BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa mendampingi Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali dalam kegiatan sosialisasi dan persiapan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi untuk tahun 2027. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (01/08/2026).
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, jajaran Perhutani KPH Telawa, Koordinator PPL Kecamatan Kemusu, Kepala Desa Wonoharjo, pengurus Karang Taruna, pengurus Gapoktan, serta perwakilan kelompok tani se-Kecamatan Kemusu. Kegiatan ini merupakan langkah persiapan penyusunan e-RDKK tahun 2027 khusus untuk lahan kawasan hutan dan wilayah pasang surut, guna menjamin hak petani hutan dan pesanggem memperoleh akses pupuk bersubsidi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Suyanto, menjelaskan bahwa penyusunan e-RDKK lahan hutan dan pasang surut bertujuan merencanakan kebutuhan riil petani penggarap di kawasan hutan dan sekitar Waduk Kedungombo.
“Data ini menjadi dasar hukum dan acuan resmi pemerintah dalam penyaluran pupuk atau bantuan sarana produksi tani agar tepat sasaran,” ujar Suyanto.
Administratur KPH Telawa melalui Kepala Sub Seksi Kemitraan, Eko Purwanto, menyampaikan komitmen Perhutani mendukung penuh penyusunan e-RDKK demi kepentingan petani hutan dan ketahanan pangan.
“Melalui pendampingan ini, kami berharap para petani dapat memperoleh alokasi pupuk bersubsidi secara tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara Perhutani dan Dinas Pertanian menjadi langkah strategis untuk mendukung produktivitas pertanian di kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” jelas Eko Purwanto.
Penyusunan e-RDKK dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH), agar data petani penggarap tercatat resmi dan terjamin haknya. Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur, Pujiono, turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap ketersediaan pupuk bersubsidi memadai dan terjangkau saat musim tanam tiba.
Laporan : Wahyu
Editor : Heri
Sumber Berita : Kom-PHT/TLW/W3Pq






