara di Semarang Diduga Aniaya Anggota Polisi: Resmi Dilaporkan Ke Polrestabes
Polda Jateng Bongkar Jaringan Penipuan Online Internasional Modus Pig Butchering, 38 Pelaku Diamankan
Musibah di Museum Ranggawarsita: Patung Hias Roboh Tewaskan Anak, Ini Penjelasan Disbudparekraf Jateng
Sinergi Polda Jateng dan Tokoh Masyarakat Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Beretika
Perkuat Akuntabilitas, Masyarakat Kota Semarang Diajak Kawal Anggaran Melalui Teknologi Digital
Sinergi Perhutani dan TNI Warnai Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II 2026
Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Solo, Dua Pria Diamankan Usai Coba Kabur dari Basement Hotel

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trans Semarang Kejar Ketepatan Waktu, Organda: Kondisi Jalan Berbeda dengan Trans Jakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 09:31 WIB

Kisah Suseno Penasihat LBH Ratu Adil: Rawat dan Beri Makan Kucing Jalanan di Semarang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:47 WIB

Pengacara di Semarang Diduga Aniaya Anggota Polisi: Resmi Dilaporkan Ke Polrestabes

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:34 WIB

Polda Jateng Bongkar Jaringan Penipuan Online Internasional Modus Pig Butchering, 38 Pelaku Diamankan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:29 WIB

Musibah di Museum Ranggawarsita: Patung Hias Roboh Tewaskan Anak, Ini Penjelasan Disbudparekraf Jateng

Berita Terbaru