KUDUS || Portaljatengnews.com – Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar kegiatan konsolidasi untuk membahas berbagai isu nasional yang dinilai berdampak nyata terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Kegiatan berlangsung di halaman depan Gedung Perpustakaan UIN Sunan Kudus, Jalan Conge, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Kamis (18/6/2026).
Forum ini menjadi wadah diskusi kritis bagi mahasiswa untuk menanggapi perkembangan ekonomi serta meninjau pelaksanaan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Mahasiswa UIN Sunan Kudus menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang berisiko mengganggu stabilitas ekonomi. Peserta menilai hal ini berpotensi memicu kenaikan harga barang impor, biaya produksi, hingga menurunkan daya beli masyarakat secara umum.
Selain kondisi makroekonomi, pembahasan juga menyoroti sejumlah program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Mahasiswa menekankan bahwa setiap program perlu dikaji agar penggunaan anggaran negara berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Khusus kenaikan BBM dinilai memiliki dampak berantai yang menyentuh biaya transportasi, distribusi, hingga harga kebutuhan pokok.
Koordinator kegiatan, Abdul Jabar, menyatakan konsolidasi ini wujud kepedulian terhadap keadaan bangsa.
“Sebagai mahasiswa, kami meninjau penerapan kebijakan pemerintahan saat ini. Banyak hal yang kami lihat belum sejalan dengan apa yang disampaikan saat masa pencalonan,” ujarnya.
Secara khusus, Abdul Jabar menyinggung perbedaan konsep Program Makan Bergizi Gratis antara janji kampanye dan pelaksanaan saat ini.
“Dulu disebutkan akan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menyuplai kebutuhan sekolah. Namun kenyataannya, program ini cenderung berjalan tersendiri dan dikuasai pihak-pihak tertentu,” tegasnya.
Mahasiswa menegaskan bahwa evaluasi terhadap kebijakan merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Hasil diskusi ini akan disusun menjadi kajian dan rekomendasi yang disampaikan kepada pihak berwenang sebagai bentuk kontribusi pemikiran.
Kegiatan berjalan tertib dan diikuti berbagai elemen organisasi kampus. Mereka berharap ruang partisipasi publik tetap terbuka guna menjamin aspirasi tersalurkan secara konstruktif.
Laporan: Faizun
Editor: Heri







